Pisang Mengandung Radioaktif, Apakah Berbahaya?

Pisang Mengandung Radioaktif, Apakah Berbahaya?

Nikita Rosa - detikEdu
Minggu, 13 Nov 2022 07:00 WIB
Belum Bisa Masak, Netizen Ini Bikin Sayur Sop Dicampur Pisang
Galeri detikEdu: Apakah Pisang Mengadung Radioaktif? (Foto: Twitter/Ilustrasi Visual)
Jakarta -

Radiasi sering kali ditakutkan oleh orang-orang. Meski sebenarnya, segala sesuatu di sekitar kita mengandung radioaktif. Tak terkecuali pisang.

Buah berwarna kuning ini juga mengandung radioaktif. Radioaktif alami dalam pisang sebenarnya berjumlah sangat kecil. Tapi, apakah berbahaya?

Yuk pahami terlebih dahulu apa itu radiasi dan radioaktif.

Apa Itu Radiasi?

Dalam Science Alert, radiasi adalah energi yang merambat dari satu titik ke titik lain, baik sebagai gelombang maupun partikel. Tiap harinya, manusia terpapar radiasi dari berbagai sumber alami dan buatan.

1. Sumber Radiasi Alami

Radiasi kosmik dari Matahari dan luar angkasa, radiasi dari batu dan tanah, serta radioaktivitas di udara yang kita hirup dan dalam makanan dan air kita, semuanya merupakan sumber radiasi alami.

2. Sumber Radiasi Buatan

Nah terdapat pula sumber radiasi buatan termasuk perawatan medis dan sinar-X, handphone, dan saluran listrik. Masyarakat sering mengira sumber radiasi buatan lebih berbahaya daripada radiasi alami. Namun, gal ini tidak benar.

Tidak ada sifat fisik yang membuat radiasi buatan berbeda atau lebih merusak daripada radiasi alami. Efek berbahaya terkait dengan dosis dan bukan dari mana paparan radiasi berasal.

Apa Perbedaan antara Radiasi dan Radioaktivitas?

Kata "radiasi" dan "radioaktivitas" sering digunakan secara bergantian. Meskipun keduanya terkait, mereka tidak bermakna sama

Radioaktivitas mengacu pada atom tidak stabil yang mengalami peluruhan radioaktif. Energi dilepaskan dalam bentuk radiasi ketika atom berusaha mencapai stabilitas, atau menjadi non-radioaktif.

Radioaktivitas suatu bahan menggambarkan laju dan proses peluruhannya. Jadi radioaktivitas dapat dianggap sebagai proses di mana unsur-unsur dan bahan-bahan berusaha menjadi stabil dan radiasi sebagai energi yang dilepaskan sebagai hasil dari proses ini.

Apakah Radioaktif dalam Pisang Berbahaya?

Setelah memahami apa itu radiasi dan radioaktif, apakah kandungan radioaktif dalam pisang berbahaya? Pisang termasuk dalam sumber radiasi alami. Pisang mengandung radioisotop kalium atau potasium K-40.

Guru besar Kimia dari McGill University, Kanada Joe Schwarcz dalam artikel berjudul "Is it true that bananas are radioactive?" menyebut sebuah pisang mengandung sekitar 450 mg potasium.

Saat manusia makan pisang, tubuhnya akan terpapar sekitar 0,01 mili rem (mrem) karena kandungan K-40. Sebagai perbandingan, rontgen dada menghasilkan paparan 10 mrem.

Rem (roentgen equivalent man) adalah satuan ukuran dosis yang digunakan untuk memperkirakan efek kesehatan dari radiasi pada tubuh manusia.

Jadi menurut Joe Schwarcz dibutuh seribu pisang sekali makan untuk menghasilkan paparan 10 mrem yang setara dengan rontgen dada. Sementara, risiko kematian karena paparan 10 mrem sebesar 1 dalam sejuta.

Dengan kata lain, agar kematian terjadi sekitar satu miliar pisang harus dikonsumsi dalam satu waktu. Mungkinkah?

Nah apakah jika setiap hari makan pisang, radioisotop K-40 akan terakumulasi dan akan membahayakan di kemudian hari?

Joe Schwarcz mengatakan tubuh memiliki mekanisme mempertahankan jumlah kalium pada tingkat yang konstan. Artinya tidak ada penumpukan kalium radioaktif.

Jadi, meski pisang memang radioaktif, dosis radioaktivitas yang mereka berikan tidak menimbulkan risiko. Kesimpulannya kandungan radioaktif dalam pisang tidaklah berbahaya.



Simak Video "Jelang Imlek, Kue Keranjang Berbungkus Daun Pisang Kebanjiran Pesanan"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia