Mengapa Bendera Indonesia Berwarna Merah dan Putih?

Rahma Harbani - detikEdu
Rabu, 17 Agu 2022 20:00 WIB
Ukuran Bendera Merah Putih, Begini Ketentuannya
Bendera Indonesia, kenapa warnanya merah dan putih? (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Bendera Merah Putih menjadi salah satu simbol bangsa Indonesia. Bila ditarik ke belakang, sejarah bendera Merah Putih bahkan pernah digunakan pada masa kerajaan hingga pernah berkibar di Belanda.

Menurut catatan sejarah, asal usul warna bendera Indonesia merupakan hasil kesepakatan sidang tidak resmi pada 12 September 1944. Sidang itu digelar sebagai respons dari Jepang yang mengizinkan Indonesia untuk menggunakan simbol-simbol kebangsaan pada 7 September 1944.

Melansir laman Cagar Budaya Kemendikbud, Chuuoo Sangi In atau badan yang membantu pemerintah pendudukan Jepang menyelenggarakan sidang tidak resmi tersebut. Sidang yang dipimpin oleh Presiden ke-1 RI Soekarno ini membahas aturan penggunaan bendera dan lagu kebangsaan.

"Hasil dari sidang ini adalah pembentukan panitia bendera kebangsaan Merah Putih dan panitia lagu kebangsaan Indonesia Raya," demikian penjelasan Kemendikbud tersebut.

Panitia bendera kebangsaan dipimpin oleh Ki Hajar Dewantara. Anggotanya terdiri dari Puradireja, Dr. Poerbatjaraka, Prof. Dr. Hoesein Djajadiningrat, Mr. Moh. Yamin, dr. Radjiman Wedyodiningrat, Sanusi Pane, KH. Mas Mansyur, PA Soerjadiningrat, dan Prof. Dr. Soepomo.

Mereka menetapkan warna merah dan putih sebagai bendera kebangsaan. Merah dimaknai sebagai berani dan putih berarti suci.

Namun sayangnya, Soekarno dan istrinya, Fatmawati, mengalami kesulitan memperoleh kain dengan kedua warna tersebut. Alhasil, Fatmawati meminta bantuan seorang pemuda bernama Chaerul Basri untuk menemui pembesar Jepang Shimizu.

Shimizu dikenal sebagai sosok yang dekat dengan rakyat Indonesia, bahkan ia pernah ditunjuk sebagai perantara perundingan Indonesia-Jepang tahun 1943. Kedekatan antara Indonesia dengan Shimizu membuat Fatmawati berharap mendapat selembar kain untuk bendera.

Hasilnya, Chaerul Basri pun ditugaskan untuk mengambil kain dari gudang di Jalan Pintu Air untuk diantarkan ke Jalan Pegangsaan Nomor 56 Jakarta. Kain ini kemudian dijahit oleh Fatmawati selama dua hari.

Ada Sejak Masa Kerajaan

Sebetulnya, bendera Merah Putih sudah akrab di kalangan masyarakat Indonesia sejak zaman dulu. Warna merah dan putih pada bendera sudah digunakan sejak zaman kerajaan Nusantara.

Terbukti menurut catatan sejarah Jawa Kuno, bendera Merah Putih pernah dikibarkan pada 1292 oleh Jayakatwang dalam perangnya melawan kekuasaan Kertanegara dari Singosari. Kitab Negara Kertagama karya Empu Prapanca juga menjadi bukti merah putih sudah ada pada masa Kerajaan Majapahit.

"Warna merah putih juga sering digunakan untuk merayakan beberapa upacara hari kebesaran raja pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350-1389 M)," tulis Abraham Panumbangan dalam buku The Uncensored of Bung Karno.

Selain Majapahit, perpaduan warna merah dan putih juga pernah digunakan dalam bendera masa Kerajaan Minangkabau. Bukti ini terabadikan dalam Kitab Tembo Alam Minangkabau yang disalin pada tahun 1840.

Dijelaskan dalam kitab tersebut, Kerajaan Minangkabau menggunakan warna merah, putih, dan hitam sebagai bendera kebangsaan. Tiap warnanya mewakilkan masing-masing kelompok seperti hulubalang, ulama, dan penghulu adat.

Pernah Berkibar di Belanda

Saat Indonesia belum merdeka pada abad ke-20, tepatnya pada tahun 1922, Perhimpunan Indonesia ternyata pernah mengibarkan bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di Belanda. Bendera tersebut juga diberikan ornamen kepala banteng di tengah-tengahnya.

Hingga pada 1927, terbentuklah Partai Nasional Indonesia. Saat itu, PNI juga memakai bendera yang sama seperti berkibar di Belanda yakni berwarna merah putih dengan hiasan kepala banteng di tengahnya.



Simak Video "Kirab Bendera Merah Putih 2.510 Meter di Jambi Pecahkan Rekor Muri"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia