16 Agustus 77 Tahun Lalu Peristiwa Rengasdengklok Terjadi, Siapa Saja yang Terlibat?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 16 Agu 2022 17:00 WIB
Rengasdengklok berkaitan erat dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Di sana terdapat rumah yang pernah disinggahi Soekarno-Hatta jelang proklamasi kemerdekaan.
Sejarah peristiwa Rengasdengklok. Foto: ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar
Jakarta -

Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB. Pasca melakukan rapat di Cikini 71, para utusan golongan muda menghadap ke Bung Karno dan Bung Hatta pada 15 Agustus 1945 malam.

Agenda para utusan golongan muda itu adalah mendesak supaya proklamasi diadakan pada 16 Agustus 1945. Namun, Ir. Soekarno menolak dan bersikeras akan mendiskusikannya lebih dahulu dengan para wakil PPKI.

Mengutip buku Detik-Detik Proklamasi (2011) oleh Arifin Suryo Nugroho dan Ipong Jazimah, penolakan Soekarno-Hatta ini menjadi dasar atas penculikan ke Rengasdengklok. Kendati begitu, kata "penculikan" itu sendiri banyak menerima penolakan dari para pelaku sejarah seperti Latief Hendraningrat.

Pasalnya, menurut Latief maksud para pemuda ini adalah menjauhkan Bung Karno dan Hatta dari Jakarta. Sebab, ada potensi intervensi dari para pimpinan militer serta pemerintah Jepang.

Meski golongan tua berpendapat untuk merapatkannya terlebih dahulu dengan para anggota PPKI, golongan muda berpikir bahwa PPKI adalah bentukan Jepang, terlepas dari anggotanya yang berasal dari Indonesia. Menurut mereka kemerdekaan mesti diraih dan diperjuangkan sendiri dan terlepas dari segala sesuatu yang berbau Jepang. Desakan para golongan muda pada akhirnya membawa berkah dengan cara mempercepat pelaksanaan proklamasi kemerdekaan.

Bagaimana dan di Mana Peristiwa Rengasdengklok Terjadi?

Rengasdengklok adalah wilayah kecamatan yang lokasinya sekitar 20 km di arah utara Karawang, Jawa Barat. Lokasinya cukup dekat di sisi Sungai Citarum.

Daerah tersebut termasuk kawasan pemasok beras di Karawang. Letaknya juga dekat dengan pantai dan Kota Jakarta.

Ketika para golongan muda gagal membujuk Soekarno dan Hatta, mereka mengamankan keduanya dari pengaruh Jepang dengan membawanya ke rumah milik Djiauw Kie Siong di Kampung Bojong, Rengasdengklok. Djiauw Kie Siong adalah petani kecil keturunan Tionghoa.

Bersama dengan Ir. Soekarno dan Bung Hatta, Fatmawati dan Guntur Soekarnoputra juga ikut dibawa.

Lokasi Rengasdengklok dipilih karena pada zaman kolonialisme Jepang, wilayah tersebut dijadikan tangsi Pembela Tanah Air (PETA) di bawah Purwakarta dan mempunyai Daidan PETA di Jaga Monyet Rengasdengklok. Selain itu, Rengasdengklok letaknya terpencil.

Disebabkan lokasinya yang terpencil itu, apabila ada gerakan Jepang menuju ke sana, maka bisa segera dideteksi. Oleh sebab itu, Rengasdengklok dinilai aman dari Jepang.

Pertimbangan militer inilah yang membuat para golongan muda yang diwakili Sukarni, Singgih, dan Jusuf Kunto membawa Bung Karno ke Rengasdengklok dengan mobil yang dikemudikan oleh Iding atau Winoto Danu Asmoro.

Akan tetapi, Presiden RI pertama dan wakilnya tak sampai 24 jam di Rengasdengklok. Setelah kesepakatan golongan tua yang diwakili oleh Achmad Soebardjo dengan Wikana, maka dihasilkanlah persetujuan bahwa kemerdekaan harus dinyatakan di Jakarta. Soebardjo pun akhirnya menjemput Bung Karno dan Bung Hatta untuk kembali ke Jakarta.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Peristiwa Rengasdengklok?

Beberapa aktor sentral dalam peristiwa Rengasdengklok adalah:

  • Soekarno: tokoh yang didesak golongan muda untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia
  • Mohammad Hatta: bersama Bung Karno ke Rengasdengklok untuk merumuskan proklamasi secara kolektif
  • Achmad Soebardjo: mediator perdebatan antara golongan muda dan tua
  • Sukarni: golongan muda yang menculik Bung Karno-Hatta ke Rengasdengklok
  • Jusuf Kunto: ikut menyusun rencana dan bersama dengan Sukarni serta beberapa tokoh golongan muda lainnya menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok
  • Chairul Saleh: memimpin rapat penting untuk menetapkan lokasi dan tanggal proklamasi kemerdekaan
  • Sayuti Melik: pengetik teks proklamasi
  • Subianto: ikut dalam rapat-rapat terakhir jelang kemerdekaan, bersama dengan golongan tua dan muda.

Demi mengenang peristiwa bersejarah ini, di bekas markas kompi PETA, Kampung Bojong, dibangun monumen atau tugu Rengasdengklok. Monumen yang juga dikenal sebagai Tugu Kebulatan Tekad itu diresmikan pada 17 Agustus 1950.



Simak Video "Arti Kemerdekaan Bagi Traveler? "Mau Liburan Tanpa Masker""
[Gambas:Video 20detik]
(nah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia