3 Cara Menentukan Arah Kiblat untuk Sholat yang Benar dan Mudah

Kristina - detikEdu
Jumat, 01 Jul 2022 07:30 WIB
3 yang harus diperhatikan saat cek arah kiblat
Ilustrasi cara menentukan arah kiblat. Foto: Fuad Hasyim/detikcom
Jakarta -

Kakbah menjadi kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia dalam mengerjakan sholat. Arah kiblat ini dapat diukur dengan berbagai metode.

Perintah untuk sholat menghadap kiblat disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Khallad bin Rafi'.

إِذا قمتَ إِلى الصلاة فأسبغ الوضوء، ثمَّ استقبِل القبلة فكبِّر

Artinya: "Jika kamu hendak sholat sempurnakanlah wudhu kemudian menghadaplah ke arah kiblat." (HR Muslim. Bukhari juga meriwayatkan hal serupa).

Khalilurrahman Al-Mahfani dan Abdurrahim Hamdi dalam Kitab Lengkap Panduan Shalat menjelaskan, menghadap kiblat dalam sholat berarti menghadap Kakbah yang terletak di Mekkah. Apabila tidak melihatnya, maka harus menghadap ke arah Kakbah tersebut.

Cara Menentukan Arah Kiblat

Arah kiblat dapat ditentukan dengan berbagai metode. Baik menggunakan bantuan fenomena alam maupun bantuan teknologi. Berikut selengkapnya.

1. Menggunakan Benda Ketika Terjadi Fenomena Rashdul Qiblah

Pertama, arah kiblat dapat ditentukan dengan bantuan benda tegak ketika terjadi fenomena Matahari berada di atas Kakbah atau Rashdul Qiblah. Fenomena ini umumnya terjadi dua kali dalam setahun.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menjelaskan, fenomena ini terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau kecil selisihnya dengan lintang geografis Kakbah.

"Hal ini terjadi karena sumbu rotasi Bumi mempunyai kemiringan 6º34' terhadap bidang edar Bumi (atau ekliptika), sehingga mengalami pergerakan semu tahunan yang bervariasi antara -23º26' terhadap khatulistiwa," terang Andi, seperti dikutip dari situs Edukasi Sains Antariksa BRIN, Rabu (29/6/2022).

Fenomena tersebut juga dapat disebut sebagai Kulminasi Agung. Kulminasi Agung yang terjadi di Kakbah dapat digunakan untuk mengecek dan meluruskan arah kiblat, karena bayangan benda yang terbentuk akan mengarah ke Kakbah saat Matahari tepat berada di atasnya.

Berikut langkah-langkah untuk menentukan arah kiblat menggunakan Kulminasi Agung:

  • Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya, dengan mencari lokasi yang rata dan terkena cahaya matahari.
  • Gunakan benda atau tongkat yang lurus, bisa juga menggunakan benang berbandul.
  • Siapkan jam yang telah dikalibrasikan atau dicocokkan dengan waktu BMKG.
  • Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah) atau gantungkan benang berbandul.
  • Tunggu hingga waktu rashdul qiblah tiba, lalu amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut.
  • Setelah itu, tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan, baik tongkat atau bandul.
  • Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat untuk tempat tersebut.

Fenomena Matahari berada di atas Kakbah tahun ini terjadi pada 28 Mei 2022 dan 15 Juli 2022 mendatang.

2. Menggunakan Google Maps

Cara menentukan arah kiblat yang kedua adalah menggunakan Google Maps. Layanan yang disediakan oleh Google ini menggunakan sistem Global Positioning System (GPS) untuk mengetahui lokasi yang akurat. Teknologi ini memanfaatkan informasi yang diperoleh dari berbagai satelit.

Berikut langkah-langkah mengetahui arah kiblat menggunakan Google Maps.

  • Buka aplikasi Google Maps pada browser, bisa menggunakan laptop maupun handphone.
  • Ubah tampilan peta Google Maps ke mode Satelit dengan cara klik kotak Satelit yang ada di pojok kiri bawah.
  • Ketik Kakbah, Mekah Arab Saudi (atau bahasa Inggris: Kabaa, Mecca Saudi Arabia) pada kotak Telusuri yang ada di menu Google Maps. Kemudian, enter atau oke.
  • Pusatkan titik tepat di atas Kakbah. Kemudian, klik kanan dan pilih ukur jarak (measure distance).
  • Cari posisi atau lokasi yang akan diketahui arah kiblatnya dengan menuliskan pada kolom lokasi.
  • Setelah itu, klik kiri lokasi yang akan ditentukan. Google Maps akan memunculkan garis yang menunjukkan arah kiblat.

3. Menggunakan Aplikasi Petunjuk Kiblat

Selain aplikasi Google Maps yang menggunakan bantuan GPS, arah kiblat juga dapat diketahui menggunakan bantuan aplikasi lain yang dapat diunduh melalui perangkat masing-masing. Beberapa aplikasi di antaranya Qibla Compass, Qibla Finder, Arah Kiblat, dan Qibla Connect.

Arah Kiblat Ketika Sholat dalam Kendaraan

Orang yang sedang safar (bepergian) menggunakan kendaraan mengalami situasi yang berbeda dalam melaksanakan sholat khususnya saat menentukan arah kiblat.

Ketentuan mengenai arah kiblat ketika sholat dalam kendaraan dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat yang berasal dari Ibnu Umar RA.

"Sewaktu orang-orang berada di Kuba' melakukan sholat subuh, tiba-tiba datanglah seseorang mengatakan, 'Pada malam tadi Nabi SAW menerima wahyu yang menyuruh menghadap Kakbah, maka menghadaplah ke sana, ketika itu muka mereka menghadap ke Syam, maka mereka pun menghadap Kakbah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Merujuk pada hadits tersebut, orang yang sholat dalam kendaraan seperti pesawat, perahu, dan lain-lain, maka arah kiblat menghadap mengikuti arah laju kendaraan tersebut.

Dalam surah Al Baqarah ayat 144 Allah SWT berfirman:

وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ - ١١٥

Artinya: "Dan milik Allah timur dan barat. Kemanapun kamu menghadap di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Mahaluas, Maha Mengetahui."



Simak Video "Matahari Tepat di Atas Ka'bah, Saatnya Cek Arah Kiblat "
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia