Alasan Kucing Bisa Takut Hujan Lebat dan Petir, Pemilik Anabul Cari Tahu Yuk!

Alasan Kucing Bisa Takut Hujan Lebat dan Petir, Pemilik Anabul Cari Tahu Yuk!

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 17 Okt 2022 14:30 WIB
Kucing-kucing di Istanbul
Ilustrasi penyebab kucing takut pada hujan dan petir. Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel
Jakarta -

Apakah kucing detikers bersembunyi saat terjadi hujan lebat dan petir? Kucing yang memiliki fobia dengan badai petir bisa langsung cemas saat mereka mendengar ada hujan deras disertai kilat datang mendekat.

Selain itu, kucing juga dapat merasakan perubahan tekanan udara sebelum dan selama badai atau hujan lebat disertai petir.

Lantas, apa yang membuat kucing bisa takut dengan fenomena alam tersebut?

Alasan Kucing Takut Hujan Disertai Petir

Mengutip dari PetMD, kucing bisa takut dengan hujan berpetir karena suara yang dihasilkan keras, kilatnya terang, dan datang tiba-tiba. Seekor kucing yang fobia akan hal ini akan bereaksi terhadap guntur, kilat, hujan lebat, dan angin kencang.

Sebagian kucing memang merespons suara keras dan tiba-tiba dengan ketakutan, seperti halnya pada kilat. Bahkan kucing telantar, punya pengalaman mendapat kekerasan, dan kucing liar berkemungkinan lebih ketakutan terhadap hujan disertai petir.

Tanda-Tanda Kucing yang Fobia Hujan Petir

Berikut ini beberapa tanda kucing yang takut dengan hujan deras, kilat, petir, dan guntur:

  • Bersembunyi
  • Gemetar
  • Mengeluarkan air liur
  • Napasnya terengah-engah
  • Tidak bisa diam
  • Panik
  • Suaranya jadi lebih keras
  • Buang air kecil/buang air besar tidak sebagaimana mestinya
  • Nafsu makan berkurang
  • Memperlihatkan perilaku merusak
  • Peningkatan denyut jantung.

Cara Menenangkan Kucing yang Takut Hujan Petir

Apabila membawa kucing fobia ke dokter hewan, umumnya riwayat kucing akan ditanyai. Lalu, mereka juga akan mendapat pemeriksaan fisik lengkap untuk melihat adanya penyakit lain, utamanya jika bertingkah tidak seperti biasanya dalam waktu lama. Selain itu, dokter juga akan memeriksa perubahan jumlah sel darah merah dan/atau putih serta melakukan cek apakah ada peningkatan gula darah.

Selain pengobatan ke dokter hewan, pemilik anabul (anak bulu) bisa melakukan beberapa hal yang bisa menenangkan kucing, contohnya:

  • Menggunakan difuser penenang berbasis feromon kucing
  • Menggunakan rompi kompresi bernama thundershirt yang fungsinya sebagai selimut pengaman untuk menjaga kucing tetap tenang
  • Menciptakan ruang aman yang kecil dan tenang, di mana kucing bisa berlindung dengan selimut/mainan/tempat tidur/makanan favoritnya
  • Meringkuk bersama kucing di ruangan yang tenang, jika kucing tidak mencoba lari atau bersembunyi.


Simak Video "Mengenal Sejarah Hari Kucing Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia