Ilmuwan Perkirakan Rasio Semut dan Manusia 2,5 Juta Banding 1 Orang

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 22 Sep 2022 17:00 WIB
red ant in nature, macro shot, ants are an animal working teamwork
Berapa perbandingan jumlah semut dan manusia di Bumi? (Foto: Getty Images/iStockphoto/lamyai)
Jakarta -

Para ilmuwan telah membuat penelitian paling menyeluruh soal populasi semut secara global. Jumlah seluruh semut di dunia diperkirakan ada 20 kuadriliun atau 20.000 triliun.

Apabila dibandingkan dengan jumlah manusia, maka rasionya sekitar 2,5 juta semut per orang di dunia. Maka, masuk akal jika kita melihat semut ada di mana-mana.

Binatang tersebut telah berkembang pesat sejak zaman dinosaurus. Fosil semut tertua yang diketahui, berusia kira-kira 100 juta tahun hingga zaman Kapur.

"Semut memiliki peran yang sangat sentral di hampir setiap ekosistem terestrial," kata ahli entomologi Universitas W├╝rzburg dan University of Hong Kong, Patrick Schultheiss, dikutip dari The Guardian.

Ada lebih dari 12 ribu spesies semut yang diketahui. Pada umumnya berwarna coklat, hitam, atau merah dengan ukuran antara 1 mm sampai 3 cm.

Ekologis serangga yang juga penulis dalam penelitian ini, Sabine Nooten mengatakan biomassa semut lebih tinggi daripada gabungan biomassa hewan liar dan burung. Biomassa mereka 20 persen biomassa manusia.

"Saya menemukan keragaman semut yang luar biasa menarik. Mereka bisa kecil atau besar dan memperlihatkan adaptasi paling aneh," ujar Nooten.

Lebih Banyak Semut di Daerah Tropis

Analisis para peneliti ini adalah berdasarkan 489 studi soal populasi semut yang tersebar di setiap benua di mana para semut tinggal. Daerah tropis adalah rumah untuk lebih banyak semut ketimbang daerah lain, dengan lahan kering memiliki populasi semut lebih banyak daripada daerah perkotaan.

Kembali ke Patrick Schultheiss, dia mengatakan ada bagian dunia tertentu yang hanya memiliki sedikit data sehingga para ilmuwan ini tidak bisa memperoleh data yang dapat diandalkan. Contohnya adalah Afrika.

"Kami telah lama tahu bahwa itu adalah benua yang amat kaya semut, tetapi juga sangat kurang dipelajari," ungkapnya.

Semut pada umumnya hidup dalam koloni. Terkadang terdiri dari jutaan dan terbagi ke dalam berbagai kelompok peran seperti pekerja, tentara, dan ratu.

Para pekerja seluruhnya adalah betina. Mereka merawat ratu yang lebih besar dan keturunannya, memelihara sarang, juga mencari makan. Sementara, semut jantan kawin dengan ratu lalu mati.

Menurut Schultheiss, kebanyakan semut sebetulnya sangat bermanfaat, bahkan bagi manusia.

"Pikirkan jumlah bahan organik yang diangkut, dibuang, didaur ulang, dan dimakan 20 kuadriliun semut. Faktanya semut amat penting demi kelancaran proses biologis sehingga mereka bisa dilihat sebagai insinyur ekosistem.

Mendiang ilmuwan semut yang juga ahli biologi dari Amerika Serikat, E. O. Wilson pernah mengatakan bahwa binatang ini adalah makhluk-makhluk kecil yang menjalankan dunia.



Simak Video "Studi Terbaru Ungkap Perkiraan Jumlah Semut di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia