Niat Puasa Dzulhijjah 2022, Boleh Digabung Qadha Ramadhan?

Rahma Harbani - detikEdu
Senin, 04 Jul 2022 13:45 WIB
close up image .
Ilustrasi. Apa boleh niat puasa Dzulhijjah digabung dengan puasa qadha Ramadhan? (Getty Images/iStockphoto/hayatikayhan)
Jakarta -

Niat puasa Dzulhijjah dapat dilafalkan pada pagi atau siang hari setelah waktu fajar selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Keterangan ini didasarkan dari keterangan hadits yang diceritakan Aisyah RA,

هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ غَدَاء ؟ فقُالْنَا: لاَ. قَالَ: فَإِنيِّ إِذاً صَائِم

Artinya: "Nabi SAW masuk kepadaku pada suatu hari dan beliau bertanya, 'Apakah ada sesuatu padamu (makanan yang bisa dimakan)? Aku menjawab, 'Tidak ada,' Beliau berkata, 'Maka sesungguhnya aku puasa,'" (HR Muslim).

Menurut Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 3, bacaan niat puasa Dzulhijjah ditujukan bagi muslim yang hendak mengamalkan puasa sunnah pada hari-hari pertama bulan Dzuhijjah. Puasa ini diamalkan sebanyak 8 hari termasuk dengan puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan dilanjutkan dengan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

"Puasa 8 hari sebelum hari Arafah pada bulan Dzulhijjah, bagi pelaksana haji maupun orang lain," tulis buku tersebut.

Landasan amalan sunnah ini didasarkan dari salah satu riwayat hadits yang dikisahkan oleh Hafshah bin Umar bin Khattab RA. Puasa di bulan Dzulhijjah bahkan disebut sebagai amalan yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW,

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

Artinya: Dari Hafshah RA, ia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW yaitu, puasa Asyura, puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, puasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat sebelum Subuh," (HR Ahmad dan An Nasa'i).

Abduh Zulfidar Akaha dalam buku 165 Kebiasaan Nabi SAW berpendapat, puasa sepuluh hari bulan Dzulhijjah yang dimaksud adalah puasa sunnah selama 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Termasuk mencakup puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Apa Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah?

1. Niat Puasa Dzulhijjah dan Tarwiyah dalam Arab, Latin, dan Artinya

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Arafah dalam Arab, Latin, dan Artinya

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."

Apakah Boleh Niat Puasa Dzulhijjah Digabung Puasa Ganti?

Mungkin ada sebagian musim yang baru sempat mengamalkan puasa ganti Ramadhan atau puasa qadha pada permulaan bulan Dzulhijjah. Kondisi ini pun tidak sedikit menimbulkan pertanyaan tentang kebolehan menggabung dua niat amalan sunnah dan wajib dalam satu waktu.

Faktanya, permasalahan ini ternyata sudah menjadi perdebatan di kalangan sahabat nabi sejak dulu. Diceritakan Ibnu Rajab al Hanbali dalam Lathaif al Ma'arih, dua sahabat nabi yang memiliki pendapat berlawanan mengenai hal ini adalah Umar bin Khattab dan Ali bin Abu Thalib.

Umar bin Khattab berpendapat, mengerjakan puasa ganti Ramadhan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hari terbaik untuk beribadah. Sementara, Ali bin Abi Thalib melarang hal tersebut.

"Qadha' Ramadhan di bulan Dzulhijjah itu meninggalkan fadhilah puasa sunnahnya," bunyi pendapat Ali bin Abi Thalib yang diterjemahkan Hanif Luthfi dalam Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah.

Di samping itu, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan dalam bukunya, pembentuk niat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah keikhlasan yang membuat niat tidak dapat diwakilkan kecuali dalam amalan yang boleh diganti atau diwakilkan.

Sejatinya, niat tidak boleh digabungkan dengan amalan yang lain dalam satu niat kecuali beberapa ibadah yang dikecualikan. Untuk itu dalam kasus niat puasa Dzulhijjah, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili berpendapat, ketika puasa sunnah tersebut diniatkan dengan puasa ganti maka niatnya tetap dianggap sah dan kedua amalannya dapat diterima.



Simak Video "D'Masiv Tetap Gas Ambil Job saat Idul Adha"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia