ADVERTISEMENT

3 Cara Mencegah Abrasi agar Tidak Terjadi seperti di Minahasa

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 17 Jun 2022 15:30 WIB
Jembatan di Minahasa Selatan ambruk dan 10 rumah ikut hanyut ke laut (Dok. Istimewa).
Ilustrasi cara mencegah abrasi. Foto: Jembatan di Minahasa Selatan ambruk dan 10 rumah ikut hanyut ke laut (Dok. Istimewa).
Jakarta -

Akibat abrasi air laut di Minahasa Selatan (Minsel) Sulawesi Utara (Sulut), 65 bangunan terdampak. Ada 28 rumah di antaranya yang hanyut, 10 mengalami rusak berat, lalu sisanya rusak ringan.

Mengutip dari detiksuksel, sebelumnya Jembatan Bolivart juga diberitakan ambruk karena penyebab yang sama. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WITA pada hari Rabu (15/6/2022) di Kelurahan Bitung, Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan. Abrasi yang mengikis pinggiran tanah bibir pantai sepanjang 75 meter tersebut juga terekam kamera warga.

Dikatakan dalam laman Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, abrasi sendiri adalah proses alam berupa pengikisan tanah pada pesisir pantai yang dikarenakan ombak dan arus laut yang sifatnya merusak. Terkadang, juga disebut sebagai erosi pantai.

Lantas, seperti apa cara mencegahnya?

Masih dari sumber yang sama, berikut ini cara pencegahan abrasi:

  • Memelihara Terumbu Karang

Terumbu karang memiliki manfaat dalam memecah gelombang. Sehingga, jika ekosistem terumbu karang diperbaiki, maka terjadinya abrasi dapat diminimalisir.

  • Menumbuhkan Pohon Bakau

Pohon bakau adalah jenis pepohonan yang akarnya bisa menjulur ke dalam air di pantai. Biasanya bakau ditanam sejajar dengan garis pantai agar bisa sekaligus membatasi daerah air dengan pantai yang berpasir.

Akar pohon bakau yang kuat juga berfungsi menahan gelombang dan arus laut yang mengarah ke pantai. Sehingga, bebatuan dan tanah di pantai tidak hancur.

  • Tidak Melakukan Penambangan Pasir

Larangan penambangan pasir di daerah-daerah tertentu adalah tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah serta pusat. Abrasi dapat dicegah apabila persediaan pasir pantai masih memadai sehingga gelombang air tak sampai mengenai garis pantai.

Buku Mitigasi dan Manajemen Bencana karya Marzuki dkk., menyebutkan, abrasi atau yang kerap disebut erosi pantai bisa terjadi karena beberapa faktor, di antaranya faktor alam dan manusia. Salah satu contoh faktor alam adalah angin yang bertiup sehingga gelombang air laut memiliki kekuatan untuk mengikis pantai. Sementara, contoh abrasi yang disebabkan oleh manusia adalah penambangan pasir.



Simak Video "Video Horor Abrasi di Minahasa, Rumah Hanyut-Jembatan Roboh"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia