Mutakabbir Artinya Apa? Simak Penjelasannya di Sini

Rahma Harbani - detikEdu
Rabu, 10 Agu 2022 15:00 WIB
islamic religion, god, god names, Allahs 99 Names
Ilustrasi. Mutakkabri artinya Allah Yang Maha Pemilik Segala Kebesaran. (Getty Images/iStockphoto/Raabia87)
Jakarta -

Mutakabbir artinya Allah Pemilik Segala Kebesaran dalam konteks Asmaul Husna. Kata ini diulang sebanyak 57 kali dalam Al-Qur'an dengan berbagai variasinya, salah satunya dalam surah Al Hasyr ayat 23.

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Artinya: "Dialah Allah Yang tidak ada tuhan selain Dia. Dia (adalah) Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahadamai, Yang Maha Mengaruniakan keamanan, Maha Mengawasi, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, dan Yang Memiliki segala keagungan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan."

Menurut Nuri Meilan, dkk dalam penelitian dari Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, makna Mutakabbir dalam Al-Qur'an dapat bervariasi menyesuaikan turunan dan konteksnya. Kata Mutakabbir dapat berarti berat, besar, dewasa, lanjut usia, tua, kekuasaan, agung, kagum, angkuh sombong, enggan, tinggi, hingga pemimpin.

Untuk itulah, kata Mutakabbir dapat mengandung makna yang berseberangan bila ditempelkan pada konteks Asmaul Husna atau nama-nama baik Allah SWT maupun manusia sebagai makhluk ciptaanNya.

Arti Mutakabbir

Ar-Raghib al-Ishfahani dalam kitab Mufradāt fȋ gharib Alquran, Mutakabbir memiliki akar kata yang sama dengan kata benda dari Takabbur. Tidak mengherankan bila Mutakabbir memiliki dua makna dengan tendensi yang positif dan negatif.

Makna Mutakabbir dalam konteks Asmaul Husna memiliki tendensi yang positif dan dimaknai sebagai kebesaran atau keagungan Allah SWT. Ibnu Mandzue mendefinisikannya sebagai Dzat yang tidak tersentuh oleh kedzaliman hambaNya karena kebesaranNya.

Meski huruf ta dalam Mutakabbir bermakna hanya satu-satunya, bukan berarti arti Mutakabbir dalam konteks Asmaul Husna merujuk pada kesombongan. Berbeda halnya dengan Mutakabbir yang dilekatkan pada manusia.

Mutakabbir artinya takabbur atau kesombongan bila Al-Qur'an menuturkan dengan khitab manusia, Untuk itu, Mutakabbir juga dapat mengandung tendensi yang negatif dan menjadi sebuah perbuatan yang tercela. Rasululullah SAW bersabda,

ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ وَ ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ فَأَمَّا ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَ هَوًى مُتَّبَعٌ وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ

Artinya: "Ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia yaitu, sikap bakhil yang dipatuhi, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang pada diri sendiri." (HR Al Bazzar, Al Thabrani, Al Baihaqi).

Zikir Mutakkabir

Mutakabbir sebagai nama baik Allah SWT dapat dijadikan bacaan zikir sehari-hari bagi muslim. Bacaan yang dilafalkan adalah sebagai berikut:

المُتَكَبِّرُ

Bacaan latin: Yaa Mutakabbir

Mengutip Syafi'ie el-Bantanie dalam Rahasia Keajaiban Asmaul Husna, zikir Mutakabbir bisa dibaca setiap hari dengan memohon agar dikaruniai kemampuan untuk menghindari perbuatan dzalim sekaligus kemudahan dalam menghadapi persoalan.

"Membaca yaa Mutakabbir sebanyak 662 kali setiap hari, insyaa Allah musuh akan menjadi tunduk. Dan Allah akan mengaruniakan keagungan dan kemuliaan," bunyi keterangan dari buku tersebut.



Simak Video "Innalillahi, Ustazah di Tebet Meninggal Saat Baca Al-Quran"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia