Mengapa Perempuan Haid Tidak Boleh Sholat dan Puasa?

Rahma Harbani - detikEdu
Selasa, 16 Agu 2022 16:30 WIB
Muslim Woman pray and Beautiful background.
Ilustrasi. Mengapa perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan shalat dan puasa? (Getty Images/iStockphoto/Arthit_Longwilai)
Jakarta -

Aturan bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa datang dari sumber syariat itu sendiri yakni, Allah SWT dan rasulNya. Bukan hanya sekadar larangan, syariat yang bersumber dari Allah SWT tentu mengandung hikmah tertentu seperti tertuang dalam surah Al A'raf ayat 157.

اَلَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰىةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰىهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤىِٕثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْۗ فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓ ۙاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: "(Yaitu,) orang-orang yang mengikuti Rasul (Muhammad), Nabi yang ummi (tidak pandai baca tulis) yang (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Dia menyuruh mereka pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung."

Arti haid sendiri secara istilah syar'i adalah keluarnya darah secara alamiah pada kaum wanita, bukan dikarenakan suatu sebab, dan terjadi pada waktu tertentu. Dengan kata lain, haid adalah kondisi yang menunjukkan kenormalan organ reproduksi seorang wanita.

Untuk itulah, menurut Al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathur Bari menyatakan, larangan sholat dan puasa bagi perempuan haid bukan hanya soal syariat yang sudah ditetapkan. Namun, larangan tersebut merupakan wujud rahmat Allah SWT kepada mereka.

Kondisi haid menyebabkan tubuh seorang perempuan menjadi lebih lemah dibandingkan dengan keadaan normal. Tidak sedikit pula ditemukan kasus bahwa perempuan mengalami sakit perut atau merasakan nyeri haid.

"Pelarangan bagi wanita haid merupakan anugerah tersendiri bagi wanita agar kondisi fisik mereka tidak semakin lemah sekaligus agar tidak membahayakan mereka," demikian keterangan Al Hafidz Ibnu Hajar yang diterjemahkan dalam Abdul Syukur al-Azizi Buku Lengkap Fiqh Wanita.

Faqihuddin Abdul Kodir dalam Qira'ah Mubadalah menambahkan, perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa tersebut kaitannya dengan kondisi tubuh perempuan yang memerlukan istirahat. Bukan sebaliknya dengan asumsi tubuh perempuan tersebut kotor.

"Yang najis dan kotor adalah darah yang keluar, bukan tubuh perempuan itu sendiri," tulisnya.

Tubuh perempuan tetap suci sebagai manusia sebagaimana tubuh laki-laki. Sebab itu, perempuan yang haid masih dibolehkan untuk memasuki masjid selama dapat memastikan darah haid tidak akan mengotori masjid.

Mengenai hal ini pernah dicontohkan Rasulullah SAW saat dirinya meminta tolong sang istri, Aisyah RA, untuk mengambilkan pakaian yang ada di dalam masjid. Aisyah RA berkata,

بيْنَما رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ في المَسْجِدِ، فَقالَ: يا عَائِشَةُ، نَاوِلِينِي الثَّوْبَ. فَقالَتْ: إنِّي حَائِضٌ، فَقالَ: إنَّ حَيْضَتَكِ ليسَتْ في يَدِكِ فَنَاوَلَتْهُ

Artinya: "Rasulullah SAW memintaku mengambilkan pakaian dari dalam masjid. Aku menjawab, 'Aku sedang haid.' Lalu, Rasulullah SAW menimpali, 'Haidmu itu bukan di tanganmu,'" (HR Bukhari).

Adapun dalil yang menyebutkan perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa termaktub dalam hadits. Untuk larangan mengerjakan sholat tertulis jelas dalam hadits yang dinarasikan Fathimah bintu Abi Hubaisy RA,

فَإِذَا أَقبَلَتْ حَيضَتُكِ فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

Artinya: "Apabila datang masa haidmu, tinggalkanlah sholat; dan jika telah berlalu, mandilah kemudian sholatlah." (HR Bukhari).

Sementara larangan puasa bagi perempuan haid disebutkan dalam hadits yang dinarasikan Aisyah RA,

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

Artinya: "Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' sholat?" Maka Aisyah menjawab, "Apakah kamu dari golongan Haruriyah?" Aku menjawab, "Aku bukan Haruriyah," akan tetapi aku hanya bertanya. Dia menjawab, "Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha' puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha' shalat." (HR Muslim).

Meski perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan sholat dan puasa, para muslimah masih bisa melakukan ibadah lain yang bisa dilakukan saat haid. Menurut buku Haid dan Kesehatan Menurut Ajaran Islam terbitan Majelis Ulama Indonesia, amalan yang dimaksud adalah mengulang hafalan Al-Qur'an, berdoa, hingga berzikir.



Simak Video "Elon Musk: Aku Puasa Secara Berkala dan Merasa Lebih Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia