4 Tips Mengurangi Overthinking dari Dosen UM Surabaya

4 Tips Mengurangi Overthinking dari Dosen UM Surabaya

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Jumat, 26 Agu 2022 11:00 WIB
depressed Asian woman in deep many thoughts, having problem with over thinking
Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

Bicara tentang overthinking, pasti banyak yang pernah mengalami atau bahkan sedang mengalaminya. Berpikir merupakan bagian dari pengalaman hidup manusia, namun jika berpikir secara berlebihan atau overthinking, tentunya menjadi pertanda ada sesuatu yang tidak beres di dalam diri seseorang.

Biasanya, overthinking muncul saat seseorang sedang dalam kondisi cemas atau khawatir. Dikutip dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) pada Kamis (25/8/2022), overthinking merupakan suatu alarm yang jadi mekanisme perlindungan diri otomatis.

Alarm itu muncul ketika seseorang berada dalam situasi tertentu yang berfokus pada masalah nyata seperti kesehatan, keuangan, jodoh, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Dosen Keperawatan Jiwa UM Surabaya, Uswatun Hasanah mengatakan tidak ada salahnya saat seseorang berpikir tentang suatu hal dan menginginkan yang terbaik untuk dirinya. Namun, jika terus-menerus dipikirkan tanpa mengambil langkah pasti dan menimbulkan kecemasan berlebih, itu akan menjadi hal yang tidak baik.

"Meskipun berpikir berlebihan atau overthinking bukan merupakan gangguan mental, namun sering overthinking juga dapat menyebabkan stres berkepanjangan yang akhirnnya dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan mempengaruhi kesejahteraan seseorang," kata Uswatun.

Bersamaan dengan itu, dosen Keperawatan Jiwa UM Surabaya tersebut juga memaparkan sejumlah tips untuk mengurangi overthinking. Simak informasinya di bawah ini.

Tips Kurangi Overthinking untuk Minimalisir Stres

1. Kenali penyebab overthinking

Tips pertama yang perlu dilakukan saat seseorang mengalami overthinking yaitu kenali penyebab dan gejalanya. Hal itu jadi kunci utama untuk mengurangi kebiasaan overthinking, sebab ketika situasi yang sama kembali terjadi maka kita akan terhindar dari overthinking dan dapat merespons secara tepat.

2. Lakukan distraksi

Selanjutnya, ketika didera overthinking yang berlebih ada baiknya seseorang melakukan distraksi. Biasanya, distraksi dapat dilakukan dengan beraktivitas, seperti menekuni hobi atau berolahraga.

3. Terapkan teknik relaksasi nafas

Selain itu, bisa juga menerapkan teknik relaksasi nafas untuk mengurangi overthinking. Teknik tersebut akan membuat seseorang merasa lebih nyaman, caranya bisa dengan meletakkan tangan pada perut lalu bernafas secara teratur dan perlahan.

"Tarik napas melalui hidung tahan selama 3 detik kemudian tiupkan melalui mulut, rasakan perut dan dada bergerak secara perlahan sembari memikirkan hal-hal yang menyenangkan. Latihan ini dapat diulangi 3 kali dalam sehari selama 5 menit saat pikiran menganggu muncul," papar Uswatun.

4. Memutus pikiran negatif

Tips yang terakhir dalam mengurangi overthinking yaitu memutus pikiran negatif dengan teknik penghentian pikiran (thought stopping). Thought stopping ini adalah strategi memblokir pikiran yang mengganggu atau tidak diinginkan.

Nantinya, pada teknik tersebut kita akan mengganti pikiran dengan yang lebih adaptif. Salah satu langkah thought stopping yang bisa dilakukan yatu mencari lokasi yang nyaman untuk relaksasi nafas. Setelah itu atur timer sekitar 1-2 menit untuk memikirkan hal-hal yang mengganggu.

Jika alarm mulai berbunyi, katakan pada diri sendiri untuk berhenti dan mengarahkan pikiran ke sesuatu yang lebih positif sambil melakukan relaksasi nafas.

Nah, itulah sejumlah tips untuk mengurangi overthinking dari dosen UM Surabaya. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat ya detikers!



Simak Video "Eksklusif Marion Jola dan 'Overthinking'-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia