Sejarah Polisi Berkuda yang Muncul di KTT G20 Bali

Sejarah Polisi Berkuda yang Muncul di KTT G20 Bali

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 14 Nov 2022 11:59 WIB
Polisi berkuda patroli melintasi area ITDC Nusa Dua dalam pengamanan KTT G20, 15-16 November 2022. Foto: Agus Eka Purna Negara
Polisi berkuda patroli melintasi area ITDC Nusa Dua dalam pengamanan KTT G20, 15-16 November 2022. Foto: Agus Eka Purna Negara
Jakarta -

Patroli polisi berkuda Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turun dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali, 15-16 November 2022.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, polisi berkuda untuk patroli keamanan dan dan kendaraan listrik digunakan karena kawasan Nusa Dua Bali akan steril dari kendaraan berbasis fosil pada puncak pelaksanaan KTT G20.

"Selain kendaraan listrik yang digunakan sebagai pengawalan delegasi, Polri melalui Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri menerjunkan polisi satwa yang bertugas melakukan patroli di ring 1 kawasan Nusa Dua, Bali," kata Dedi, dikutip dari indonesia.go.id, Senin (14/11/2022).

Polisi berkuda tidak hanya difungsikan pada pelaksanaan KTT G20 Bali saja. Sebelumnya, patroli berkuda juga diturunkan pada peringatan Hari Buruh.

Sejarah Polisi Berkuda

Polisi London Bow Street mendirikan unit berkuda Mounted Branch of the Metropolitan Police pada 1758. Kemudian, pasukan polisi berkuda resmi pertama tercatat di Inggris dengan nama Patroli Kuda London tahun 1805, seperti dikutip dari laman US Department of Justice Library.

Patroli unit polisi berkuda lalu berkembang di Australia dan Texas pada tahun 1820-an. Perkembangan ini juga dirasakan di Afrika Selatan, Selandia Baru, Yordania, India, Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Di Inggris Raya, polisi berkuda juga menjalankan dinas dalam dan luar negeri.

Unit polisi berkuda mulai digunakan antara lain sebagai pengendali huru-hara, memberi kesan hubungan masyarakat, memanfaatkan visibilitasnya yang tinggi, dan menambahkan sentuhan arak-arakan dalam acara perayaan seperti parade dan pemakaman.

Di Indonesia, patroli polisi berkuda merupakan bagian dari Detasemen Turangga, Subdit Pelacakan dan Penangkalan, Direktorat Kepolisan Satwa Korps Samapta Bhayangkara Badan Pemelihara Keamanan atau Ditpolsatwa Korshabara Baharkam Polri, seperti dikutip dari laman Polsatwa.

Ditpolsatwa bertugas menggelar kegiatan penjagaan, pengawalan, patroli, SAR terbatas, pengendalian massa (dalmas) dengan satwa anjing dan kuda, pelacakan bahan peledak hingga korban bencana, pemeliharaan dan kesehatan satwa Polri, serta pendidikan dan pelatihan pawang, penunggang, maupun anjing dan kuda.

Patroli Berkuda di KTT G20 Bali

Sebanyak 18 kuda asal Belanda disiapkan dari Polda Bali, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Kuda-kuda tersebut memiliki spesifikasi, perawatan, dan makanan khusus. Usai dipakai patroli, kuda akan dimasukkan ke dalam bus berpendingin udara (AC) agar kondisinya tetap prima.

"Kudanya berasal dari Belanda. Spesifikasi dan perawatannya memang khusus. Kudanya juga cukup besar dan tinggi sekitar 165-170 cm," kata Dedi.

Ia menjelaskan, kuda tersebut akan ditunggangi personel Polri yang sudah dilatih 2-3 bulan terakhir. Akan ada 3 shift patroli yang berkeliling di sekitar kawasan Nusa Dua, Bali. Harapannya, KTT G20 Bali di Nusa Dua berjalan aman dan lancar sehingga membawa nama baik Indonesia di kancah dunia.

Patroli polisi berkuda sendiri dilaksanakan setiap waktu, didukung sistem keamanan dan keselamatan 24 jam dari Polda Bali dan The Nusa Dua, seperti dikutip dari laman Kominfo.



Simak Video "Melihat Lokasi KTT G20 yang Bakal Digelar Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia