Apakah Jurrasic Park Bisa Jadi Kenyataan dan Dinosaurus Hidup Kembali?

Apakah Jurrasic Park Bisa Jadi Kenyataan dan Dinosaurus Hidup Kembali?

Trisna Wulandari - detikEdu
Sabtu, 08 Okt 2022 09:00 WIB
Taman rekreasi edukasi bertema Jurassic Park dan dinosaurus di Bangkok, Thailand.
Taman rekreasi dan edukasi dinosaurus di Bangkok, Thailand. Apakah taman dinosaurus Jurrasic Park bisa jadi nyata dan dinosaurus kembali hidup? Foto: Pasti Liberti Mappapa
Jakarta -

Dinosaurus menjadi salah satu hewan purba yang dikenal anak-anak dan orang dewasa masa kini lewat film Jurrasic Park dan produk budaya lainnya. Kendati beberapa taman bermain telah membuat replikanya dengan teknologi dan robotika, apakah Jurrasic Park bisa jadi kenyataan?

Kisah Jurrasic Park dibangun Michael Chricton pertama kali pada akhir 1980-an. Saat itu, ia terinspirasi setelah membaca sebuah karya tulis ilmiah, seperti dikutip dari Live Science.

Dari bacaan tersebut, ia berpikir bahwa mungkin ada cara untuk mendapatkan DNA dinosaurus, menghidupkannya kembali, dan membangun taman hiburan dinosaurus.

Penelitian yang disebut Chricton tersebut berjudul Ultrastructure of 40-Million-Year-Old Insect Tissue oleh George O. Poinar, Jr. dan Roberta Hess. Tulisan tahun 1982 yang diterbitkan di jurnal Science tersebut membahas tentang fosil lalat (Mycetophilidae: Diptera) yang terawetkan di dalam getah pohon (resin) yang mengeras selama sekitar 40 juta tahun.

Dalam resin tersebut, diketahui struktur lalat yang berhubungan dengan serat otot, ribosom, tetesan lipid, retikulum endoplasma, dan mitokondria. Struktur ini disebut bisa termumifikasi secara ekstrem hingga puluhan juta tahun karena dehidrasi inert dan senyawa nira yang berfungsi sebagai fiksatif alami.

Upaya Menuju Jurrasic Park dengan Dinosaurus Hidup

Loncat ke beberapa tahun belakangan, para ilmuwan sedang mencoba mengembalikan hewan yang sudah punah kembali ke muka bumi. Caranya yakni membangun mundur dan memanipulasi model DNA spesies dengan menyunting kode genetik DNA kerabat terdekat dari hewan yang punah.

Salah satu upaya yang tengah berjalan yaitu menggunakan DNA mammoth berbulu yang terawetkan di tanah beku Siberia dari 4.000 tahun lalu. Fragmen kode genetiknya digabungkan dengan gajah yang masih hidup.

Kendati berjarak ribuan tahun, jika upaya menghidupkan kembali spesies yang punah ini berhasil, maka akan menjadi batu loncatan untuk menuju awal Jurrasic Park dengan dinosaurus yang benar-benar-hidup.

Dikutip dari laman Natural History Museum, DNA tertua yang ditemukan saat ini berusia 1 juta tahun. Butuh DNA yang usianya 66 kali lebih tua untuk mencari DNA dinosaurus.

Upaya Menemukan DNA Dinosaurus dan Menghidupkannya

Sebelum membuat Jurrasic Park dengan dinosaurus hidup, peneliti harus mendapat DNA-nya. Ada beragam fosil dinosaurus yang ditemukan sehingga menjadi petunjuk bentuk, ukuran, fitur unik, dan waktu hidup dinosaurus. Namun, bahan organiknya sudah hilang.

Peneliti AS dan China pada 2020 melaporkan temuan tulang rawan yang diyakini mengandung DNA dinosaurus pada karya tulis Evidence of Proteins, Chromosomes and Chemical Markers of DNA in Exceptionally Preserved Dinosaur Cartilage di laman National Science Review, Oxford Academic.

Penelitian ini berargumentasi, tulang rawan Hypacrosaur di Periode Creataceous berusia lebih dari 70 tahun. Kalsifikasi dan menjadi fosil mungkin melindungi bagian dalam sel. Namun, para ahli paleontologi skeptis atas temuan ini karena menilai protein dalam molekulnya tidak bisa bertahan selama jutaan tahun.

Ahli paleontologi Jack Horner, sosok yang menjadi sumber inspirasi tokoh Alan Grant di Jurrasic Park, menuturkan bahwa perlu lebih banyak material agar dinosaurus bisa kembali hidup. Contoh, jika digabung dengan telur unggas masa kini, mungkin tidak cocok menggantikan telur dinosaurus yang pada dasarnya jauh lebih besar.

Untuk itu, di laboratoriumnya, Horner sendiri berupaya bermain dengan gen atavistik, yaitu gen kuno yang kadang muncul setelah hilang karena evolusi, seperti dikutip dari How It Works.

Ia menuturkan, lab lain umumnya meneliti kepala hingga lengan dinosaurus, sementara ia tengah meneliti ekor.

"Kita punya potensi menghasilkan hewan yang punya kepala seperti dinosaurus, dengan gigi, dan kita mampu membalikkan (evolusi) dari sayap menjadi lengan dan tangan. Kita tahu kita mampu, tetapi sekarang masih berkutat memperbaiki ekor," katanya.

Bagaimana detikers, tertarik melihat dinosaurus hidup kembali dan bermain di Jurrasic Park?



Simak Video "Kerangka Dinosaurus Kecil Dijual, Tingginya 1,3 Meter"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia