Surat Yasin sebagai Jantung Al-Qur'an Ada 83 Ayat, Ini Bacaan Lengkapnya

Nada Zeitalini Arani - detikEdu
Rabu, 29 Jun 2022 08:30 WIB
Warga duduk di belakang monumen Al Quran kawasan Islamic Center Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Rabu (24/7/2022). Monumen Al Quran tersebut merupakan ikon baru Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekkah yang dibangun oleh alumni angkatan 81 SMP se-kota itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa.
Surat Yasin yang disebut sebagai jantungnya Al-Qur'an. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta -

Surat Yasin merupakan surat Makkiyah ke-36 dalam Al-Qur'an. Surat ini kerap dibaca umat muslim terutama dalam pengajian karena disebut memiliki keutamaan dan manfaat bagi yang membacanya.


Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menyebutkan bahwa surat Yasin merupakan jantung dari Al-Qur'an. Dalam hadits tersebut disebutkan juga bawa keutamaan membacanya sama dengan sepuluh kali menghatamkan Al-Qur'an.


Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:


إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس َمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ


Artinya "Setiap sesuatu ada jantungnya. Jantungnya Al-Quran adalah surat Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin, Allah menulis baginya pahala seolah-olah ia telah mengkhatamkan sepuluh kali Al Quran." (HR. Darimi dan Tirmidzi).


Di Indonesia, ada kebiasaan untuk membacakan surat ini pada Kamis malam atau malam Jumat. Akan tetapi surat Yasin (https://www.detik.com/tag/surat-yasin) dan berbagai surat dalam Al-Qur'an tentunya baik untuk dibaca pada waktu kapanpun.

Selain mendatangkan kebaikan, surat Yasin juga baik dibacakan kepada orang yang telah mendekati ajalnya.


Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, diceritakan Ma'qil bin Yasar:


قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ اقْرَءُوا ‏{‏ يس ‏}‏ عَلَى مَوْتَاكُمْ ‏


Artinya: "Rasulullah SAW berkata, "Bacakanlah Surat Yasin pada orang yang akan meninggal." (HR. Abu Dawud)


Dengan berbagai keutamaan yang dimiliki, berikut khasiat dan ayat serta terjemahan surat Yasin!


Khasiat Surat Yasin


Dilansir dari buku Misteri Surat Yasin oleh Ustadz Syamsudin Noor berikut 8 khasiat dalam Surat Yasin:

  • Meraih ampunan, rahmat, syafa'at, dan berkah
  • Menyembuhkan sakit
  • Mempermudah terkabulnya hajat
  • Menambah umur, rezeki, dan kesehatan
  • Menghilangkan rasa lapar dan dahaga
  • Mengaburkan pandangan lawan/musuh
  • Meringankan siksa kubur
  • Memudahkan keluarnya ruh saat ajal


Ayat dan Arti Surat Yasin


يسٓ


1. yā sīn. Yaa siin


وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ


2. wal-qur`ānil-ḥakīm. Demi Al Quran yang penuh hikmah,


إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ


3. innaka laminal-mursalīn. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,


عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

4. 'alā ṣirāṭim mustaqīm. (yang berada) diatas jalan yang lurus,


تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

5. tanzīlal-'azīzir-raḥīm. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,


لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ

6. litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.


لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

7. laqad ḥaqqal-qaulu 'alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.


إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

8. innā ja'alnā fī a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.


وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

9. wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.


وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

10. wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.


إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

11. innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm 11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.


إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ

12. innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).


وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

13. waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.


إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ

14. iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa 'azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu".


قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

15. qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".


قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

16. qālụ rabbunā ya'lamu innā ilaikum lamursalụn. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".


وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

17. wa mā 'alainā illal-balāgul-mubīn. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".


قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

18. qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā 'ażābun alīm. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".


قَالُوا۟ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

19. qālụ ṭā`irukum ma'akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas".


وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

20. wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalīn. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".

Lanjutan surat Yasin ayat 21-83 >>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia