Langka! Monyet Ini Pilih Diet dan Kurangi Aktivitas saat Paceklik

Kristina - detikEdu
Kamis, 24 Mar 2022 17:30 WIB
Tim peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan Oxford Brookes University menemukan spesies monyet langka di Bolivia yang memiliki metode adaptasi unik. Primata ini memilih diet dan mengurangi aktivitas saat paceklik.
Plecturocebus olallae memilih diet dan mengurangi aktivitas saat paceklik. Foto: Jesús Martínez/Wildlife Conservation Society
Jakarta -

Tim peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan Oxford Brookes University menemukan spesies monyet langka yang memiliki metode adaptasi unik. Primata ini memilih untuk diet dan mengurangi aktivitas saat paceklik.

Ilmuwan menyebutnya sebagai monyet titi Olalla dengan nama latin Plecturocebus olallae. Monyet tersebut ditemukan di hutan Bolivia.

Temuan yang diterbitkan dalam International Journal of Primatology ini telah menunjukkan strategi monyet untuk bertahan di tengah kelangkaan bahan makanan. Kondisi ini memungkinkannya hidup di lanskap hutan sabana di barat daya Llanos de Moxos, lahan basah terbesar di Amazon.

Para peneliti mengamati adanya pergeseran pola makan dari buah-buahan selama musim kemarau ke makanan alternatif seperti biji-bijian, lumut kerak, dan jamur. Kawanan monyet tersebut juga mengurangi aktivitasnya, seperti menjelajah atau mencari makanan.

Melansir Newsroom WCS, salah satu penulis studi, Rob Wallace, mengatakan bahwa temuan ini menggambarkan relevansi pemahaman fleksibilitas ekologi primata dalam menanggapi kekurangan bahan makanan.

Meski demikian, penulis mengatakan bahwa deforestasi dan fragmentasi dalam lingkungan primata endemik dan sangat terancam punah ini harus ditangani. Sebab, mereka mewakili ancaman populasi yang signifikan.

Wallace menyebut, perlu adanya upaya konservasi terlebih dengan meningkatnya penurunan dan hilangnya hutan di wilayah studi. Para peneliti mengamati efek kebakaran yang tidak terkendali di Palo Escrito kemungkinan telah mempengaruhi sebagian besar tepi hutan.

Monyet titi Olalla memang termasuk spesies langka. Berdasarkan laporan dari komunitas lokal Oriente del Yacuma, monyet titi tidak tersebar di mana-mana. Mereka menghuni kawasan hutan yang dekat dengan hutan yang berkesinambungan.

Tim peneliti menyarankan pada penelitian selanjutnya harus dilakukan untuk lebih memahami fleksibilitas ekologis P.olallae yang terbatas pada ekosistem sabana, lingkungan yang menantang bagi primata.



Simak Video "Keterangan Kemenkes soal Kasus Suspek Cacar Monyet di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia