Hadapi Ancaman Resesi 2023, Pakar UGM Sarankan Hal Ini

Hadapi Ancaman Resesi 2023, Pakar UGM Sarankan Hal Ini

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Sabtu, 01 Okt 2022 17:00 WIB
Apa Langkah yang Perlu Diambil Indonesia untuk Redam Dampak Resesi?
Resesi. Foto: DW (News)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa ekonomi dunia akan mengalami resesi pada 2023.

Dalam kaitannya, I Wayan Nuka Lantara Ph.D., selaku Pengamat Perbankan, Keuangan, dan Investasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) turut menyampaikan pendapatnya. Ia menganggap bahwa resesi yang akan terjadi di masa depan akibat lonjakan inflasi sebagai dampak dari konflik Rusia-Ukraina.

Peningkatan inflasi tersebut diikuti oleh kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral di negara Eropa dan Amerika dengan menaikkan tingkat bunga acuan yang akan berdampak juga pada kebijakan yang diambil bank sentral di negara lainnya.

Lebih lanjut Wayan menuturkan, ketika bunga acuan meningkat maka biaya modal dan bunga kredit yang akan ditanggung bisnis juga ikut naik.

Alhasil, dampak lanjutannya diikuti oleh mata uang lokal yang melemah terhadap mata uang asing. Jika suatu negara memiliki banyak pinjaman dalam mata uang asing baik oleh pemerintah maupun swasta, maka jumlah mata uang lokal yang akan dikeluarkan untuk membayar pinjaman dalam mata uang asing juga meningkat.

"Jika kondisi tidak membaik, maka kombinasi rentetan harga produk yang meroket, inflasi yang meningkat, bunga acuan kredit yang naik, serta pelemahan mata uang lokal pada akhirnya akan berisiko menyebabkan terjadinya krisis ekonomi," ungkap Wayan sebagaimana dikutip dari laman resmi UGM pada Jumat (30/9/2022).

Dengan demikian, Wayan memaparkan sejumlah cara untuk mengelola keuangan pribadi dalam menghadapi ancaman resesi.

Pakar UGM itu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sembari melakukan revisi pada rencana keuangan yang telah dibuat sebelumnya.

Cari Alternatif Tambahan Penghasilan Selain Gaji Tetap

Menurutnya, mempersiapkan dana darurat perlu dilakukan bersamaan dengan upaya pada dua hal lainnya. Upaya yang pertama yaitu mencari alternatif tambahan penghasilan selain dari gaji tetap.

Mencari penghasilan tambahan bisa dengan memanfaatkan hobi melalui berbisnis, berjualan online dan tetap rutin berinvestasi.

Investasi Jadi Cara Efektif Lawan Dampak Inflasi

Mengenai investasi yang dilakukan pada saat ini, di mana situasi tidak menentu, Wayan mengungkapkan bahwa investasi selama ini terbukti jadi cara yang efektif melawan dampak negatif inflasi.

Pilihan investasi yang cocok untuk mengantisipasi terjadinya krisis ekonomi global adalah menggeser bobot dana investasi kita lebih banyak pada aset investasi yang tergolong aman.

Dalam hal ini, Wayan mencontohkan jenis investasi yang aman dilakukan yaitu deposito, emas, dan surat berharga yang diterbitkan oleh negara.

Apabila ingin melakukan investasi di saham, baiknya memilih saham-saham yang bergerak di sektor industri.

"Misalnya saham perusahaan yang bergerak di industri consumer goods, kesehatan, bank, energi dan utilitas," ujar Wayan.

Identifikasi Pos-pos Pengeluaran

Yang kedua, masyarakat harus melakukan identifikasi ulang pada pos-pos pengeluaran. Jangan sampai pengeluaran membengkak.

Pakar UGM itu menjelaskan bahwa masyarakat perlu mencari celah dengan melakukan penghematan pada pos-pos pengeluaran yang dianggap kurang penting atau bisa ditunda.

(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia