Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila, Apa Bedanya?

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 01 Jun 2022 18:00 WIB
Kenapa 1 Oktober Disebut Hari Kesaktian Pancasila? Ini Latar Belakangnya
Pahlawan revolusi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Hari Kesaktian Pancasila diperingati pada tanggal 1 Oktober sedangkan Hari Lahir Pancasila diperingati pada tanggal 1 Juni. Sejarah Hari Kesaktian Pancasila diawali dari Gerakan 30 September (G30S). Pemberontakan ini adalah wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.

Pada hari itu, enam Jenderal dan beberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan Pancasila maka upaya penggantian mengalami kegagalan.

Maka atas peristiwa itu, pada tanggal 30 September kemudian diperingati sebagai Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Makna Sakti dalam Hari Kesaktian Pancasila

Melansir dari buku Gereja, Agama-agama & Pembangunan Nasional karya Weinata Sairin peringatan Hari Kesaktian Pancasila dikaitkan dengan peristiwa penting G 30 S/PKI. Hal yang menarik dari peristiwa itu adalah penggunaan rumusan Kesaktian Pancasila.

Sebenarnya apa makna Hari Kesaktian Pancasila, apa arti yang substansial di belakang kata sakti sebelum kata Pancasila?

Di dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), sakti berarti mampu (kuasa) berbuat sesuatu yang melampaui kodrat alam, mempunyai kesaktian; bertuah, dan keramat.

Makna sakti dalam Kesaktian Pancasila adalah dipahami sebagai suatu sikap, pandangan yang menegaskan jika hanya Pancasila saja ideologi negara yang mampu membuat utuh kesatuan bangsa karena memiliki potensi yang kuat sebagai basis pemersatu masyarakat Indonesia yang majemuk.

Pancasila adalah nilai-nilai luhur yang mempersatukan kemajemukan Indonesia akan sangat bergantung pada kemauan serta kemampuan dari setiap anggota masyarakat untuk mengamalkan Pancasila itu sendiri secara konsekuen dan konsisten dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Bedanya dengan Hari Lahir Pancasila

Hari Lahir Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni. Sejarah awal dimulai dari kekalahan Jepang saat perang Pasifik pada Juli 1944. Jepang yang kalah berusaha keras agar memenangkan hati masyarakat Indonesia untuk menjanjikan kemerdekaan.

Mengutip dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Jepang juga membentuk sebuah lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan kemerdekaan tersebut. Lembaga ini dikenal dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1945 di Gedung Chuo Sangi In yang kini dikenal dengan nama Gedung Pancasila. Para anggota sidang BPUPKI membahas mengenai tema dasar negara.

Belum mendapatkan solusi, pada tanggal 1 Juni 1945, Presiden Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan ide serta gagasan terkait dasar negara Indonesia yang bernama Pancasila. Tanggal inilah yang kemudian diputuskan menjadi hari lahir Pancasila.

Dalam gagasannya, Soekarno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia. Kelimanya adalah kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, demokrasi, keadilan sosial, dan Ketuhanan yang Maha Esa.

Rumusan Soekarno tersebut kemudian diterima secara aklamasi oleh anggota BPUPKI. BPUPKI pun membentuk panitia kecil untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut.

Rumusan Soekarno mengenai Pancasila akhirnya diterima oleh anggota BPUPKI, yang kemudian membentuk panitia kecil untuk penyempurnaannya.

Setelah melalui beberapa proses persidangan, akhirnya rumusan Pancasila masuk ke dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan disahkan sebagai dasar negara pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.

Jadi, itulah sejarah dan perbedaan Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila. Jangan sampai tertukar ya detikers!



Simak Video "Hari Lahir Pancasila, Apa Mereka Hafal Pancasila?"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/faz)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia