Bolehkah Kurban untuk Anak Belum Baligh? Ini Hukumnya

Kristina - detikEdu
Selasa, 05 Jul 2022 12:00 WIB
Sejumlah hewan kurban di kawasan Jakarta Utara diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan dilakukan guna mencegah penyebaran PMK menjelang Idul Adha.
Ilustrasi hewan kurban. Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

Berkurban adalah ibadah yang disyariatkan pada tahun ketiga Hijrah. Ada sejumlah aturan yang berkaitan dengan menyembelih hewan saat Idul Adha ini, salah satunya berkurban untuk anak yang belum akil baligh.

Perintah kurban turun melalui firman-Nya dalam surah Al Kautsar ayat 2.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢

Artinya: "Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!"

Menurut Prof Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu Juz 4, jumhur ulama sepakat bahwa hukum kurban di Hari Raya Idul Adha adalah sunnah bagi setiap orang yang mampu melaksanakannya.

Hal ini bersandar pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Ada tiga hal yang bagi saya hukumnya adalah fardhu sementara bagi kalian sunnah, yaitu salat witir, berkurban, dan mengerjakan salat dhuha,'" (HR Ahmad dalam Musnad-nya, al-Hakim dalam al-Mustadrak).

Selain itu, Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan sabda Rasulullah SAW mengenai kesunnahan ini. "Saya diperintahkan untuk berkurban, sementara bagi kalian hukumnya adalah sunnah."

Kurban umumnya dilaksanakan oleh orang yang sudah dewasa dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah tersebut. Lantas, bagaimana ketentuan kurban bagi anak yang belum akil baligh?

Hukum Kurban untuk Anak Belum Akil Baligh

Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi dalam buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 mengatakan, menurut madzhab Asy-Syafi'i, berkurban tidak disunnahkan bagi anak yang masih kecil. Dalam hal ini, baligh menjadi persyaratan kesunahan dalam berkurban. Demikian juga berakal termasuk syarat berkurban.

Sementara itu, menurut madzhab Hanafi, baligh bukanlah persyaratan kewajiban berkurban. Madzhab ini berpendapat bahwa anak-anak memiliki kewajiban berkurban ketika sudah atau belum baligh.

Dalam hal ini, kurban dilaksanakan oleh walinya dengan mengambil harta anak jika memilikinya. Adapun, seorang ayah tidak boleh berkurban menggantikan posisi anaknya yang masih kecil.

Pendapat Hanafi ini serupa dengan Maliki yang menyatakan bahwa baligh bukan merupakan syarat kesunahan kurban dan uang pembelian hewan kurban berasal dari walinya. Sementara dalam madzhab Syafi'i dan Hambali hal tersebut tidak dianjurkan.



Simak Video "Kreasi Warga Gunakan Kreneng Bambu untuk Bungkus Daging Kurban"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia