Manfaat Diciptakannya Semut Menurut Al-Qur'an

Kristina - detikEdu
Jumat, 19 Agu 2022 06:00 WIB
red ant in nature, macro shot, ants are an animal working teamwork
Semut, salah satu makhluk ciptaan Allah SWT. Foto: Getty Images/iStockphoto/lamyai
Jakarta -

Semut termasuk salah satu hewan yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Bahkan, serangga yang terkenal hidup berkoloni ini diabadikan menjadi nama surah (An Naml).

Surah An Naml terdiri dari 93 ayat. Pada ayat ke-18 Allah SWT berfirman:

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ١٨

Artinya: "hingga ketika sampai di lembah semut, ratu semut berkata, "Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya."

Menurut tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI, ayat tersebut menerangkan suatu kisah tentang Nabi Sulaiman AS yang berjalan bersama bala tentaranya di suatu daerah. Menurut Qatadah, daerah tersebut berada di lembah Syam.

Dalam keadaan tersebut, tiba-tiba Sulaiman AS mendengar suara raja semut yang memerintahkan rakyatnya untuk memasuki liangnya masing-masing, agar tidak terinjak oleh Sulaiman AS dan bala tentaranya. Sebab, semut adalah makhluk yang amat kecil sehingga Sulaiman AS dan bala tentaranya tidak melihatnya.

Lebih lanjut Kemenag menafsirkan, ayat ini memperlihatkan adanya komunikasi di antara semut dan kehidupan sosial di bawah kepemimpinan rajanya. Penelitian mengungkapkan bahwa untuk melaksanakan kehidupan sosial yang sangat terorganisasi ini, semut mempunyai kemampuan komunikasi yang canggih.

Menurut buku Anjing Hitam yang Mengingatkan Seorang Syekh karya Ustaz Mahmud Asy-Syafrowi, semut adalah umat ciptaan Allah SWT. Mereka bertasbih dan menyucikan Allah SWT seperti hewan-hewan yang lain.

Imam Al-Ghazali menerangkan dalam Ar-Risalah al-Laduniyyah dan al-Hikmah fi Makhlkuqatillah, manfaat diciptakannya semut dapat menjadi hikmah bagi manusia mengenai pentingnya tolong-menolong dalam melakukan sesuatu.

Ulama besar abad ke-11 ini menjelaskan, para semut akan membantu kawannya apabila mereka tidak kuat membawa apa yang ingin dibawanya atau ketika mereka merasa keberatan.

Selain itu, semut juga diberi ilham menggali rumah-rumahnya di dalam tanah. Mereka memulainya dengan mengeluarkan tanahnya lalu pergi mencari biji-bijian sebagai makanan untuknya.

Semut juga tidak membuat rumah-rumahnya di tempat yang lebih rendah dari tanah. Sebab, mereka takut banjir akan menenggelamkannya.

Manfaat diciptakannya semut ini juga dijelaskan oleh Ridwan Abdullah Sani dalam buku Alquran dan Sains. Ia menerangkan, semut dapat membantu membersihkan sisa remah makanan dan bangkai yang disisakan hewan pemangsa.

Penciptaan semut dan hewan-hewan lain memiliki hikmah masing-masing. Semua makhluk ciptaan-Nya akan mati dan kembali kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam surah Al-An'am ayat 38:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ ۗمَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ ٣٨

Artinya: "Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan."



Simak Video "Studi Terbaru Ungkap Perkiraan Jumlah Semut di Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia