Cara Malaikat Maut Mencabut Nyawa di Berbagai Wilayah dalam Satu Waktu

Kristina - detikEdu
Jumat, 19 Agu 2022 05:00 WIB
Angel of death with soul in hands in the dark
Ilustrasi Malaikat Maut saat mencabut nyawa. Foto: Getty Images/iStockphoto/sqback
Jakarta -

Ada suatu kisah yang menceritakan dialog antara Nabi Ibrahim AS dan Malaikat Izrail. Kala itu, bapak para nabi ini bertanya mengenai cara Malaikat Maut saat mencabut nyawa.

Kisah tersebut diceritakan Asy'ats bin Aslam, Ibnu Abbas RA, dan lainnya sebagaimana ditulis oleh Musthafa Murad dalam buku Dialog Malaikat Maut dengan Para Nabi AS.

Asy'ats bin Aslam mengatakan bahwa Ibrahim AS pernah bertanya kepada malaikat Maut, dia berkata, "Wahai Malaikat Maut, apa yang kau lakukan (jika yang kau cabut) adalah satu nyawa di timur dan satu nyawa di barat, juga ketika ada suatu malapetaka di bumi, juga ketika ada pertempuran antara dua pihak, bagaimana engkau melakukannya?"

Malaikat menjawab, "Aku memanggil nyawa atas seizin Allah, sehingga nyawa-nyawa itu ada di antara kedua jariku ini."

Mengenai hal itu, Ibnu Abid Dunya meriwayatkan dalam At-Tahrir Al Murassakh, bumi juga dibentangkan baginya, lantas dibiarkan layaknya nampan yang darinya dia dapat mencomot apa saja yang dia mau.

Disebutkan dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa Ibrahim AS adalah seorang lelaki pencemburu. Dia punya rumah khusus untuk beribadah. Apabila keluar, dia menguncinya.

Pada suatu hari, dia pergi. Ternyata (sepulangnya) ada seorang lelaki di dalam rumah. Ibrahim pun bertanya, "Siapa yang memasukkanmu ke rumahku?" Ia menjawab, "Pemiliknya yang memasukkanku."

Ibrahim menukas, "Akulah pemiliknya." Lelaki itu berkata, "Yang memasukkanku ke dalamnya adalah Dia Yang lebih memilikinya daripada engkau."

Ibrahim pun bertanya, "Kalau begitu, engkau ini malaikat apa?" Ia menjawab, "Aku Malaikat Maut."

Ibrahim kembali bertanya, "Bisakah engkau memperlihatkanku rupa sewaktu engkau mencabut nyawa seorang mukmin?" Ia menjawab, "Ya."

Lalu, Ibrahim menoleh. Tiba-tiba Malaikat Maut sudah dalam wujud seorang pemuda. Ia pun menyebut tentang keelokan parasnya, keindahan pakaiannya, dan keharuman aromanya.

Ibrahim berkata, "Wahai Malaikat Maut, seandainya seorang mukmin saat kematiannya hanya menjumpai rupamu ini, tentulah itu saja sudah cukup (membahagiakan)." Kemudian ia mencabut nyawanya, sebagaimana kata Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah dan Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah.

Pada suatu ketika, Malaikat Maut kembali berjumpa dengan Nabi Ibrahim AS. Ibnu Umar menceritakan bahwa Malaikat Maut berkata, "Wahai Tuhanku, hamba-Mu, Ibrahim, merasa ngeri terhadap kematian."

Allah berfirman, "Katakanlah kepadanya bahwa sahabat karib (al-khalil) apabila berusia panjang, tentunya merasa rindu kepada sahabat karibnya, sehingga dia pergi menjumpainya."

Ibrahim berkata, "Benar, wahai Tuhanku, aku merasa rindu bertemu dengan-Mu." Dia pun diberi suatu aroma wewangian dan ketika menciumnya, seketika itu pula nyawanya dicabut. Kisah ini diriwayatkan oleh Ishaq bin Bisyr sebagaimana terdapat dalam At-Tahrir Al Murassakh.

Seperti itulah cara Malaikat Maut mencabut nyawa di berbagai wilayah dalam satu waktu. Wallahu 'alam.



Simak Video "Ringseknya Kendaraan Terlibat Kecelakaan Maut di Tol Batang"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia