Fungsi Usus Besar sebagai Proses Pencernaan Terakhir Manusia

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Kamis, 07 Jul 2022 15:45 WIB
usus besar
Usus besar. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Usus besar atau colon adalah lanjutan dari usus halus. Usus besar juga berperan dalam proses pencernaan manusia. Di antara usus halus dan usus besar terdapat suatu kantung yang menyambungkan keduanya, yang disebut usus buntu (caecum).

Makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak semuanya dicerna oleh oleh usus. Zat-zat makanan yang tidak diserap usus halus akan pergi bersama lendir menuju usus besar.

Pencernaan yang terjadi di usus besar merupakan proses terakhir makanan dicerna dalam tubuh sebelum akhirnya dikeluarkan.

Fungsi Usus Besar

Dinamakan usus besar bukan karena ukuran panjang usus tersebut, melainkan ukuran diameternya yang lebih besar dari usus halus. Panjang usus besar mencapai 1 meter atau lebih.

Dijelaskan dalam buku berjudul Intisari Pengetahuan Alam Lengkap oleh Tetty Yulliawati dan Denny Indra Sukry, usus besar terbagi menjadi tiga bagian, yaitu usus buntu hingga usus besar menanjak atau naik, usus besar melintang, dan usus besar menurun.

Di usus besar, sisa-sisa makanan akan dibusukkan dengan bakteri e-coli. Sisa makanan ini akan menjadi sebuah massa yang lembek, yang disebut tinja (feses).

Fungsi utama usus besar adalah menyerap kelebihan air dan garam mineral yang berasal dari proses pencernaan. Dengan begitu feses akan berubah bentuk menjadi padatan.

Proses Pencernaan pada Usus Besar

Untuk sampai ke usus besar, makanan membutuhkan waktu kurang lebih 4 sampai 5 jam. Ketika sampai di usus besar, makanan akan disimpan selama 24 jam.

Dalam usus besar feses akan didorong secara lambat dan stabil oleh gerakan peristalsis menuju poros usus atau rektum. Gerakan peristalsis dilakukan oleh otot polos atau otot tidak sadar.

Rektum akan kosong apabila feses disimpan di tempat yang lebih tinggi di atas rektum, yaitu colon descendens. Jika colon descendens penuh, maka feses akan turun ke rektum yang menyebabkan seseorang ingin buang air besar (BAB).

Proses pencernaan makanan yang terjadi di usus besar akan berakhir di anus, tempat sisa-sisa makanan dikeluarkan.

Anus merupakan ujung dari saluran pencernaan yang terbentuk dari tubuh atau kulit dan usus. Terdapat cincin yang memiliki otot (sfingter ani) yang menjaga anus agar tetap tertutup.

Ketika seseorang buang air besar, otot sfingter tersebut akan dipengaruhi oleh otot lurik atau otot sadar. Sehingga proses buang air besar dilakukan secara sadar dan feses dapat dikeluarkan, seperti dijelaskan dalam buku IPA Terpadu SMP dan MTs karya Mikrajuddin Abdullah, Saktiyono, dan Lutfi.

Kanker Usus Besar (Kanker Kolorektal)

Melansir dari CNBC Indonesia, gejala kanker usus besar (kanker kolorektal) dapat diketahui dari kebiasaan buang air besar yang tidak normal.

Salah satu tanda gejala terjadinya kanker usus besar adalah warna feses yang berubah menjadi hitam yang disebabkan oleh pendarahan pada usus.

Namun, feses yang mengindikasikan adanya kanker usus tidak selalu berwarna hitam. Hal itu bergantung pada letak pendarahan usus yang menentukan warna feses ketika buang air besar. Beberapa gejala kanker usus besar di antaranya:

  • BAB berdarah
  • Perubahan pola BAB seperti sering diare atau sembelit
  • BAB tidak tuntas
  • Perut Kembung
  • Rasa tidak nyaman pada rektum saat BAB
  • BAB jadi cair
  • Perut sakit atau keram
  • Sakit anus
  • Kelelahan ekstrem
  • Anemia
  • Berat Badan turun
  • Muncul benjolan di anus atau rektum

Diberitakan detikHealth, kanker usus besar yang masih pada stadium awal dapat diatasi dengan tindakan operasi, sedangkan pada stadium 2 kanker sudah masuk melewati otot, sehingga pengobatannya harus dengan operasi dan kemoterapi.



Simak Video "Zelenskiy Bantah Tuduhan Rusia tentang Program Senjata Biologi"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia