Sejarah & Keajaiban Air Zam zam, Tidak Kering Meski Kemarau

Nada Zeitalini Arani - detikEdu
Sabtu, 25 Jun 2022 05:00 WIB
Ilustrasi Air Zamzam
ilustrasi air zam zam (Ilustrator Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Jakarta -

Air zam zam berasal dari mata air di Makkah menjadi favorit para jamaah umrah dan haji sebagai oleh-oleh. Dikutip dari buku 13 Misteri di Kota Makkah karya Dedi, kata zam zam berasal dari bahasa Arab yang artinya banyak atau melimpah.

Berdasarkan syariat, air ini didapatkan dari sumur zam zam yang letaknya hanya 38 hasta dari Kakbah. Sesuai dengan namanya, air di sungai ini memang tidak pernah habis walau diambil berkali-kali dalam jumlah banyak setiap hari.

Lantas bagaimana awal mula adanya air zam zam ini?

Sejarah Air Zam zam

Dikutip dari buku yang sama, Mata air zam zam di kota Makkah pertama kali ditemukan oleh istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar. Disebutkan Imam al Bukhari dari hadits Ibnu Abbas, suatu ketika Ibrahim, Siti Hajar, dan anaknya Ismail berada di Makkah. Saat itu tak ada satupun orang di sana.

Atas perintah Allah, Nabi Ibrahim pergi meninggalkan istri dan anaknya dengan kantong berisi air dan kurma. Siti Hajar pun meminum air itu dan menyusui anaknya, namun ia mulai kebingungan saat air itu habis dan anaknya Ismail terus menangis kehausan.

Dengan penuh cemas, pergilah Siti Hajar mencari sumber air atau orang di sekitarnya. Ia pergi menuju bukit terdekat yaitu bukit Shafa, namun tak ditemukannya air atau orang satupun. Ia kemudian turun melewati lembah dan mendaki bukit Marwah dan lagi-lagi ia tidak menemui siapapun.

Siti Hajar pun bolak-balik ke bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Saat dirinya berada di bukit Marwah, ia mendengar suara dan ternyata itu adalah malaikat Jibril yang memukulkan kakinya di atas tanah lalu keluar pancaran air di sana. Siti Hajar bergegas menciduk air tersebut dengan tangannya kemudian dimasukkan ke dalam tempat air, akan tetapi air justru semakin terpancar deras. Hajar bergegas meminum air tersebut juga memberikan pada puteranya.

Keajaiban Air Zam zam

Setelah mengetahui sejarah hadirnya air zam zam di Makkah, yuk simak beberapa keistimewaan air dari sumur zamzam ini!

Air Paling Murni di Dunia

Bukan hanya dianggap air suci, air ini juga ternyata merupakan air paling murni di seluruh dunia. Berdasarkan penelitian oleh banyak ilmuwan menemukan bukti kalau air zam zam bebas kuman dan bakteri sehingga aman dikonsumsi langsung tanpa proses pematangan.

Ketika disorot dengan sinar ultraviolet, tidak ditemukan sama sekali kuman dan bakteri yang umumnya ada pada air lain. Salah satu ilmuwan asal Jerman, Knut Pfeiffer melakukan riset dengan hasil air zamzam mengandung mineral yang sangat kaya yang mampu meningkatkan energi serta baik untuk sistem jaringan tubuh.

Air ini punya kemurnian tertinggi, bahkan mengalahkan air di pegunungan Alpen sekalipun. Air zam zam mengandung senyawa bikarbonat sekitar 366 miligram per liter, sementara air dari Pegunungan Alpen hanya mencapai sekitar 357 miligram per liter.


Airnya Tak Pernah Kering


Dilansir dari Egypttoday, seorang profesor geologi dan sumber daya air di Institut Riset Afrika Abbas Sharaqi mengatakan bahwa air zam zam tidak akan habis karena sumurnya terhubung ke sumber air tanah yang terbarukan. Hal ini menjadikan sumber air itu tidak akan mengering kecuali dalam kondisi tertentu.

"Air Zam-zam adalah air terbarukan. Sumber air berasal dari hujan di Mekah. Mekah adalah daerah pegunungan dan salah satu lembahnya - Lembah Ibrahim atau wadi' ibrahim menyokong sumur Zamzam yang berada di daerah dataran rendah," kata Sharaqi.

Hal yang sama juga disebutkan dalam jurnal internasional tahun 2013 dari peneliti dari universitas di Pakistan dan Jepang. Diketahui tepat pada lokasi sumur zam zam berada, terdapat endapan sungai setebal 13,5 meter yang disebabkan oleh air hujan di pegunungan yang mengalir ke dataran rendah dan berubah menjadi endapan.

Halaman selanjutnya Air zam zam bisa jadi obat >>>>>>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia