Kisah Pendosa yang Disambut Malaikat Rahmat

Kristina - detikEdu
Selasa, 16 Agu 2022 05:00 WIB
arabic man praying in the desert
Ilustrasi seorang pendosa yang bertobat lalu disambut malaikat rahmat. Foto: Getty Images/iStockphoto/franckreporter
Jakarta -

Ada suatu kisah tentang seorang laki-laki yang membunuh 100 orang lalu memutuskan untuk tobat. Namun, ia meninggal lebih dulu sebelum sempat beribadah.

Kisah ini diceritakan dalam buku Berbuat Dosa tapi Masuk Surga oleh Muhammad Akrom. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW dalam hadits Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al Khudri. Beliau bersabda:

"Pada zaman dahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang. Kemudian dia ingin bertobat dan ia mencari penduduk bumi yang paling alim. Singkat cerita, kemudian ia ditunjukkan kepada salah seorang rahib dari Bani Israil. Ia pun langsung mendatanginya.

Kepada sang rahib, ia berterus terang bahwa telah membunuh 99 orang. Lalu ia bertanya, 'Apakah tobat saya itu akan diterima?' Rahib tersebut menjawab, 'Tidak.'

Lalu, laki-laki itu pun langsung membunuh rahib tersebut hingga genaplah kini 100 orang yang telah ia bunuh. Kemudian ia kembali mencari penduduk bumi yang paling alim, lalu dia ditunjukkan kepada seorang alim (ulama).

Ia mengatakan kepada alim tersebut bahwa telah membunuh 100 orang. Ia pun bertanya, 'Apakah tobat saya akan diterima?' Alim tersebut menjawab, 'Ya, dan apa yang menghalangi antara dirinya dan tobat.'

Kemudian, alim ulama itu menyuruhnya pergi ke suatu daerah yang di sana banyak orang beribadah kepada Allah SWT. 'Setelah itu, beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu itu adalah lingkungan yang buruk.'

Maka, ia pun berangkat ke daerah yang dimaksud oleh alim tersebut. Di tengah perjalanan, ia meninggal dunia. Hal ini membuat malaikat rahmat dan malaikat azab berselisih mengenai siapa yang akan membawa rohnya.

Malaikat rahmat berkata, 'Orang ini datang dalam keadaan bertobat dan menghadapkan hatinya kepada Allah SWT.'

'Tetapi, dia belum berbuat kebaikan sama sekali,' kata malaikat azab sambil membantah.

Kemudian, datanglah salah seorang malaikat dalam wujud manusia menemui kedua malaikat yang sedang berselisih tersebut. Lalu, keduanya pun sepakat untuk menjadikan malaikat berwujud manusia itu sebagai hakim di antara keduanya.

Malaikat berwujud manusia itu berkata, 'Ukurlah jarak antara kedua daerah ini. Negeri mana yang terdekat dengan meninggalnya orang tersebut, maka orang itu diikutkan sebagai penduduknya.'

Kedua malaikat tersebut lalu mengukurnya dan ternyata hasilnya menunjukkan bahwa orang tersebut lebih dekat ke tempat tujuannya. Dengan demikian, maka orang yang meninggal dalam perjalanan tobat tersebut dibawa malaikat rahmat.



Simak Video "Pembunuh Mamih Juju di Tasik Ternyata Mantan Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia