Keadaan Politik dan Keamanan di Masa Orde Lama

Keadaan Politik dan Keamanan di Masa Orde Lama

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Rabu, 21 Sep 2022 07:30 WIB
Sosok Sukarno tak dapat dilepaskan bila bicara kemerdekaan Indonesia. Presiden pertama Indonesia itu juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh dunia
Orde Lama di masa Presiden Soekarno/Foto: Getty Images
Jakarta -

Orde Lama berlangsung sejak tahun 1945-1966. Pada masa itu dijabat Presiden Soekarno. Dalam sejarah peralihan kekuasaan di Indonesia, Soekarno turun dari jabatannya sebagai Presiden Negara Republik Indonesia setelah dikeluarkannya Supersemar (Surat Perintah 11 Maret) kepada Soeharto.

Kondisi Politik dan Keamanan Masa Orde Lama

Menurut para pengamat, pengeluaran Supersemar merupakan pertanda bahwa Indonesia berada di masa peralihan dari Orde lama menuju orde baru, seperti tertulis dalam buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia oleh Adi Sudirman. Adapun salah satu penyebab berakhirnya Orde Lama adalah karena kondisi politik dan keamanan masa Orde Lama yang kacau karena terjadinya Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 memancing reaksi keras dan meluas dari masyarakat. Rakyat Indonesia mengutuk peristiwa yang dilakukan oleh PKI. Demo dilakukan dengan menuntut agar PKI dan organisasi masa lainnya di masa Orde Lama dihapuskan dan tokoh-tokohnya diadili.

Organisasi aksi yang ada di masyarakat menyatu membentuk kesatuan aksi berupa 'Front Pancasila' yang kemudian lebih dikenal dengan Angkatan 66. Angkatan 66 mewakili rakyat Indonesia berupaya melenyapkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam Peristiwa G30S/PKI.

Keadaan politik dan keamanan semakin runyam ketika terjadi konflik di lingkungan angkatan udara. Konflik ini berlangsung cukup lama sehingga turut menjadi penyebab runtuhnya Orde Lama.

Orde Lama kemudian runtuh pada tahun 1966 dan digantikan oleh Orde Baru. Setelah Orde Lama berakhir, masyarakat Indonesia berada di bawah kekuasaan Presiden Soeharto.

Lahirnya Orde Baru

Melansir buku Sejarah karya Drs. Anwar Kurnia dan Drs. H. Moh. Suryana, pada awal tahun kepemimpinan Soeharto, Orde Baru membawa angin segar bagi rakyat Indonesia dengan adanya kehidupan demokrasi. Tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara didasarkan pada Pancasila dan UUD 1944.

Bahkan pemerintahan Soeharto membuat kondisi politik dan sosial negara Indonesia menjadi stabil. Segala hal di permulaan Orde Baru seakan menjanjikan kehidupan yang damai sejahtera pada masa itu.

Di era Orde Baru, Presiden Soeharto menyatakan adanya kedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang sosial budaya, sebagaimana dijelaskan dalam buku Nilai-Nilai Kejuangan oleh Drs. Suyahman dkk.

Tekad tersebut ia lakukan dengan upaya-upaya restrukturisasi di bidang politik dan ekonomi yang sebelumnya porak-poranda.

Proses pembangunan nasional terus dilakukan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Tidak hanya itu, upaya Presiden Soeharto di bidang ekonomi juga tidak sia-sia karena pendapatan perkapita juga meningkat daripada saat Orde Lama.

Namun nyatanya, era Orde Baru tidak tidak lebih baik dari Orde Lama dan tidak seindah yang dibayangkan rakyat Indonesia. Korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tumbuh dengan jaya di masa pemerintahan Presiden Soeharto.



Simak Video "Gerindra Tak Sepakat dengan PDIP Terkait Negara Harus Minta Maaf ke Bung Karno"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia