ADVERTISEMENT

Apakah Ikan Duyung Benar-benar Nyata? Cek Faktanya di Sini

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 28 Jun 2022 14:00 WIB
Mumi putri duyung
Mumi putri duyung yang tengah diteliti di Jepang. Apakah ikan duyung benar-benar ada? Jika iya, apakah putri duyung benar-benar nyata? Foto: IFL Science
Jakarta -

Apakah ikan duyung benar-benar nyata? Jawabannya iya dan tidak. Dikutip dari WWF, duyung atau dugong adalah sepupu dari manatee atau lembu laut yang perawakannya gembul dan berekor mirip lumba-lumba. Lembu laut biasa hidup di perairan air tawar, sementara duyung hidup di laut. Tetapi, duyung adalah mamalia dan bukan ikan.

Seperti namanya, sapi laut atau duyung makan rumput di perairan pesisir laut yang dangkal. Umumnya, duyung bisa ditemukan di perairan Samudra India dan bagian barat Samudra Pasifik.

Duyung terancam punah karena degradasi habitat lamun atau rumput laut. Penurunan habitat tumbuh ini disebabkan pembangunan pesisir atau kegiatan industri yang menyebabkan pencemaran air.

Jika rumput laut tidak cukup untuk dimakan, maka dugong tidak berkembang biak secara normal. Karena itu, konservasi habitat laut perairan dangkal penting untuk melestarikan keberadaan duyung. Duyung juga sering menjadi korban bycatch, terjerat jaring ikan secara tidak sengaja.

Di Jepang, mumi "putri duyung" berusia 300 tahun juga disembah sebagai bagian dari ritual kesehatan di kuil wilayah Prefektur Okayama. Jika duyung memang ada, bagaimana dengan putri duyung?

Apakah Putri Duyung Benar-benar Nyata?

Dilansir dari Live Science, mumi "putri duyung" di Jepang mirip dengan dua makhluk mitologi di cerit rakyat Jepang. Yang pertama yaitu Amabies, putri duyung dengan paruh dan tiga ekor. Yang kedua adalah Ningyo, ikan berkepala manusia. Keduanya disebut dapat menjaga kesehatan, merawat umur panjang, dan mengobati.

Sebelumnya, pengurus Okayama Folklore Society Hiroshi Kinoshita menemukan mumi tersebut di dalam sebuah kotak di kuil tersebut. The Asahi Shimbun mencatat, kotak tersebut juga berisi catatan bahwa spesimen tersebut ditangkap nelayan antara tahun 1736-1741, lalu dijual ke keluarga kaya. Kinoshita mendapati, mumi tersebut mirip dengan yang dilihatnya di ensiklopedi makhluk mitologi.

Investigasi Mumi Putri Duyung

Paleontolog Takafumi Kato dari Kurashiki University of Science and the Arts bersama rekannya tahun ini mencari tahu asal-usul mumi "putri duyung" tersebut. Kinoshita sebelumnya memastikan pihak kuil memperbolehkan para peneliti menginvestigasi spesimen yang tidak biasa tersebut.

Pada 2 Februari 2022, tim peneliti Kato mulai mencitrakan mumi dengan CT scan dan mengambil sampel DNA. Harapannya, tahun depan sudah diketahui, hewan apa yang digunakan untuk membuat mumi "putri duyung" tersebut.

Mumi putri duyung tersebut diduga peneliti hanya merupakan rekaan manusia. Mumi sepanjang 30.5 cm tersebut diduga merupakan gabungan bangkai kepala dan badan monyet, bagian bawah badan ikan, serta rambut dan kuku manusia.

Hoax putri duyung di Jepang juga sebelumnya dikenal dengan nama Fiji Mermaid. Mumi "putri duyung ini" dijual ke pelancong dari Belanda ada 1810, lalu dijual lagi ke pedagang Inggris, dikirim ke Amerika Serikat. Di AS, mumi tersebut menjadi bagian koleksi pertunjukan P.T. Barnum, penipu di bisnis sirkus dan pertunjukan yang romantisasi hidupnya diangkat di film The Greatest Showman.



Simak Video "Nikita Fima, Wujud Putri Duyung di Dunia Nyata"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia