Arti Historia Magistra Vitae dan Sosok Pencetusnya

Arti Historia Magistra Vitae dan Sosok Pencetusnya

Anisa Rizki - detikEdu
Jumat, 04 Nov 2022 16:00 WIB
Ilustrasi buku novel
Foto: Pixabay/DariuszSankowski/ilustrasi bahasa
Jakarta -

Sejarah memiliki arti penting dalam sebuah kehidupan. Keberadaan sejarah membantu manusia untuk belajar dan menjadi lebih baik ke depannya. Bahkan, dalam pidato Ir Soekarno pada HUT RI ke-21, muncul semboyan populer "Jas Merah" yang artinya Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.

Berkaitan dengan itu, ada juga ungkapan latin mengenai pentingnya sejarah, yaitu Historia Vitae Magistra. Ungkapan tersebut digunakan oleh seorang filsuf Yunani, Marcus Tullius Cicero.

Lantas, apa arti dari Historia Magistra Vitae?

Arti Historia Magistra Vitae

Historia Magistra Vitae mengandung arti sejarah adalah guru terbaik dalam kehidupan, seperti dikutip dalam buku Di Tepi Amu Darya yang ditulis oleh Teguh Santosa. Ungkapan latin itu diambil dalam buku Marcus Tullius Cicero yang berjudul De Oratore.

Pencetus ungkapan tersebut merupakan seorang orator, filsuf, dan sastrawan yang mengembangkan gaya prosa dalam karya-karyanya. Ia juga memiliki peran penting dalam kehidupan Republik Roma, seperti apa sosoknya?

Sosok Cicero, Pencetus Ungkapan Historia Magistra Vitae

Pria yang akrab disapa Cicero itu lahir di Arpinum, Republik Romawi Lazio pada 3 Januari 106 SM. Ia merupakan seorang tokoh periode terakhir Stoa Romawi.

Selain dikenal sebagai filsuf, ternyata Cicero juga seorang negarawan yang berusaha menegakkan prinsip-prinsip republik atau pemerintahan oleh rakyat. Ia menganggap etika warga negara sama pentingnya dengan sistem politik.

Bahkan, Cicero menekankan bahwa negarawan memelihara negaranya dengan keputusan bijaksana dan contoh moral. Berdasarkan buku The Greatest Philosophers karya Kumara Ari Yuana, filsuf Yunani terkenal ini menghabiskan hidupnya dengan mempelajari filsafat.

Cicero banyak menjalin persahabatan dengan para filsuf terkemuka. Setelah pensiun, ia berkecimpung di banyak kegiatan politik hingga akhirnya memutuskan untuk mengabdikan sisa hidupnya menerjemahkan banyak literatur Yunani ke dalam bahasa latin.

Karya-karya Cicero

Sejumlah karya besar yang dibuat oleh Cicero adalah In Verrem, In Catilinam I-IV, Philippicae, De Oratore, De Re Publica, De Legibus, De Finibus, De Natura Deorum dan De Officiis. Hampir semua karyanya dihasilkan pada dua tahun terakhir sebelum kematiannya.

Sumbangan terbesar Cicero dalam bidang filsafat adalah penerjemahan karya-karya literatur seperti yang dijelaskan sebelumnya. Hingga kini, pengaruh bahasa latin terhadap ilmu pengetahuan sangat kental dengan penggunaan bahasa latin.

Nah, itulah pembahasan mengenai arti ungkapan latin Historia Magistra Vitae beserta sosok pencetusnya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan detikers ya!



Simak Video "Kota Tua, Liburan Seru di Salah Satu Ikon Ibu Kota, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia