Cara Gas Air Mata Bekerja dalam Tubuh, Jarang Mematikan tapi ....

Cara Gas Air Mata Bekerja dalam Tubuh, Jarang Mematikan tapi ....

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 03 Okt 2022 12:00 WIB
Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA dan Penjelasan Polisi
Ilustrasi cara kerja gas air mata pada tubuh manusia. Foto: AFP via Getty Images/STR
Jakarta -

Gas air mata bekerja dengan cara mengaktifkan reseptor rasa sakit dalam tubuh. Ahli anestesi dari Duke University, Sven-Eric Jordt pernah memaparkan proses mengenai hal ini.

Jordt telah mempelajari gas air mata selama lebih dari satu dekade, tetapi menurutnya istilah gas air mata kurang tepat. Dia berpendapat, istilah gas rasa sakit lebih tepat digunakan.

"Karena benda ini langsung mengaktifkan reseptor rasa sakit," ungkapnya, dikutip dari Scientific American.

Gair mata dikatakan menyebabkan sensasi rasa sakit seperti terbakar di area mata, kulit, paru-paru, dan mulut, atau di mana saja yang disentuhnya. Berbagai sensasi ini terjadi sebelum seseorang mengeluarkan air mata, tersedak, dan lendir hidung keluar.

Cara Kerja Gas Air Mata dalam Tubuh

Jordt menerangkan, seluruh jenis gas air mata memicu dua reseptor rasa sakit bernama TRPA1 atau TRPV1. Benda ini juga bisa diklasifikasikan menjadi dua kategori umum berdasarkan jenis reseptor yang diaktifkan.

Golongan pertama yang mengaktifkan TRPA1 turut mencakup gas air mata CS. Gas air mata pengaktif TRPA1 memiliki komponen klorin yang sewaktu berembus di udara akan menjadi partikel halus.

Jordt mengatakan unsur tersebut betul-betul tersebar, menempel pada kulit atau pakaian, dan bertahan sementara waktu. Secara kimiawi, CS bereaksi dengan biomolekul dan protein pada tubuh manusia, yang kemudian menyebabkan sensasi terbakar yang akut.

Jarang Mematikan, tapi...

Meski jarang mematikan, Jordt mengatakan kematian bisa terjadi dalam kasus di mana gas air mata digunakan dengan cara yang tidak tepat, seperti ditembakkan langsung ke kerumunan dan menyebabkan cedera kepala, tubuh atau digunakan di dalam ruang terbatas di mana orang tidak dapat melarikan diri.

Selain itu, anak-anak berisiko tinggi mengalami cedera karena gas air mata CS.

Dia menguraikan, "Mereka lebih pendek dan ada peningkatan konsentrasi di dekat tanah. Mereka juga memiliki permukaan tubuh dan paru-paru yang lebih kecil sehingga potensi cedera lebih tinggi."

Selain CS, ada dua jenis gas air mata pengaktif reseptor TRPA1 yang biasanya digunakan untuk mengendalikan kerusuhan, yaitu CR dan CN. Ahli anestesi itu mengatakan keduanya ini lebih kuat daripada CS.

Kemudian, ada lagi golongan gas air mata lain, yakni semprotan merica yang mengaktifkan reseptor nyeri TRPV1. Senyawa yang berfungsi dalam semprotan merica adalah capsaicin.

Ilmuwan Kesehatan Masyarakat dari University of California, Berkeley, Rohini Haar juga pernah menjelaskan, efek jangka panjang dari segala macam jenis gas air mata tidak diketahui dengan cukup baik. Utamanya, apabila terkait dengan paparan yang jarang dan singkat.

Namun, Haar telah mempelajari penduduk kamp Aida dan Dheisheh di Tepi Barat, Palestina yang melaporkan kesusahan bernapas kronis serta ruam dan nyeri, yang berkaitan dengan gas air mata secara mingguan.

"Dan ada bukti bahwa gas air mata bisa menyebabkan trauma emosional yang akan berdampak jangka panjang," jelasnya.

Menimbang risiko cedera dan kerusakan, Haar berpendapat bahwa nyaris tidak ada skenario di mana penggunaan gas air mata cukup masuk akal untuk mengendalikan kerumunan.

"Satu hal yang semakin kita lihat sekarang adalah gas air mata yang menyebabkan kepanikan, kekacauan, dan kericuhan. Ada kematian massal akibat terinjak-injak karena gas air mata digunakan," ujarnya.

Pada 2015, polisi menembakkan gas air mata di sebuah stadion sepak bola di Mesir dalam upaya memadamkan kegaduhan para penggemar. Sebanyak dua puluh lima orang meninggal karena mati lemas atau terinjak yang lainnya.



Simak Video "Muncul Petisi Setop Penggunaan Gas Air Mata Usai Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia