Siapa yang Pertama Kali Mengenalkan Istilah Pancasila? Ini Sosoknya

Siapa yang Pertama Kali Mengenalkan Istilah Pancasila? Ini Sosoknya

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 12 Okt 2022 15:00 WIB
Ilustrasi hari lahir Pancasila
Ilustrasi tokoh yang mengenalkan istilah Pancasila. (Foto: Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Istilah Pancasila pertama kali diperkenalkan Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945. Hal inilah yang menjadi cikal bakal Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni.

Pancasila pertama kali dikemukakan oleh Soekarno dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam sidang tersebut, terdapat tiga tokoh yang memberikan usulan isi Pancasila, yaitu Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno sendiri.

Pada akhirnya, saran dari Moh. Yamin lah yang dipilih sebagai isi Pancasila dengan beberapa perubahan. Pada 18 Agustus 1945, Pancasila resmi ditetapkan sebagai dasar negara lewat sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Istilah Pancasila sebagai dasar negara tidak terbatas pada pedoman tingkah laku saja, tetapi lebih luas dan filosofis karena menjadi dasar dan tujuan hidup masyarakat Indonesia dalam lingkup keluarga, masyarakat, dan negara.

Pancasila juga disebut menjadi filosofische grondslag, yakni falsafah atau pandangan hidup bangsa Indonesia. Dengan demikian, Pancasila adalah cara pikir, cara bertindak, dan cara hidup bangsa Indonesia. Hal ini juga meneguhkan pengertian Pancasila sebagai dasar dan tujuan bangsa Indonesia.

Makna Istilah Pancasila

Istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta. Dalam buku Memahami Pancasila oleh Fais Yonas Bo'a dan Sri Handayani RW, istilah Pancasila sebenarnya pertama kali ditemukan dalam kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca di zaman kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Selain itu, istilah Pancasila ada dalam kitab Sutasoma karangan Empu Tantular.

Dalam kitab Negarakertagama tertulis, istilah Pancasila digunakan pertama kali pada zaman kerajaan Majapahit. Kitab tersebut di antaranya memuat tulisan "Yatnanggegwani Pancasyila Kertatasangkarabhisekakakakrama", yang artinya "raja menjalankan dengan khidmat kelima pantangan (Pancasila) itu, demikian juga dalam berbagai upacara ibadah dan dalam berbagai penobatan.

Sementara itu, menurut kitab Sutasoma, istilah Pancasila mengandung dua arti. Pancasila dengan huruf "i" yang dibaca pendek (Pancasila) berarti berbatu sendi lima. Pancasila dengan huruf "i" dibaca panjang berarti lima tingkah laku utama, atau pelaksanaan kesusilaan yang lima (Pancasila Krama).

Pancasila Krama terdiri dari sila tidak boleh melakukan kekerasan, tidak boleh mencuri, tidak boleh berjiwa dengki, tidak boleh berlaku bohong, dan tidak boleh meminum minuman keras yang memabukkan. Dengan kata lain, istilah Pancasila dalam kitab Negarakertagama dan Sutasoma adalah pedoman tingkah laku.



Simak Video "Kisah Sejarah Jenderal Sudirman, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia