Palung Mariana Dalamnya Hingga 11 Km, Ada Hewan di Sana?

Palung Mariana Dalamnya Hingga 11 Km, Ada Hewan di Sana?

Rahma Harbani - detikEdu
Minggu, 18 Sep 2022 16:00 WIB
Challenger Deep, titik terdalam Palung Mariana
Palung Mariana sebagai titik terdalam di lautan. Apakah ada hewan yang hidup di sana? (CNN)
Jakarta -

Palung Mariana disebut sebagai titik terdalam di muka bumi. Kedalaman maksimumnya mencapai 10,984 meter atau yang dikenal Challenger Deep. Bahkan ada pengukuran lain dari National Geographic yang mencatat dalamnya hingga 11,034 kilometer.

Saking dalamnya, bahkan puncak Gunung Everest tak cukup mampu mengisi keseluruhan dasar Palung Mariana. Sebab, puncaknya masih sebesar 2,1 kilometer di bawah permukaan laut.

Lantas, apakah ada hewan yang hidup di kedalaman sana?

Hewan yang hidup di kedalaman Palung Mariana hanyalah sekelompok hewan yang berhasil bertahan hidup di lingkungan dengan kegelapan dan tekanan ekstrem. Hal ini didasarkan dari penelitian seorang mahasiswa doktoral dari the Scripps Institution of Oceanography, Natasha Gallo.

Belum lagi, makanan sulit didapat di kedalaman laut tersebut. Sebab, tumbuhan laut jarang ditemukan di ke dasar laut dalam seperti Palung Mariana.

"Plankton mati yang tenggelam dari permukaan juga harus turun ribuan kaki untuk mencapai Challenger Deep," kata Natasha Gallo dikutip dari Live Science.

Untuk itu, beberapa hewan mikroba di laut dalam bergantung pada zat-zat kimia, seperti metana atau belerang. Sementara hewan-hewan lainnya melahap kehidupan laut yang ada di bawah mereka dalam rantai makanan.

Oseanografer Don Walsh dan Jacques Piccard pernah melakukan ekspedisi pertama ke dasar laut pada 1960. Berdasarkan laporan mereka, mereka melihat seekor ikan berbentuk pipih namun tidak sempat didokumentasikan.

Ahli biologi kelautan lainnya berpikir ini mungkin hewan yang dilihat oleh kedua oseonografer tersebut adalah teripang. Lebih lanjut, tidak ada laporan yang menyebutkan ditemukan kehidupan ikan lebih dari kedalaman 8,1 km.

Meski demikian, diketahui ada 3 organisme yang paling umum ditemukan dasar Palung Mariana. Ketiga hewan tersebut adalah Xenophyophores, amphipoda, dan teripang kecil (holothuria).

Hewan golongan amphipoda seperti udang seukuran kelinci. Bagaimana cara mereka bertahan hidup di sana masih sedikit misteri, karena cangkang amphipoda mudah larut dalam tekanan tinggi di Palung Mariana.

Sementara Xenophyophores adalah hewan aneh seukuran piring cawan yang terlihat seperti karang tetapi sebenarnya adalah sel tunggal dengan banyak inti. Cara makannya, mereka akan mengelilingi target dan menyerap makanan dari si target.

Selama ekspedisi Cameron 2012, para ilmuwan juga melihat kumpulan mikroba di Sirena Deep, zona timur Challenger Deep. Gumpalan mikroba ini memakan hidrogen dan metana yang dilepaskan oleh reaksi kimia antara air laut dan batu.

Salah satu predator teratas di kawasan ini adalah vulnerable-looking fish. Pada tahun 2017, para ilmuwan melaporkan, mereka telah mengumpulkan spesimen makhluk yang tidak biasa atau disebut Ikan Siput Mariana yang hidup di kedalaman sekitar 8 kilometer.

Secara kasat mata, tubuh ikan ini mirip bekicot kecil, berwarna merah muda, dan tanpa sisik. Menariknya, hewan kecil tersebut mampu bertahan hidup di lingkungan yang ekstrem.

Bahkan tercatat dalam jurnal Zootaxa tahun 2017, hewan kecil tersebut tampak mendominasi ekosistem ekstrem ini. Mereka adalah sekelompok ikan yang hidup di lautan terdalam dan memangsa hewan-hewan invertebrata di wilayah Palung Mariana.



Simak Video "Korban Tewas Ledakan Tambang di Turki Kini Jadi 41 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia