Kisah Titanic yang Terbakar Sebelum Berlayar, Diduga Picu Tenggelam

Kisah Titanic yang Terbakar Sebelum Berlayar, Diduga Picu Tenggelam

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 06 Nov 2022 18:00 WIB
Kapal RMS Titanic sebelum berlayar, sekitar Februari-Maret 1912, difoto oleh fotografer resmi perusahaan Harland & Wolff, Robert John Welch (1859-1936).
Kapal RMS Titanic sebelum berlayar, sekitar Februari-Maret 1912, difoto oleh fotografer resmi perusahaan Harland & Wolff, Robert John Welch (1859-1936). Foto: Robert John Welch/Harland & Wolff/Wikimedia Commons
Jakarta -

Tragedi kapal Titanic terjadi menjelang tengah malam pada 14 April 1912. Saat kapal menabrak gunung es, sebagian besar penumpang sudah beranjak ke kamar masing-masing.

Lambung hingga buritan kapal tenggelam sepenuhnya pada dini hari. Kebocoran karena tabrakan, kecepatan kapal saat tabrakan, air laut yang dingin, hingga kurangnya sekoci, dinilai sebagai beberapa pemicu timbulnya ratusan korban jiwa dari tragedi tenggelamnya Titanic, seperti dikutip dari Encyclopaedia Britannica.

Di sisi lain, sejumlah penelitian dan pernyataan saksi mata menunjukkan bahwa lambung kapal mengalami kebakaran bahkan sebelum Titanic berlayar. Para peneliti menduga, peristiwa ini turut memicu bencana tersebut.

Kebakaran di Titanic

Pemadam kebakaran J. Dilley menuturkan, Titanic semula berlayar dari Southampton, kota pelabuhan di selatan Inggris, pada 10 April 1912. Sejak hari pertama pelayaran, sudah terjadi kebakaran di kapal yang tidak diketahui penumpang.

"Saya ditugaskan ke Titanic dari Oceanic sebagai pemadam kebakaran. Dari hari pertama kami berlayar, Titanic sudah kebakaran," kata Dilley, dikutip dari buku the Sinking of Titanic yang disunting oleh peneliti Titanic asal Univerisity of Washington, Bruce Caplan.

"Tugas utama saya, dan 11 orang lainnya, adalah memadamkan kebakaran. Tapi tidak banyak kemajuan dari upaya kami," sambungnya.

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi di bunker batu bara nomor 6. Batu bara di bagian atas bunker dalam kondisi lembab, tetapi yang di bagian bawah dalam kondisi kering.

"Batu bara kering di dasar tumpukan ini terbakar hingga beberapa hari. Batu bara yang lembab di bagian atas membuat apinya tidak menjalar lebih jauh," kata Dilley.

"Dua juru api dari tiap jadwal jaga diharuskan membantu memadamkan api. Juru api bekerja selama 4 jam, jadi kami berdua belas memadamkan api sejak kami berangkat dari Southampton hingga menabrak gunung es," sambungnya.

Dilley menuturkan, karena kebakaran terus berlangsung, juru api menuturkan bahwa mereka sepertinya harus mengosongkan bunker batu bara tersebut setelah menurunkan penumpang di New York, Amerika Serikat. Di sana, mereka lalu akan meminta bantuan kapal pemadam kebakaran.

"Para juru api sadar dengan risikonya, tetapi para petugas kapal meminta kami tutup mulut--mereka tidak mau memperingatkan penumpang," tuturnya.

Penuturan senada tentang kebakaran di kapal Titanic juga disampaikan para juru api dalam New York Tribune, sesaat setelah para penyintas kecelakaan sampai di darat.

Tertabrak di Dekat Bunker yang Terbakar

Sejumlah foto Titanic saat berlayar diperoleh sekitar tahun 2013. Foto-foto tersebut tersimpan di loteng saudara direktur Harland & Wolff, perusahaan yang membangun kapal Titanic.

Foto-foto Titanic tersebut merupakan hasil foto kepala insinyur Harland & Wolff. Dari foto tersebut, para peneliti turut menganalisis apa yang terjadi pada Titanic hingga tenggelam.

Foto-foto menunjukkan corengan hitam sepanjang 9 meter di bagian luar lambung kapal Titanic. Coreng tersebut terletak dekat dengan bagian kapal yang kelak akan menabrak gunung es pada 14 April 1912, seperti dikutip dari Smithsonian Magazine.

Dalam film dokumenter Titanic: The New Evidence (2017) yang tayang di Smithsonian Channel, jurnalis Irlandia Senan Molony menyampaikan bahwa Titanic dan kapal-kapal di masa itu hanya memiliki satu lapis lambung kapal.

Karena bunker yang terbakar berada tepat di samping lambung kapal, maka panas api diduga merusak lambung kapal dan struktur Titanic secara keseluruhan.

Ia menuturkan, sejumlah arsitek kapal tidak tahu apa coreng tersebut sesungguhnya. Beberapa menduga bahwa noda hitam panjang tersebut adalah bayangan, tetapi tidak ada dok atau jalan di pesisir yang bayangannya bisa terpantul ke lambung kapal.

Namun, menurut para insinyur dari Imperial College London, coreng hitam tersebut kemungkinan disebabkan oleh kebakaran di bunker batu bara Titanic. Ruangan tiga tingkat itu menyimpan berton-ton batu bara yang akan jadi bahan bakar kapal.

"Ahli metalurgi menjelaskan, ketika temperatur besi lambung kapal setinggi itu (diperkirakan hingga 1.000 °C), maka akan jadi lebih rapuh dan berkurang kekuatannya hingga 75 persen," tutur Molony pada The Times.

Di sisi lain, ia merasa pengadilan mengecilkan bahaya kebakaran ini.

Pengadilan untuk kasus Titanic saat itu menilai bahwa kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran kecil dan bukan hal yang jarang terjadi di kapal uap pada masa itu. Karena kebakaran bunker batu bara tersebut dinilai tidak berisiko merusak struktur kapal, maka juru api diminta memadamkannya seraya kapal terus berlayar.

Kebakaran dan Kecepatan Kapal Titanic

Sementara itu, kebakaran juga diduga menyebabkan kecepatan kapal kian tinggi justru ketika mendekati gunung es.

Insinyur mesin dan dirgantara Ohio State University Robert Essenhigh menuturkan, Titanic diketahui berlayar lebih cepat dari yang seharusnya saat menabrak gunung es. Ia berpendapat, kecepatan kapal yang janggal tersebut bisa jadi merupakan upaya para petugas kapal untuk memadamkan kebakaran.

Ia menjelaskan, saat petugas menyekop batu bara untuk memadamkan kebakaran, batu bara tersebut dipindahkan ke bagian 'ketel' mesin uap . Akibatnya, laju kapal menjadi kian cepat dari yang seharusnya melambat, seperti dikutip dari Science Alert.

Pada 15 April 1912 pukul 02.20, buritan Titanic tenggelam ke dalam lautan. Tekanan air diduga menyebabkan buritan yang masih memiliki udara di dalamnya meledak saat tenggelam.

Kapal Carpathia datang pada 03.00 dini hari, mengangkut 705 penyintas kecelakaan Titanic. Sementara itu, ratusan orang yang belum mendapat kesempatan naik ke sekoci dan kapal penyelamat kedinginan dan meninggal.

Pada 08.30 pagi, kapal Californian yang mengetahui kabar tragedi Titanic pukul 05.30 pagi tiba di lokasi tenggelam. Setelah beberapa jam pencarian, tidak ditemukan korban selamat lainnya. Total 1.500 orang meninggal dalam peristiwa ini.



Simak Video "10 Bocah Tewas-9 Lainnya Hilang Usai Kapal Tur Terbalik di Pakistan"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia