Berapa Umur Galaksi Bima Sakti?

Berapa Umur Galaksi Bima Sakti?

Kristina - detikEdu
Minggu, 23 Okt 2022 20:00 WIB
Galaksi Bima Sakti
Galaksi Bima Sakti. Foto: Chinese Academy of Science
Jakarta -

Galaksi Bima Sakti adalah galaksi spiral besar tempat di mana Tata Surya termasuk Bumi berada. Para ilmuwan memprediksi Galaksi Bima Sakti saat ini telah berusia 13,6 miliar tahun, sedangkan alam semesta berusia 13,8 miliar tahun.

Melansir Space Place NASA, Minggu (23/10/2022), mayoritas galaksi berusia antara 10 miliar hingga 13,6 miliar tahun. Para astronom menggunakan cahaya untuk mempelajari benda-benda langit, termasuk menentukan umurnya.

Cahaya selalu bergerak dengan kecepatan tertentu. NASA menyebutnya hampir 186.000 mil atau sekitar 300.000 kilometer per detik. Artinya, cahaya tersebut dapat menempuh jarak sekitar 6 triliun mil atau sekitar 10 triliun kilometer dalam satu tahun Bumi.

Diameter dan Tebal Galaksi Bima Sakti

Satuan jarak untuk menyatakan tahun astronomis ini biasa disebut sebagai tahun cahaya. Menurut Las Cumbres Observatory, Galaksi Bima Sakti berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya dan tebalnya hanya 1000 tahun cahaya.

Sama halnya dengan Bumi yang mengorbit Matahari, Tata Surya mengorbit pusat Galaksi Bima Sakti. Tata Surya membutuhkan waktu sekitar 250 juta tahun untuk menyelesaikan satu kali revolusi, meskipun meluncur melalui ruang angkasa dengan kecepatan sekitar 515.000 mph (828.000 km/jam), seperti dilansir Space.

Menurut para ilmuwan, terakhir kali Bumi berada di posisi tersebut saat dinosaurus baru saja muncul dan mamalia belum berevolusi.

Masih dalam situs Space, di pusat Bima Sakti terdapat lubang hitam supermasif bernama Sagitarius A. Dengan massa yang setara empat juta Matahari, lubang hitam yang ditemukan pada tahun 1974 ini dapat diamati di langit dengan teleskop radio yang dekat dengan konstelasi Sagitarius.

Selain itu, ada banyak benda-benda di galaksi yang berputar-putar dalam ruang angkasa. Di sekelilingnya terdapat wilayah padat debu, gas, dan bintang yang disebut tonjolan galaksi.

Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA), di Galaksi Bima Sakti sendiri, tonjolan tersebut berbentuk seperti kacang yang berukuran 10.000 tahun cahaya.

Alasan di Balik Nama Galaksi Bima Sakti

American Museum of Natural History (AMNH) menyebut, rumah galaksi kita disebut Bima Sakti atau dalam bahasa Inggris Milky Way, karena penampakannya berwarna putih susu saat membentang di langit malam. Dalam mitologi Yunani, pita susu ini muncul karena dewi Hera menyemprotkan susu ke langit.

Sejumlah negara menyebut Galaksi Bima Sakti dengan istilah yang berbeda-beda. Di China misalnya disebut "Silver River" dan di Gurun Kalahari di Afrika Selatan disebut "Backbone of Night".



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Temuan Menarik Tentang Bintang di Galaksi Bima Sakti"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia