Sosialisasi Politik: Definisi, Cara Kerja, dan Sarana Penyampaiannya

Sosialisasi Politik: Definisi, Cara Kerja, dan Sarana Penyampaiannya

Cicin Yulianti - detikEdu
Senin, 10 Okt 2022 10:30 WIB
KPU Sosialisasikan Situng

KPU RI menggelar Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Penghitung Suara (Situng), Jakarta, Jumat (18/1/2018). Sosialisasi Aplikasi Situng ini dihadiri oleh  Tim Paslon 01 dan 02, Partai Politik serta Stakeholder Kepemiluan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi Hari Pemungutan dan Penghitungan Suara 17 April 2019. Grandyos Zafna/detikcom
Sosialisasi politik. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sosialisasi politik adalah sebuah proses yang menunjukkan sikap-sikap politik atau tingkah laku politik diperoleh suatu masyarakat. Kegiatan sosialisasi politik dapat menjadi sarana sebuah generasi dalam menyampaikan keyakinan politik kepada generasi selanjutnya.

Menurut Richard E. Dawson (1992) dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan karya Rima dkk, definisi dari sosialisasi politik adalah suatu pewarisan pengetahuan, nilai-nilai, dan pandangan-pandangan politik dari orangtua, guru, dan sarana-sarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa.

Sedangkan menurut Ramlan Surbakti (1992) sosialisasi politik merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik anggota masyarakat.

Cara Kerja Sosialisasi Politik

Prof. Dr. Damsar (2010) terdapat lima cara dalam melakukan kegiatan politik, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Imitasi

Imitasi atau peniruan adalah cara kerja suatu sosialisasi politik yang bisa dilakukan oleh anak kecil. Imitasi menjadi proses penyaluran atau transmisi dari nilai-nilai, sikap, pengetahuan, kepercayaan atau harapan dalam aspek politik.

Dalam proses perkembangan seorang anak, tahap imitasi ini menjadi cara pembentukan identitas seorang anak menjadi seseorang. Pihak yang paling mudah ditiru oleh seorang anak adalah orang tua atau keluarganya.

2. Instruksi

Instruksi atau perintah merupakan cara penyampaian sosialisasi politik yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kekuasaan. Instruksi politik biasa ditemukan dalam kehidupan bernegara atau sistem dalam suatu partai politik.

3. Desiminasi

Desiminasi politik kerap dilakukan anggota legislatif dalam menyampaikan agenda politiknya. Contoh dari desminasi ini adalah desminasi pemilihan legislatif, presiden, maupun kepala daerah melalui tatap muka, penyebaran baliho atau pamflet.

4. Motivasi

Motivasi politik adalah mekanisme politik dalam membentuk sikap, perilaku seseorang atau sebuah kelompok. Pihak yang bisa memberikan motivasi politik biasanya adalah mereka yang memiliki derajat kepercayaan lebih tinggi. Misalnya adalah konselor, konsultan, orator, dan sejenisnya.

5. Penataran

Penataran sudah dikenal sejak zaman orde baru di mana terdapat istilah penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Penataran menjadi sarana dalam menyampaikan nilai-nilai, kepercayaan-kepercayaan, sikap, dan pengetahuan yang berdasarkan pancasila.

Sarana Sosialisasi Politik

Dalam berusaha menyampaikan sosialisasi politik, terdapat beberapa sarana yang efektif dalam menyampaikan pesan politik, di antaranya:

· Keluarga atau grup primer dalam membentuk karakter politik dari seorang individu ini menjadi pintu pertama bagi anak mengenal lingkungan politiknya.

· Sekolah merupakan tempat bagi seorang anak membangun kesadarannya tentang dunia politik dan perannya di masyarakat. Sekolah bisa membuka pemikiran seorang anak tentang lembaga politik, hubungan politik, dan lainnya.

· Peer group atau agen sosialisasi yang berisikan kumpulan individu dari lingkungan terdekat ini dapat memengaruhi tindakan hingga kebiasaan seseorang dalam menjalankan kegiatan politik.

· Media massa atau pers merupakan sarana penyampaian sosialisasi politik yang memiliki pengaruh sangat besar. Akan tetapi, informasi terkait politik terkadang disampaikan secara berlebihan karena media massa biasanya membingkai suatu isu dalam perspektif tertentu.

· Pemerintah merupakan agen sosialisasi politik yang juga sekaligus menjalankan peran politiknya. Dalam menyampaikan pesan politik, pemerintah membentuk sistem pendidikan bahkan kurikulum tertentu.

· Partai politik menjadi agen sosialisasi politik yang paling spesifik dibanding agen lainnya. Hal tersebut dikarenakan, partai politik lah yang langsung melaksanakan kegiatan-kegiatan politik dalam praktiknya secara langsung.



Simak Video "Canda Zulhas Ajak 8 Elite Partai Anggota DPR Gabung Koalisi"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia