Muhammadiyah Didirikan Tanggal Berapa? Ini Sejarahnya

Devi Setya - detikEdu
Selasa, 09 Agu 2022 15:00 WIB
Milad Muhammadiyah ke 109: Tema, Logo, Rangkaian Acara
Ilustrasi logo Muhammadiyah Foto: dok.detikcom
Jakarta -

Muhammadiyah adalah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) yang memiliki kontribusi besar sebagai pembawa modernitas dalam Islam. Muhammadiyah didirikan tanggal berapa? Berdasarkan catatan sejarah, Muhammadiyah didirikan tanggal 18 November 1912.

Dilansir dari situs resmi Muhammadiyah, ormas Islam ini lahir pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912. Penggagasnya adalah KH Ahmad Dahlan yang mulai terinspirasi mendirikan Muhammadiyah setelah menunaikan ibadah haji dan bermukim yang kedua kali pada 1903 di Makkah.

Ide ini ia dapat setelah berguru pada ulama-ulama asal Indonesia yang berada di Makkah, sebut saja diantaranya Syeikh Ahmad Khatib dari Minangkabau, Kiai mas Abdullah dari Surabaya, Kiai Fakih dari Maskumambang, dan Kiai Nawawi dari Banten. Dari sinilah KH Ahmad Dahlan mulai menyebarkan pembaruan Islam di tanah air.

Tak hanya berguru, dia juga membaca berbagai pemikiran pembaharu Islam seperti Muhammad bin Abdil Wahhab Ibn Taimiyah, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha.

Sejarah penamaan Muhammadiyah

KH Ahmad Dahlan yang berasal dari Yogyakarta ini mulai menyebarkan pembaruan di tanah air, negeri dengan umat muslim terbanyak di dunia. Awalnya organisasi yang dibentuk KH Ahmad Dahlan ini tidak memiliki nama.

Berdasarkan catatan ahli sejarah Universitas Gadjah Mada, Adaby Darban seperti dikutip dari Muhammadiyah, nama organisasi Muhammadiyah pada mulanya diusulkan oleh kerabat dan sahabat K.H. Ahmad Dahlan, yakni Muhammad Sangidu. Nama tersebut akhirnya ditetapkan pasca sang kiai salat istikharah.

Kata 'Muhammadiyah' secara bahasa berarti 'pengikut Nabi Muhammad'. Tujuan dari penggunaan kata Muhammadiyah ini dimaksudkan untuk menghubungkan dengan ajaran dan jejak perjuangan Nabi Muhammad.

Penisbahan atau hubungan nama Muhammadiyah tersebut menurut H. Djarnawi Hadikusuma mengandung pengertian sebagai berikut: "Dengan nama itu dia bermaksud untuk menjelaskan bahwa pendukung organisasi itu ialah umat Muhammad, dan asasnya adalah ajaran Nabi Muhammad saw, yaitu Islam.

Adapun tujuan dari nama ini ialah untuk memahami dan melaksanakan agama Islam sebagai yang memang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Tujuan didirikannya Muhammadiyah

Bagi KH. Ahmad Dahlan, niat mendirikan Muhammadiyah mulanya tidak lain untuk memerangi praktik mistik sekaligus mengentaskan kemiskinan masyarakat pribumi akibat penjajahan Belanda.

Dikutip dari buku Paradigma Politik Muhammadiyah oleh Ridho Al-Hamdi, disebut bahwa ajaran yang dianut KH. Ahmad Dahlan di Muhammadiyah sepenuhnya mengembuskan renungan kritis terhadap ayat-ayat Alquran yang diselaraskan dengan konteks dan permasalahan zaman.

KH Ahmad Dahlan memadukan antara nash (dalil) dan waqi' (konteks zaman) sehingga berhasil menghadirkan wajah peradaban Islam yang positif dan progresif. KH. Ahmad Dahlan juga menggunakan Alquran sebagai inspirasi untuk membentuk Muhammadiyah yang tumbuh menjadi gerakan reformis-modernis.

Gerakan ini kemudian mampu mencerahkan dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam memerangi kemiskinan dan kebodohan khususnya di Yogyakarta.

Sekolah Muhammadiyah

Menurut Adaby Darban, didirikannya organisasi Muhammadiyah tersebut bertujuan untuk mengaktualisasikan pikiran-pikiran pembaruan Kyai Ahmad Dahlan. Selain itu secara praktis-organisatoris, juga dimaksudkan untuk mewadahi dan memayungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah, yang didirikannya pada 1 Desember 1911.

Sekolah tersebut merupakan rintisan lanjutan dari sekolah yang dikembangkan Kyai Dahlan secara informal dalam memberikan pelajaran yang mengandung ilmu agama Islam dan pengetahuan umum di beranda rumahnya.

Sekolah Muhammadiyah sendiri merupakan sebuah sekolah agama, yang tidak diselenggarakan di surau seperti pada umumnya kegiatan umat Islam waktu itu, tetapi bertempat di dalam sebuah gedung milik ayah Kyai Dahlan, dengan menggunakan meja dan papan tulis, yang mengajarkan agama dengan dengan cara baru, juga diajarkan ilmu-ilmu umum. Demikian dijelaskan dalam tulisan Djarnawi Hadikusuma.

Berawal dari Yogyakarta lalu menyebar ke seluruh Indonesia

Pada masa kepemimpinan KH Ahmad Dahlan (1912-1923), pengaruh Muhammadiyah terbatas di karesidenan-karesidenan seperti: Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan, sekitar daerah Pekalongan sekarang. Cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922.

Kemudian pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatra Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam. Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatra Barat.

Kemudian mulai dari sini, Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatra, Sulawesi, dan juga Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar ke seluruh Indonesia.

Gerakan Islam yang merujuk pada ayat Al-Qur'an

Lahirnya Muhammadiyah sebagai gerakan Islam melalui sistem organisasi, juga memperoleh rujukan teologis sebagaimana tercermin dalam Surat Al Imran ayat ke-104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Muhammadiyah terus berkembang, dengan adanya perintah dalam Al-Qur'an tentang anjuran menyerukan ma'ruf atau kebaikan dan mencegah dari yang munkar atau keburukan. Bahkan kini ayat Al-Qur'an surat Al Imran ayat 104 dikenal sebagai 'ayat Muhammadiyah'.

Demikianlah sejarah singkat berdirinya Muhammadiyah di Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan ya, Detikers!



Simak Video "Suasana Salat Id di Halaman kantor PP Muhammadiyah Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia