Bendera Merah Putih Digandakan Massal Pertama pada 1971, Ini Kisahnya

Rahma Harbani - detikEdu
Rabu, 17 Agu 2022 14:00 WIB
Bendera Merah Putih
Bendera Merah Putih duplikat massal. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Penjahitan Bendera Merah Putih untuk pertama kalinya dilakukan oleh istri Presiden Pertama RI Soekarno, Fatmawati, pada 1944. Faktor keterbatasan ketahanan kain inilah yang membuat ada kebutuhan duplikasi secara massal dari bendera Pusaka.

Penggandaan bendera Merah Putih secara massal pertama dilakukan pada 21 Januari 1971. Tepatnya Institut Teknologi Tekstil (ITT), Bandung yang kini dikenal sebagai Politeknik STTT Bandung.

"Pada tanggal 21 Januari 1971 dibuatlah duplikat massal pertama Bendera Merah Putih sebanyak 100 lembar di Institut Teknologi Tekstil (ITT), Bandung," kata mahasiswa Teknik Tekstil Angkatan 2016 Politeknik STTT Bandung Farhan seperti dikutip dari laman Politeknik STTT Bandung, Rabu (17/8/2022).

Cerita ini didapat Farhan dari para alumnus ITT angkatan terdahulu yakni Sunarjo dari angkatan 62, Widajat dari angkatan 61, dan Elang dari angkatan 67. Menurut mereka, penggandaan bendera ditujukan untuk dikibarkan di semua lembaga instansi negara baik dalam negeri maupun luar negeri.

Penggandaan massal tersebut dipimpin langsung oleh Pawitro, S. Teks sesuai dengan yang tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Utama Institut Teknologi Tekstil Nomor 034/I.3.6.2/71 tentang Penetapan Panitia Pelaksana Pembuatan Duplikat Bendera Pusaka.

Berdasarkan surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama Institut Teknologi Tekstil Soerjo Soejarso tersebut, duplikasi bendera Merah Putih dilakukan sebanyak 100 lembar kain. Sementara batas waktu pengerjaannya hingga sampai 30 Juni 1971 atau kurang lebih selama 5 bulan.

Keterbatasan Mesin dan Teknologi

Penggandaan 100 lembar kain bendera Merah Putih berbahan serat sutra alam bukanlah perkara mudah pada masa itu. Prosesnya membutuhkan waktu yang lama akibat keterbatasan mesin dan teknologi yang tersedia.

"Untuk proses pembuatannya di ITT sendiri dengan menggunakan mesin tenun merek Suzuki," kata Farhan.

Hingga pada akhirnya, proses penggandaan berhasil rampung sebelum tanggal keputusan dan langsung diserahkan kepada Sekretariat Negara.

Pada HUT ke-26 RI atau bertepatan dengan 17 Agustus 1971, bendera duplikat dari ITT berkibar pertama kalinya di Istana Negara. Tidak hanya itu, bendera duplikat tersebut juga turut berkibar di instansi lembaga negara hingga kedutaan besar di luar negeri.

Jasa ITT pada negara masih berlanjut, pemerintah meminta ITT untuk memproduksi tekstil negara seperti selempang penghargaan hingga pita merah putih.

Penggandaan Massal Bendera Merah Putih Kedua

Penggandaan bendera Merah Putih secara massal dilanjutkan kembali pada tahun 1982. Pada duplikasi kedua ini, ada pertambahan jumlah dari duplikasi pertama yang hanya memerlukan 100 kain hingga menjadi 300 lembar kain.

"Duplikat massal Bendera Merah Putih kedua dengan jumlah 300 lembar yang diproduksi oleh Balai Besar Tekstil (BTT) sesuai dengan tupoksinya, kemudian dicelup dengan bekerjasama dengan PT Ratna Ciawi," cerita Farhan.

Perbedaan proses penggandaan juga terlihat pada kain yang digunakan. Kali ini, kain utama yang digunakan adalah spun silk impor sesuai dengan permintaan khusus dari Presiden ke-2 RI Soeharto.

Pada penggandaan bendera Merah Putih pertama masih menggunakan bahan serat sutra alam. Sementara, Soeharto menilai, bahan spun silk diyakini memiliki ketahanan kain yang kuat jika dikibarkan di atas tiang bendera.



Simak Video "Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Bukit Klangon Merapi"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia