Bacaan Ayat Kursi dan Kisah Jin yang Mencuri Kurma

Bacaan Ayat Kursi dan Kisah Jin yang Mencuri Kurma

Rahma Harbani - detikEdu
Rabu, 14 Sep 2022 06:00 WIB
Warga mengikuti tadarus Al Quran di Masjid Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (9/4/2022). Tadarus Al Quran yang dilaksanakan sehabis melaksanakan shalat tarawih tersebut rutin digelar pengurus Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin bersama warga setempat untuk meningkatkan amal ibadah saat bulan Ramadhan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.
Ilustrasi. Ayat kursi mengandung sejumlah keutamaan, termasuk bacaan penangkal jin dan setan. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta -

Ayat kursi adalah bacaan yang dinukil dari surah Al Baqarah ayat 255. Sebagaimana firman lain dalam Al-Qur'an, ayat kursi mengandung sejumlah keutamaan di dalamnya. Termasuk diceritakan dalam salah satu kisah yang dinarasikan oleh Al Hafiz Abu Ya'la Al Mausuli berikut.

Kisah Jin yang Mencuri Kurma

Mengutip Tafsir Ibnu Katsir dan Jalalain, kisah yang diceritakan dalam hadits dari Ubay ibn Ka'b ini menjadi bukti ayat kursi sebagai bacaan penangkal gangguan dari jin dan setan. Kisah ini berpusat pada keluarga Ubay ibn Ka'ab.

Saat itu, ayah dari Ubay ibn Ka'b bercerita bahwa dirinya memiliki sebuah wadah besar yang berisikan kurma. Sang ayah selalu menjaganya namun, isinya selalu berkurang tiap kali ia melihat.

Pada malam harinya, ayah Ubay ibn Ka'b tiba-tiba melihat seekor hewan yang bentuknya seperti anak lelaki yang baru berusia baligh. Ubay yang berada di sana juga pun bertanya pada anak lelaki itu, "Siapakah kamu, jin ataukah manusia?"

Anak lelaki itu menjawab, "Jin."

Ubay pun meminta jin tersebut untuk mengulurkan tangannya. Ternyata, tangan sang anak lelaki itu menyerupai kaki anjing berikut juga dengan bulunya.

Ubay kembali bertanya, "Apakah memang demikian bentuk jin itu?"

Jin itu menjawab, "Kamu sekarang telah mengetahui jin, di kalangan mereka tidak ada yang lebih kuat daripada aku,"

Kemudian, Ubay menanyakan pada jin tersebut mengapa mencuri buah kurma yang selalu dijaga oleh ayahnya. Jin itu pun menjawab, "Telah sampai kepadaku bahwa kamu adalah seseorang manusia yang suka bersedekah, maka kami ingin memperoleh sebagian dari makananmu,"

Mendengar hal itu, ayah Ubay lantas angkat bicara dan bertanya, "Hal apakah yang dapat melindungi kami dari gangguan kalian?" Jin itu menjawab, "Ayat ini (ayat kursi),"

Hingga keesokan harinya, ayah dari Ubay bin Ka'b hendak memastikan hal yang didengarkan kepada Rasulullah SAW. Ia pun menceritakan kejadian malam tersebut pada beliau.

Rasulullah SAW bersabda, "Benarlah (apa yang dikatakan oleh) si jahat itu,"

Kisah bacaan ayat kursi sebagai doa penangkal gangguan jin dan setan juga diriwayatkan oleh Imam Hakim dalam Kitab Mustadrak melalui hadits Abu Daud At Tayalisi dari Muhammad ibnu Amr ibnu Ubay ibnu Ka'b. Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini berpredikat shahih.

Setelah mengetahui keutamaan ayat kursi tersebut, ada baiknya muslim juga memahami bacaan lengkap dari ayat kursi. Berikut ulasannya.

Bacaan Ayat Kursi dalam Latin, Arab, dan Artinya

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Bacaan latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya); tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Di samping penangkal gangguan jin dan setan, ayat kursi juga disebut sebagai ayat yang paling agung dalam Al-Qur'an. Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ « يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ. قَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ »

Artinya: Dari Ubay bin Ka'ab, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?" Aku menjawab, "Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum." Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, "Semoga engkau mudah memperoleh ilmu, wahai Abul Mundzir." (HR Muslim)

Mengetahui sebagian keutamaan dari ayat kursi di atas, semoga dapat memotivasi muslim untuk senantiasa merutinkan bacaan ini dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan Allah SWT berkenan meridhoi amalan baik kita, aamiin.



Simak Video "Makna Ayat Suci Al-Qur'an yang Dilantunkan di Pembukaan Piala Dunia 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia