Apa Itu Hipotesis? Ini Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Cara Menyusunnya

Apa Itu Hipotesis? Ini Pengertian, Ciri-ciri, Jenis, dan Cara Menyusunnya

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Selasa, 14 Jun 2022 14:30 WIB
Peneliti
Penelitian dalam bidang apapun membutuhkan hipotesis (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Jika kamu saat ini sedang bergulat dengan penelitian atau skripsi, pasti sudah familiar dengan istilah hipotesis. Apa itu hipotesis? Hipotesis adalah dugaan atau pernyataan sementara yang digunakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dalam penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris.

Dalam struktur penelitian - utamanya penelitian kuantitatif - hipotesis menjadi poin yang penting dalam penelitian. Kenapa? Karena hipotesis menjadi dasar dugaan substansial dari peneliti mengenai topik permasalahan penelitian untuk nantinya dibuktikan dalam proses penelitian secara metodologis, ilmiah, dan empiris.

Pengertian Hipotesis

Menurut William G. Zikmund dalam bukunya yang berjudul Business Research Methods dijelaskan bahwa hipotesis adalah proposisi yang sifatnya belum terbukti secara ilmiah. Sehingga proposisi ini harus segera dibuktikan secara empiris dengan proses penelitian yang sesuai dengan metodologi yang sesuai.

Biasanya, seorang peneliti merumuskan hipotesis berdasarkan pengamatan subjektifnya mengenai suatu permasalahan yang kontekstual dengan isu yang diangkat dalam penelitian.

Terkadang, peneliti juga merujuk pada penelitian sebelumnya dengan topik permasalahan yang sesuai untuk nantinya akan dibuktikan lebih lanjut dalam proses penelitian.

Di lain sisi, S. Margono dalam buku yang berjudul Metodologi Penelitian Pendidikan beranggapan bahwa hipotesis adalah pendapat atau gagasan yang sifatnya masih tentatif atau sementara.

Hipotesis menjadi suatu proposisi yang memiliki kemungkinan jawaban yang salah. Oleh karenanya, penting untuk ditelusuri kebenarannya melalui penelitian yang terstruktur.

Ciri-ciri Hipotesis

Dalam buku Teori dan Pendekatan Belajar yang terbit tahun 2015 digambarkan bahwa ada empat ciri-ciri dari hipotesis dalam konteks penelitian, yaitu:

· Hipotesis dinyatakan dalam kalimat pernyataan (declarative statement), bukan kalimat tanya. Statement tersebut sebagai pandangan peneliti berdasar hasil kajian teori yang digunakan.

· Peneliti harus konsisten (tidak berubah-ubah) mengenai isi hipotesisnya. Oleh karena itu, peneliti perlu melakukan kajian yang mendalam tentang teori yang digunakan dalam menyusun hipotesisnya.

· Dalam penelitian eksperimen hipotesis berisi pernyataan mengenai efektivitas, perbedaan atau pengaruh dari suatu variabel ke variabel yang lain. Dalam hipotesis sedikitnya ada dua variabel yang diteliti.

· Hipotesis harus dapat diuji (testable). Selain menjelaskan tentang cara pengukuran masing-masing variabel yang akan diteliti, dalam bagian metodologi penelitian juga harus menjelaskan teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.

Jenis Hipotesis

Khususnya dalam penelitian korelasi dan komparatif, hipotesis adalah proposisi yang memiliki dua jenis yaitu hipotesis tanpa arah (dua arah) dan hipotesis searah. Bagaimana penjelasannya?

A. Hipotesis Tanpa Arah (Dua Arah)

Jenis pertama yaitu hipotesis tanpa arah yang sering disebut juga sebagai hipotesis dua arah. Hipotesis tanpa arah rumusan dari kalimat atau proposisi yang berisi pernyataan hanya mengenai adanya hubungan atau tidak adanya hubungan.

Di mana hipotesis jenis ini tidak ikut menjelaskan arah hubungan antara variabel yang diteliti secara metodologis. Contohnya, hipotesis yang menyatakan "Ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa".

B. Hipotesis Searah

Selanjutnya, ada hipotesis searah yang merupakan pernyataan yang menunjukkan arah hubungan dan perbedaan antara dua atau lebih variabel yang diteliti secara metodologis. Arah hubungan dan perbedaan ini menunjukkan aspek positif atau negatif yang saling berimplikasi.

Adapun contoh dari hipotesis searah dalam konteks penelitian, seperti hipotesis yang menyatakan "Semakin tinggi motivasi belajar siswa maka diikuti semakin tinggi prestasi siswa" dan "Semakin tinggi konsep diri maka diikuti semakin rendah agresivitas siswa".

Cara Menyusun Hipotesis

Azwar Saifuddin dalam buku yang ditulisnya berjudul Reliabilitas dan Validitas memberikan cara serta mekanisme yang efektif dalam menyusun hipotesis, yakni:

· Membaca dan menelaah beberapa konsep, teori, dan substansi yang menjelaskan mengenai variabel-variabel penelitian serta implikasinya terhadap topik penelitian

· Intensitas dalam membaca dan melakukan review sistematis terhadap hasil dari penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian

Kesimpulannya, hipotesis adalah pernyataan dan dugaan sementara dalam suatu penelitian untuk nanti diuji validitas dan keabsahan ilmiahnya.



Simak Video "4 Teknologi yang Mencoba "Melawan" Kuasa Tuhan "
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia