Hasil Penelitian: Anjing Lebih Sering Menangis saat Bersama Pemiliknya, Kenapa?

Hasil Penelitian: Anjing Lebih Sering Menangis saat Bersama Pemiliknya, Kenapa?

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 07 Sep 2022 15:00 WIB
Anjing lucu dan menggemaskan.
Anjing menangis saat bersama dengan pemiliknya. Foto: Anindyadevi Aurellia/detikcom/wikimedia commons.
Jakarta -

Anjing dan manusia memiliki hubungan yang spesial. Hewan ini menjadi salah satu yang paling digemari sebagai peliharaan, di samping kucing, burung, ikan, dan beberapa binatang lainya.

Dalam sebuah penelitian baru di jurnal Current Biology edisi 22 Agustus, dikatakan bahwa mata anjing kerap berkaca-kaca ketika mereka kembali bertemu dengan para pemiliknya. Meski begitu, air mata yang keluar adalah air mata yang menunjukkan emosi positif.

Anjing Mengeluarkan Air Mata Saat Bersama Pemiliknya

"Kami menemukan bahwa air mata yang dikeluarkan oleh anjing, berhubungan dengan emosi positif," ungkap Takefumi Kikusui dari Azabu University, mengutip dari Science Daily.

Tim Kikusui menemukan oksitosin sebagai mekanisme yang mungkin mendasarinya. Kikusui dan rekan-rekannya melakukan penelitian ini setelah satu dari dua anjing pudelnya memiliki anak enam tahun yang lalu.

Kikusui melihat, ketika anjing tersebut mengasuh anak-anaknya, maka akan mengeluarkan air mata atau berkaca-kaca. Namun, air mata tersebut memang tidak jatuh seperti yang kerap terjadi pada manusia.

"Hal itu memberiku ide bahwa oksitosin mungkin dapat meningkatkan air mata," kata Kikusui.

Dia menjelaskan, oksitosin dikenal sebagai hormon cinta. Para peneliti ini juga mengetahui dari observasi yang sebelumnya bahwa oksitosin dilepaskan oleh anjing maupun pemiliknya selama mereka bersama-sama. Oleh sebab itu, mereka pun membuat eksperimen reuni dan mengamati apakah hal ini yang menyebabkan anjing mengeluarkan air mata.

Pertama, para ilmuwan itu mengukur volume air mata anjing, sebelum dan sesudah mereka kembali dengan pemiliknya. Dalam hal ini mereka menemukan, volume air mata memang naik saat para anjing tersebut kembali bersama manusia yang mereka kenal, bukan dengan orang-orang yang tidak mereka kenal.

Ketika oksitosin ditambahkan ke mata anjing, volume air mata mereka juga meningkat. Temuan ini mendukung gagasan bahwa, pelepasan oksitosin menjadi alasan diproduksinya air mata anjing ketika mereka dan pemiliknya kembali bersama.

Kikusui dan timnya juga meminta para responden menilai gambar wajah anjing yang memiliki air mata dan tanpa air mata buatan. Rupanya orang-orang memberi tanggapan lebih positif saat melihat anjing dengan mata berkaca-kaca. Ini menunjukkan bahwa produksi air mata anjing membantu menjalin hubungan yang lebih kuat antara mereka dan pemiliknya.

"Kami belum pernah mendengar tentang penemuan di mana hewan meneteskan air mata pada situasi yang menyenangkan, seperti bersatu kembali dengan pemiliknya. Dan kami semua senang bahwa ini akan menjadi yang pertama di dunia!" kata Kikusui.

Dalam konteks penelitian ini, tampaknya anjing mengeluarkan air mata dalam situasi yang dinilai bahagia oleh manusia. Namun, para ilmuwan belum menguji apakah anjing juga mengeluarkan air mata sebagai respons emosi negatif. Mereka pun belum tahu, apakah anjing mengeluarkan air mata saat mereka kembali bersama dengan anjing lain.

"Dalam proses ini (ikatan anjing dengan manusia), ada kemungkinan anjing yang menunjukkan mata berkaca-kaca saat berinteraksi dengan pemiliknya, akan lebih dirawat oleh pemiliknya," demikian Kikusui.



Simak Video "Penampakan 2.500 Anjing Laut yang Mati Misterius di Pantai Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia