Tak Hanya Manusia, Hewan Juga Mengadopsi Anak yang Kehilangan Induknya

Tak Hanya Manusia, Hewan Juga Mengadopsi Anak yang Kehilangan Induknya

Kristina - detikEdu
Sabtu, 15 Okt 2022 16:00 WIB
Anjing laut yang disebut mirip maung bandung
Anjing laut, salah satu hewan yang mengadopsi anak. Foto: AFP
Jakarta -

Sebuah studi menemukan fakta bahwa hewan juga mengadopsi anak seperti halnya manusia. Para peneliti menyebut, banyak primata mengadopsi anak hewan lain yang kehilangan induknya.

Melansir Science ABC, para ilmuwan yang mempelajari gorila gunung menemukan bahwa ketika seekor gorila muda kehilangan ibu mereka, anggota kelompok yang lain melompat untuk merawat anak-anaknya. Bahkan, simpanse yang lebih tua juga merawat adiknya yang kehilangan induknya.

Tak hanya gorila, anjing laut yang kehilangan induknya akan melanjutkan hidupnya dengan mencari betina yang dapat merawat mereka. Dalam komunitas anjing laut, betina dan anak anjing angkat memiliki hubungan saling menguntungkan.

Mereka umumnya terdiri dari induk anjing laut yang kehilangan anaknya atau anak anjing laut yang kehilangan induknya.

Alasan Hewan Mengadopsi Anak

Menurut perspektif evolusi, semua hewan didesain untuk mewariskan gen mereka ke generasi berikutnya. Alhasil, jika seekor hewan kehilangan anak-anaknya, mereka akan mengadopsi anak dari saudaranya untuk mempertahankan genetiknya. Perilaku ini disebut seleksi kerabat.

Hewan yang hidup berkoloni disebut paling banyak mengadopsi anak. Sebab, mereka bisa saja gagal mengenali dan membedakan anaknya sendiri dengan keturunan hewan lain. Secara naluriah, hewan menyadari pentingnya kelompok besar, terutama untuk mempertahankan diri dari pemangsa.

Hewan Juga Mengadopsi Lintas Spesies

Dalam penelitian yang dilakukan pada 2004 silam, tim peneliti menyaksikan sekelompok monyet capuchin liar mengadopsi bayi marmoset. Mereka menemukan marmoset berkumpul bersama kelompok monyet capuchin.

Para peneliti menyebut, monyet capuchin benar-benar menyesuaikan kekuatan gerakan dan langkah kaki mereka untuk menyeimbangkan dengan marmoet yang masuk dalam kelompoknya. Temuan adopsi marmoset tersebut telah diterbitkan dalam American Journal of Primatology.

Kemudian, pada 2011, sebuah penelitian juga menemukan bahwa sepasang dara laut Kaspia mengadopsi dua anak burung camar paruh cincin. Temuan ini menjadi contoh adopsi antarspesies pertama yang terlihat pada burung air.

Jenis adopsi lintas spesies ini memang jarang ditemukan dan sulit diamati. Dua kasus di atas merupakan contoh adopsi yang tercatat dalam literatur.



Simak Video "Bahagianya T.O.P BIGBANG Usai Adopsi 'Anak' dari Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia