ADVERTISEMENT

4 Amalan yang Pahalanya Setara dengan Haji, Bisa Dikerjakan Setiap Hari

Kristina - detikEdu
Kamis, 16 Jun 2022 15:30 WIB
Masjid Al-Bina Senayan, Jakarta, Jumat (19/06/2015), menjadi tempat favorit warga untuk mengisi waktu dihari kedua puasa, seperti melakukan sholat berjamaah, berdoa, mengaji hingga istirahat. Rengga Sancaya/detikcom.
Ilustrasi mengerjakan amalan yang pahalanya setara dengan haji. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu. Apabila belum bisa menunaikannya, Allah SWT memberikan kemurahan melalui sejumlah amalan yang pahalanya setara dengan haji.

Dalam Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3, Prof Wahbah az-Zuhaili mengatakan, kewajiban haji turun pada akhir tahun 9 Hijriyah. Ayat yang mewajibkannya adalah firman Allah SWT:

....وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ....

"...Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah..." (QS Ali Imran: 97).

Ibadah haji ini dilaksanakan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan, yakni mulai Zulkaidah hingga Zulhijah di Tanah Suci Mekkah.

Amalan dengan Pahala Setara Haji

Berikut sejumlah amalan dengan pahala setara haji yang dapat dikerjakan umat Islam setiap harinya:

1. Salat Jamaah Lima Waktu di Masjid

Amalan pertama dengan pahala setara haji adalah salat jamaah lima waktu di masjid. Rasulullah SAW bersabda dalam hadist Bukhari dan Muslim, bahwa salat jamaah lebih utama 27 derajat daripada salat sendirian.

Dalam buku Keajaiban Tahajud, Subuh dan Dhuha, Ferry Taufiq El-Jaquene menjelaskan, yang dimaksud salat berjamaah yang mendatangkan pahala haji adalah apabila dikerjakan secara terus-menerus. Sementara itu, orang yang mengerjakan salat dhuha di masjid akan mendapat ganjaran setara umrah.

Pendapat ini merujuk pada hadits yang bersumber dari Abu Umamah. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk menunaikan salat fardhu akan diberikan pahala ibadah haji. Sementara orang yang keluar rumah untuk mengerjakan salat dhuha dan tidak ada tujuan lain seperti itu maka akan diberikan pahala umrah," (HR Abu Dawud).

2. Zikir setelah Subuh

Mengutip buku Rahasia Terlengkap Dahsyatnya Mukjizat Shalat Tahajjud oleh Abu Abbas Zain Musthofa al-Basuruwani, zikir setelah salat subuh berjamaah hingga terbit matahari dan melanjutkannya dengan salat dua rakaat akan mendapat pahala setara haji dan umrah secara sempurna.

Hal ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa salat subuh berjamaah, lalu duduk berzikir kepada Allah SWT sampai terbit matahari, kemudian ia salat dua rakaat, maka amalan itu sama dengan pahala menunaikan ibadah haji dan umrah secara sempurna, sempurna, dan sempurna," (HR At Tirmidzi dan hasan menurutnya).

3. Pergi ke Masjid dengan Niat Mencari Ilmu

Dalam sebuah riwayat yang berasal dari Abu Umamah, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ

Artinya: "Siapa yang berangkat ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, diberikan pahala seperti pahala ibadah haji yang sempurna," (HR At Thabrani).

4. Berbakti kepada Orang Tua

Amalan setara haji lainnya adalah berbakti kepada orang tua. Selain haji, amalan ini juga setara dengan jihad. Disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Anas bin Malik RA, ia berkata:

إِنِّي أَشْتَهِي الْجِهَادَ وَلا أَقْدِرُ عَلَيْهِ ، قَالَ : هَلْ بَقِيَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ ؟ قَالَ : أُمِّي ، قَالَ : فَأَبْلِ اللَّهَ فِي بِرِّهَا ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ ، وَمُعْتَمِرٌ ، وَمُجَاهِدٌ ، فَإِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ فَاتَّقِ اللَّهَ وَبِرَّهَا

Artinya: "Ada seseorang yang mendatangi Rasululah SAW dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah SAW bertanya padanya, 'Apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup?' Ia jawab, 'Ibunya masih hidup.'

Rasul pun berkata padanya: "Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad," (HR. Ath-Thabrani).

Meski ada sejumlah amalan yang pahalanya setara dengan haji, bukan berarti perintah haji tidak berlaku bagi orang yang sudah mengerjakan amalan tersebut. Rukun Islam yang kelima ini tetap diwajibkan bagi siapapun.



Simak Video "Kasus 46 Calon Dideportasi Saudi, Apa Itu Haji Furoda?"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia