Sejarah Penamaan Hari Jumat dan Anjuran Salat bagi Laki-laki Muslim

Devi Setya - detikEdu
Jumat, 01 Jul 2022 14:30 WIB
Sejumlah masjid di Bekasi gelar salat Jumat berjamaah saat kawasan itu menerapkan PPKM level 2. Salat Jumat berjamaah salah satunya digelar di Masjid Al Barkah.
Ilustrasi seorang pria sedang berdoa di masjid Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Sebelum disebut sebagai hari Jumat, ternyata ada sejarah panjang di balik penamaan hari. Hari Jumat pun dijadikan hari raya atau hari yang istimewa.

Hari Jumat dianggap sebagai hari yang istimewa bagi umat muslim. Bahkan ada amalan yang bernilai pahala besar ketika dilakukan di hari Jumat. Salah satunya adalah ibadah salat Jumat yang wajib dilakukan bagi laki-laki.

Saat ini secara umum, khususnya bagi masyarakat Indonesia mengenal hari dalam seminggu dengan sebutan Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Dilansir dari NU online (1/7) pada masa Arab Jahiliyah, nama hari dikenal dengan sebutan Syiyar (Sabtu), Awwal (Ahad), Ahwan (Senin), Jubar (Selasa), Dubar (Rabu), Mu'nis (Kamis), dan 'Arubah (Jumat).

Sebelumnya, masyarakat Arab Jahiliyah bahkan bukan menggunakan hari sebagai sebutan melainkan pembagian pertiga hari dalam satu bulan. Seperti tanggal 1-3 disebut dengan Gharar, setelahnya dinamakan; Samar (4-6), Zahar (7-9), Darar (10-12), Qomar (13-15), Dara' (16-18), Dholam (19-21), Tsalatsu Anadis (22-24), Tsalatsu Dawari (25-27), dan Tsalatsu Muhaq (28-30).

Sebutan nama hari kemudian berubah setelah Islam datang. Hari Arubah kemudian berganti menjadi Jumat. Menurut Ibnu Abdul Bar, karena hari itu adalah hari; berbangga-banggaan, kepongahan, bergagah-gagahan, berhias, dan kasih sayang.


أن يوم العروبة آت من جذرين، الأول عرب، وهو الانكشاف والظهور والثاني بمعنى التزين والتودد


Artinya: Dan dalam beberapa kajian, hari itu ('Arubah), adalah hari di mana orang Arab menampilkan; hasil karyanya (puisi), hasil perdagangannya, temuan sihirnya, dan lainnya. Yang hari sebelumnya, mereka berlomba-lomba mencari inspirasi, berdagang dengan strategi, dan berlatih mengucapkan sihirnya.

Ketika Islam datang, dan turun ayat Allah melalui Al-Qur'an surat Al-Jumu'ah ayat 9.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ - ٩

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan salat Jumat (Jumu'ah) maka bersegeralah mengingat Allah."

Hari 'Arubah yang sebelumnya dijadikan sebagai ajang pamer sihir, puisi, dan harta, menjadi hari yang penuh dengan keimanan, hari mendekatkan diri kepada Allah, dan menjadi hari persatuan umat, serta ajang silaturahim akbar.

Dikutip dari buku Rahasia dan Keutamaan Hari Jumat karya Komarudin Ibnu Mikam (1/7), ada pendapat mengatakan alasan dinamakan Jumat karena sempurnanya penciptaan dikumpulkan pada hari itu. Hari Jumat, disebut Sayyidul Ayyam atau tuannya dari hari-hari, karena di dalamnya dipenuhi dengan keberkahan, keluarbiasaan, dengan sejarah panjangnya.

Pada hari Jumat juga beberapa peristiwa besar terjadi, termasuk kiamat yang disebutkan akan terjadi di hari Jumat. Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : » خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ « رواه مسلم


Artinya: "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat; padanya Adam diciptakan, dimasukkan ke surga dan juga dikeluarkan darinya serta kiamat tidak terjadi melainkan pada hari Jumat." (HR Muslim).

Anjuran salat Jumat bagi laki-laki muslim

Setiap laki-laki Muslim wajib melaksanakan salat Jumat. Hal ini sudah berlangsung sejak sejarah salat Jumat itu dimulai pertama kali.

Dalil salat Jumat tertuang dalam Quran surat Al Jumu'ah ayat 9. Allah SWT berfirman mengenai hukum salat Jumat adalah wajib.

Berdasarkan buku 'Kitab Fiqih Islam Wa Adillatuhu jilid 2' karya Profesor Wahbah Az Zuhaili salat Jumat merupakan kewajiban dan bukan pengganti salat Dzuhur.

Prof Wahbah dalam bukunya menulis bahwa surat Al Jumu'ah ayat 9 bermaksud agar umat muslim mendatangi salat Jumat. "Kalau perintah itu bukan wajib lantas mengapa dilarang jual beli? Maksud perintah bersegera di sini ialah pergi mendatangi sholat Jumat, bukan untuk tergesa-gesa," tulis Prof Wabah dalam bukunya.

Beberapa hadits menyatakan bahwa meninggalkan salat Jumat adalah kemaksiatan besar. Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa meninggalkan salat Jumat sebanyak tiga kali karena menyepelekannya, maka Allah mengunci mata hatinya berhentilah orang-orang dari melalaikan salat Jumat, atau Allah mengunci mata hati mereka sehingga selamanya mereka menjadi orang yang lalai." (HR Muslim, An-Nasa'i, At-Turmudzi, At-Thabarani, Ad-Daruquthni).



Simak Video "Pertemuan Tak Sengaja AHY-Ganjar Usai Salat Jumat di Masjid Jaksel"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia