Kenapa Semakin Dewasa Pertemanan Semakin Sedikit?

Kenapa Semakin Dewasa Pertemanan Semakin Sedikit?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 07 Nov 2022 15:00 WIB
Young women are having fun on the green field in the evening.
Foto: Shutterstock/ilustrasi pertemanan saat dewasa
Jakarta -

Kamu pasti menyadari bahwa pertemanan berubah dari tahun ke tahun. Semakin bertambah dewasa, ada beberapa teman yang sudah tidak berada di lingkaran kamu lagi. Mengapa bisa terjadi?

Sebuah penelitian ternyata pernah membuktikan bahwa semakin dewasa, semakin sedikit teman yang dimiliki. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science itu, menemukan bahwa banyak orang mulai mengurangi pertemanan mereka di sekitar usia 25 tahun.

Penelitian tersebut dilakukan para ilmuwan dari Aalto University di Finlandia dan University of Oxford di Inggris dengan menganalisis data dari tiga juta pengguna ponsel, dikutip dari Bustle.

Data diolah untuk menentukan frekuensi dan pola orang-orang yang mereka hubungi dan kapan mereka juga melihat aktivitas keseluruhan dalam pengguna tersebut.

Hal ini juga bisa kamu buktikan sendiri. Kamu bisa melakukan pengujian dengan melihat siapa kontak teratas di media sosial dan pesan teks, serta log panggilan telepon.

Kemungkinannya, kamu akan melihat siapa yang paling sering kamu ajak bicara dan ada banyak beberapa kontak yang mungkin sudah tidak dihubungi bahkan dari setahun yang lalu.

"Saya tahu bahwa penurunan pertemanan terus berlanjut seiring bertambahnya usia," kata Dr. Suzana E. Flores, psikolog klinis dan penulis Facehooked: Bagaimana Facebook Mempengaruhi Emosi, Hubungan, dan Kehidupan Kita.

"Ketika kita di SMA dan kuliah, lebih mudah untuk berteman karena kita dikelilingi oleh sekelompok orang dengan minat yang sama. Namun, seiring bertambahnya usia, kita kehilangan akses ini dan harus memutuskan apakah akan berteman dengan rekan kerja atau tidak, yang mungkin datang dengan persoalannya sendiri," imbuhnya.

Alasan Lingkaran Pertemanan Berkurang Seiring Bertambah Dewasa

Peneliti pascadoktoral di Universitas Aalto, Kunal Bhattacharya, menjelaskan rata-rata wanita berusia 25 tahun menghubungi sekitar 17,5 orang per bulan.

Sementara pria menghubungi 19 orang dan penurunan ini berlanjut hingga semakin bertambah dewasa sampai pensiun.

"Orang-orang menjadi lebih fokus pada hubungan tertentu dan mempertahankan hubungan itu. Anda memiliki kontak keluarga baru yang berkembang, tetapi lingkaran (pertemanan) kasual Anda menyusut," ucap Kunal.

Adapun peneliti menyimpulkan bahwa ada beberapa alasan mengapa pengurangan lingkaran pertemanan terjadi. Berikut di antaranya:

1. Tidak Sekolah atau Kuliah Lagi

Begitu lulus sekolah atau lulus kuliah, seseorang akan kehilangan beberapa orang terdekat. Bukan karena ingin menjauh, tapi karena perbedaan kampus, pekerjaan, atau tempat yang berjauhan. Sehingga intensitas akan mulai berkurang.

2. Adanya Pasangan

Banyak yang mengalami ketika teman mendapatkan pasangan, maka pertemuan persahabatan cenderung berkurang.

"Begitu orang berpasangan, mereka secara alami akan lebih memusatkan perhatian mereka pada pasangan mereka dan lebih sedikit pada orang yang mereka anggap teman jauh," kata Dr. Flores.

Sebaliknya, jika hal itu terjadi pada kamu, bisa jadi kamu mengurangi intensitas dengan sahabat. Terlebih jika kamu dan pasangan menjadi lebih serius, mungkin pindah kota, atau tujuan hidup dan hubungan dengan teman juga berubah.

"Seiring hubungan dan keluarga yang terus berkembang, komitmen dan tanggung jawab itu menjadi prioritas. Oleh karena itu, kebutuhan 'sosial' kita secara alami akan mengambil tempat di belakang hubungan utama dan pribadi kita," papar Dr. Flores.

3. Memiliki Pekerjaan Jarak Jauh

Seiring kemajuan teknologi, semakin banyak orang memiliki pekerjaan jarak jauh dan/atau bekerja dari rumah. Kondisi ini bisa membuat kamu mungkin kehilangan satu tempat utama untuk bertemu orang dan berteman.

4. Minat yang Berubah

Banyak pertemanan yang berkurang intensitasnya karena minat dan fokus yang sudah berubah. Hal ini sangat wajar, karena semakin dewasa, seseorang akan menentukan prioritas yang berbeda satu sama lain.



Simak Video "Punya Efek Berbahaya, Ini Tips Aman Bermain Lato-Lato untuk Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia