Hewan Terpanjang di Dunia yang Pernah Ditemukan, Capai 120 Meter

Hewan Terpanjang di Dunia yang Pernah Ditemukan, Capai 120 Meter

Kristina - detikEdu
Sabtu, 15 Okt 2022 13:03 WIB
Tangkapan rekaman siphonophores, hewan terpanjang yang hidup di laut dalam lepas pantai Australia Barat.
Tangkapan rekaman siphonophores, hewan terpanjang yang hidup di laut dalam lepas pantai Australia Barat. Foto: Schmidt Ocean Institute
Jakarta -

Peneliti menemukan hewan terpanjang di dunia yang hidup di laut dalam lepas pantai Australia Barat. Mereka memperkirakan panjang hewan tersebut lebih dari 120 meter.

Temuan tersebut dilaporkan pada April 2020 lalu. Tim peneliti yang saat itu berada di atas kapal penelitian Schmidt Ocean Institute (SOI) menangkap rekaman video organisme sejenis ubur-ubur dan karang yang mereka sebut siphonophores.

Dalam rekaman kamera tersebut, siphonophores lebih mirip seutas tali panjang. Menurut laporan Newsweek, makhluk tersebut mungkin terlihat seperti satu organisme, tetapi mereka sebenarnya terdiri dari ribuan individu yang berkumpul membentuk satu kesatuan.

Dengan bantuan laser jarak jauh (ROV), para peneliti memperkirakan bahwa cincin luar siphonophore ini berdiameter 49 kaki atau sekitar 14 meter, sedangkan panjangnya lebih dari 120 meter atau mungkin 390 kaki (118 meter).

Hewan terpanjang yang pernah ditemukan ini adalah predator laut dalam yang menunggu hewan malang menyentuh sel penyengat yang ditemukan pada beberapa klona khusus mereka. Klona adalah kumpulan sel turunan dari sel induk tunggal dengan reproduksi aseksual.

Anggota individu yang yang membentuk koloni siphonophore disebut 'zooid'. Zooids ini tidak dapat bertahan hidup sendiri, tetapi bersama-sama, mereka menjadi siphonophore yang berserabut dan menyengat.

Tidak semua zooids yang membentuk siphonophore sama meskipun mereka berbagi DNA yang sama. Setiap zooid memiliki peran khusus dalam koloni, ada yang hanya berenang, ada yang makan, ada yang menyengat, dan lain-lain.

Asisten profesor di University of North Carolina Asheville, Rebecca Helm, yang melihat video SOI menyebut siphonophore adalah sejenis jeli yang terdiri dari jutaan klona yang saling berhubungan.

Menurut Helm, beberapa klona yang membentuk siphonophore ahli dalam menangkap mangsa dengan bantuan sel penyengat yang disebutkan di atas. Hewan tersebut memiliki tubuh ramping dengan satu tentakel panjang yang menjuntai seperti pancing bertabur kail.

Meskipun sulit untuk menentukan berapa umur koloni siphonophore, Helm menunjukkan bahwa hewan dalam video itu mungkin berumur puluhan atau mungkin ratusan tahun.

Melansir Science.org, para ilmuwan mengamati hingga 30 spesies baru dan juga melihat cumi-cumi bercahaya, teripang ekor panjang, dan beberapa spesies moluska. Temuan mereka menambah pengetahuan baru tentang kehidupan hewan di laut dalam.



Simak Video "Ratusan Hewan Liar di Kenya Terancam Punah"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia