Mengenal Penjor, Ornamen yang Hiasi Bali Jelang KTT G20

Mengenal Penjor, Ornamen yang Hiasi Bali Jelang KTT G20

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 14 Nov 2022 18:30 WIB
KTT G20 akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, pada 15-16 November 2022. Bali pun bersolek dengan menghiasi jalanan menggunakan penjor.
Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra/Mengenal Penjor, Ornamen yang Hiasi Bali Jelang KTT G20
Jakarta -

Jelang KTT G20 di Nusa Dua, pemerintah tengah menghias sejumlah jalan protokol di Bali menggunakan penjor.

Penjor merupakan salah satu bentuk budaya yang tidak lepas dari masyarakat Bali. Ada dua jenis penjor yang dikenal di masyarakat, yaitu penjor sakral dan penjor hiasan.

Dikatakan dalam Ensiklopedi Upakara Edisi Lengkap karya I Nyoman Jati dan Ni Komang Sutriyanti, penjor sakral adalah bagian dari upacara keagamaan, misalnya Galungan. Sementara, penjor hiasan atau pepenjoran umumnya digunakan saat ada lomba desa, pesta seni, dan lain sebagainya.

Apa Itu Penjor?

Diuraikan dalam "Komodifikasi Penjor di Kota Denpasar Tahun 2000-2015" di jurnal Humanis, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana oleh I Wayan Gede Mahaputra dkk., penjor adalah sebatang bambu yang ujungnya melengkung dan dihiasi dengan janur muda dan daun-daun lainnya (plawa). Perlengkapannya meliputi pala bungkah, yaitu umbi-umbian seperti ketela rambat. Lalu pala gantung seperti kelapa, pisang, nanas, juga palawija seperti jagung dan padi, jajan, serta sanggah Ardha Candra yang lengkap dengan sajen.

Seperti dikatakan sebelumnya, penjor ada yang bernilai sakral dan seni. Penjor sakral adalah Penjor Dewata (Galungan, Piodalan), Penjor Bhuta (Caru), dan Penjor Sunari.

Sementara, penjor bernilai seni adalah yang biasa digunakan dalam hiasan atau pajangan ketika acara pernikahan, menyambut tamu, atau lomba-lomba yang di luar acara upacara keagamaan Hindu. Hal ini bisa kita lihat jelang KTT G20 Bali saat ini.

Makna Penjor dalam Agama Hindu

Dikutip dari laporan riset bertajuk "Komodifikasi Penjor sebagai Sarana Persembahyangan Umat Hindu" dalam jurnal Studi Kultural (2016) yang ditulis oleh Ketut Hery Sony Pratama dan Saortua Marbun, makna penjor dalam agama Hindu di Bali adalah untuk memberi persembahan atau sebagai ungkapan terima kasih kepada pertiwi karena memberikan tempat hidup dan kesejahteraan manusia untuk mencapai kemenangan dharma melawan adharma.

Sang pertiwi kemudian digambarkan sebagai dua ekor naga, yakni Naga Basuki dan Naga Ananta Bhoga. Penjor pun dimaknai sebagai simbol gunung yang memberi keselamatan dan kesejahteraan.

Disebutkan dalam sumber tersebut, seiring berkembangnya zaman banyak orang menonjolkan unsur seni daripada unsur sakral penjor. Oleh sebab itulah muncul dua jenis penjor, yakni penjor sakral dan penjor hias seperti yang dipaparkan sebelumnya.

Itulah penjelasan ringkas mengenai budaya penjor seperti yang bisa dilihat di Bali dalam momen KTT G20 ini. detikers bisa menyebutkan budaya Bali lainnya?



Simak Video "Melihat Lokasi KTT G20 yang Bakal Digelar Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia