ADVERTISEMENT

Kisah Burung Ababil yang Diutus Allah untuk Melindungi Kakbah

Kristina - detikEdu
Sabtu, 25 Jun 2022 07:00 WIB
Pelaksanaan haji di masa pandemi COVID-19 membuat para jemaah menunaikan ibadah haji dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti ini potretnya.
Kakbah. Foto: AP Photo/Amr Nabil
Jakarta -

Ada suatu kisah tentang kebesaran Allah SWT yang ditunjukkan melalui segerombolan burung ababil. Burung-burung ini berhasil mengalahkan pasukan gajah yang ingin menghancurkan Kakbah.

Menurut Zainurrofieq dalam buku The Power of Ka'bah, Ka'bah secara istilah adalah rumah Allah yang suci. Ka'bah disebut juga dengan Baitullah.

Dalam Kitab Zadul Ma'ad, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menceritakan bahwa suatu ketika dalam perjalanan ibadah haji, Rasulullah SAW menggerakkan untanya lebih cepat saat tiba di Lembah Muhassir atau dikenal dengan Wadi Muhassir.

Wadi Muhassir terletak di perbatasan antara Muzdalifah dan Mina. Tempat ini menjadi saksi bisu turunnya azab Allah SWT kepada pasukan gajah yang dipimpin oleh Raja Abrahah dari Yaman. Konon, di tempat inilah pasukan gajah yang awalnya menggebu-gebu ingin menghancurkan Kakbah tiba-tiba merasa lemah.

Disebutkan, Raja Abrahah merupakan panglima di negeri Yaman. Dia memiliki kekuasaan tinggi dan pengaruh yang luar biasa. Dia membangun sebuah gereja besar dengan harapan banyak pendatang dari berbagai penjuru dunia untuk memakmurkan gereja tersebut.

Namun, pada kenyataannya, umat manusia saat itu lebih memilih untuk mendatangi Kakbah di kota Mekkah sebagai kiblat dalam beribadah. Pada saat itu, Kakbah dijadikan tempat ibadah oleh umat berbagai agama, termasuk Yahudi.

Melihat kenyataan tersebut, Abrahah yang tidak puas lantas mengirimkan surat kepada Raja Najasyi yang berisi keinginannya untuk menghancurkan Kakbah. Ia bertekad mengalihkan perhatian umat manusia ke gereja yang ia bangun di daerah San'a, Yaman.

Hal ini semakin diperkeruh dengan kondisi masyarakat Arab yang saat itu lebih memilih Kakbah daripada tempat ibadah yang dibangun Abrahah. Bahkan, seorang Arab dari Bani Malik bin Kinanah sempat menodai gereja yang dibangun Abrahah.

Alhasil, tekad Abrahah untuk menghancurkan Kakbah semakin bulat. Ia menaiki seekor gajah besar bernama Mahmud serta membawa bala tentaranya dalam jumlah besar serta.

Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir dikatakan, Mahmud adalah gajah sangat besar yang dikirim Raja Najasyi untuk membantu Abrahah menghancurkan Kakbah. Pendapat lain mengatakan, ada delapan bahkan 12 gajah yang datang bersama Abrahah.

Penyerangan Abrahah ini tercatat sebagai ekspansi pertama bangsa asing ke daerah Hijaz. Ketika sampai di perbatasan Mekkah dari arah Thaif, ia tidak langsung menyerbu, melainkan mengirim seorang juru bicara untuk mendatangi pengurus Kakbah, pada waktu itu dipimpin oleh kaum Quraisy, Abdul Muthalib.

Pasukan yang dipimpin oleh Abrahah merampas harta penduduk, termasuk unta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib pun meminta unta tersebut, lalu dengan terkejut Abrahah berkata, "Apakah hanya untuk dua ratus ekor unta ini engkau menemuiku? Sementara engkau tinggalkan sebuah rumah yang menjadi agamamu dan agama nenek moyangmu. Kini aku datang untuk menghancurkannya, apakah engkau tidak ingin membicarakannya padaku?"

Mendengar hal itu Abdul Muthalib lantas menjawab, "Sesungguhnya aku adalah pemilik unta ini, dan sesungguhnya rumah itu sudah memiliki pemiliknya sendiri yang akan melindunginya darimu dan pasukanmu."

Begitu sampai di Wadi Muhassir, tiba-tiba semua gajah mendadak lemas dan tidak memiliki kekuatan untuk melanjutkan perjalanan menuju Kakbah. Kemudian, Allah SWT menurunkan pasukan burung ababil dengan membawa batu dari neraka dan menjatuhkannya ke pasukan gajah.

Pasukan gajah lantas bergelimpangan akibat panasnya batu yang dibawa oleh burung ababil. Alhasil, tentara yang dipimpin oleh Abrahah tersebut gagal menghancurkan Kakbah. Peristiwa ini dikisahkan dalam Al-Qur'an surah Al Fiil ayat 1-5.

Kisah Kakbah dan burung ababil ini terjadi tepat pada tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW.



Simak Video "Lautan Manusia Kembali Padati Area Ka'bah Jelang Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia