Kisah Tobatnya Pembuat Berhala Terkemuka dari Bani Salamah

Kisah Tobatnya Pembuat Berhala Terkemuka dari Bani Salamah

Rahma Harbani - detikEdu
Sabtu, 22 Okt 2022 05:00 WIB
Ilustrasi unta
Ilustrasi. Kisah tobatnya pembuat berhala terkemuka dari Bani Salamah. (Thinkstock)
Jakarta -

Amr bin al Jamuh, seorang pemuka dan tokoh Bani Salamah yang pandai membuat berhala untuk disembahnya, akhirnya memilih untuk meninggalkan berhala-berhala tersebut dan memilih Islam. Hal ini dilatarbelakangi dari gerakan pemuda Yatsrib dalam memusnahkan berhala-berhala.

Gerakan pemuda tersebut diikuti oleh Mu'adz bin Jabal, salah seorang sahabat nabi dengan kecerdasan dan kecakapan unggul dibandingkan dengan teman sebayanya. Mu'adz dan teman-temannya yang lain membuat gerakan sembunyi ataupun terang-terangan untuk menghancurkan segala berhala di Madinah, termasuk milik Amr bin al Jamuh.

Diceritakan dalam Sirah 65 Sahabat Rasulullah karangan Dr. Abdurrahman Ra'fat Al-Basya, Amr bin al Jamuh selalu menjaga kebersihan berhalanya dengan memakaikan pakaian sutera hingga memberi wewangian setiap pagi. Hingga suatu malam, kelompok Mu'adz dan teman-temannya, menghampiri rumah Amr bin al Jamuh dan mengambil berhalanya.

Kelompok pemuda itu melemparkan berhala milik Amr bin al Jamuh ke dalam sebuah lubang tempat pembuangan sampah dan kotoran. Letaknya tidak jauh dari belakang perumahan Bani Salamah.

Pagi harinya, Amr bin al Jamuh pun menyadari ketidakberadaan berhala yang sangat dijaganya. Ia pun mencari berhala tersebut yang pada akhirnya ditemukan sedang tertelungkup dan tenggelam di antara sampah maupun kotoran.

Amr bin al Jamuh berseru, "Celakalah kalian, siapa yang berbuat begini kepada Tuhan kami tadi malam?!"

Setelahnya, Amr bin al Jamuh pun seketika mengambil berhalanya kembali dan segera memandikannya. Tidak lupa ia memberikan wewangian setelah ia sampai di rumah.

Amr bin al Jamuh pun berkata pada berhalanya yang bernama Manat, "Ya Manat, kalau saja aku tahu siapa yang telah berbuat kepadamu, pasti akan aku siksa dia!"

Malam pun kembali tiba, Amr bin al Jamuh sudah tertidur pulas. Lagi-lagi, kelompok Mu'adz menjalankan aksinya seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya. Hal ini pun membuat Amr bin al Jamuh mencari berhalanya lagi keesokan paginya.

Berhala Amr bin al Jamuh kali ini ditemukan di lubang yang lain, namun sama seperti sebelumnya, dalam keadaan kotor. Amr bin al Jamuh pun kembali memandikan hingga membersihkan berhalanya sekaligus mengancam siapapun yang melakukan hal ini pada berhalanya.

Kejadian ini terus berulang tiap malamnya. Berhala Amr bin al Jamuh selalu ditemukan di lubang kotoran keesokan paginya dan ia kembali memandikannya. Hingga akhirnya, Amr bin al Jamuh pun menggantungkan sebuah pedang pada berhalanya.

Ia berkata pada berhalanya, "Aku tidak tahu siapakah yang telah berbuat ini kepadamu, seperti yang engkau lihat. Jika engkau memiliki kebaikan, ya Manat, maka jagalah dirimu dan ini pedang aku berikan padamu!"

Amr bin al Jamuh yang sudah menginjak usia senja pun tidur dengan lelap pada malam harinya. Setelahnya, kelompok pemuda sebelumnya masih terus menjalankan aksi mereka namun dengan cara yang berbeda.

Kali ini, mereka mengambil pedang yang tergantung di leher berhala tersebut. Kemudian, mereka mengingatkan berhala milik Amr bin al Jamuh pada leher seekor anjir yang sudah mati. Mereka kemudian meletakkan keduanya pada lubang yang sama.

Amr bin al Jamuh pun terbangun pada keesokan paginya. Ia tidak menyangka berhalanya tetap hilang dan justru menemukannya terikat dengan seekor anjing yang mati pada sebuah lubang penuh kotoran.

Saat itu pula, Amr bin al Jamuh berkata, "Demi Tuhan, kalau benar engkau adalah Tuhan maka engkau tidak akan terikat bersama anjing di dalam lubang,"

Pemuka dari Bani Salamah ini pun akhirnya memilih masuk Islam. Ia meninggalkan kebiasaan lamanya menyembah berhala dan menjalankan keislamannya dengan baik.



Simak Video "Respons Pengacara Habib Rizieq soal Jika Anies Presiden Tetap Larang FPI"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia