Kenapa Butir Pertama Piagam Jakarta Diganti Ketuhanan Yang Maha Esa? Ini Jawabannya

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 19:45 WIB
Pencipta lagu Garuda Pancasila ialah Sudharnoto. Garuda Pancasila adalah salah satu lagu wajib nasional negara Indonesia.
ilustrasi Pancasila. Foto: Tangkapan layar video di Rumah Digital Indonesia
Jakarta -

Pancasila pernah mengalami beberapa kali perumusan. Pada mulanya, Pancasila dirumuskan dalam naskah Piagam Jakarta, akan tetapi rumusan awal ini dinilai memandang golongan tertentu.

Mengutip dari Sumber Belajar Kemdikbud, pada momen sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 yang berlokasi di gedung Kesenian Jakarta disepakati untuk mengubah kalimat Pembukaan UUD pada alinea keempat tentang dasar negara Pancasila sila pertama.

Perubahan Teks Pancasila Sila Pertama

Pada Piagam Jakarta, sila pertama berbunyi, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya."

Kemudian, PPKI mengubah butir pertama Piagam Jakarta ini diubah menjadi, "Ketuhanan yang Maha Esa."

Berikut ini rincian perubahannya:

  • Teks Pancasila dalam Piagam Jakarta (dibentuk oleh BPUPKI):

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Teks Pancasila dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 (dibentuk oleh PPKI):

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Alasan Perubahan Sila Pertama

Alasan perubahan sila pertama Piagam Jakarta sebagaimana disebutkan di atas adalah demi kepentingan bangsa dan negara yang memiliki berbagai suku bangsa serta agama. Kalimat perubahan ini mencerminkan bahwa bangsa Indonesia menjunjung tinggi toleransi. Sehingga, perubahan itu turut memperlihatkan komitmen para pendiri bangsa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

Mengutip arsip berita detikEdu, rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta memang sempat menuai kritik. Beberapa tokoh perwakilan dari Indonesia Timur menyampaikan keberatan mengenai butir kesatu tersebut.

Alasannya, Indonesia tidak hanya dari kalangan umat muslim saja. Inilah yang jadi salah satu latar belakang perubahan sila pertama Pancasila.

Disebutkan pula dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan oleh Rahmanuddin Tomalili, Pancasila bukan suatu sistem nilai yang sifatnya teoretis, melainkan dekat dengan kehidupan warga negara Indonesia. Pancasila berakar dari budaya bangsa Indonesia yang tumbuh subur dalam adat istiadat. Poin-poin ajaran yang ada dalam Pancasila pun sudah berkembang jauh sebelum Indonesia berdiri.



Simak Video "Asal Usul Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia