ADVERTISEMENT

Ini Cara Menghilangkan Stres bagi Mahasiswa Tingkat Akhir

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Senin, 13 Jun 2022 21:00 WIB
Ilustrasi mahasiswa atau mahasiswi menggunakan laptop
Cara menghilangkan stres. Foto: Getty Images/iStockphoto/pondsaksit
Jakarta -

Cara mengatasi stres setiap orang tentu berbeda-beda. Terlebih, stres merupakan kondisi umum yang dialami oleh siapa saja, tak terkecuali mahasiswa tingkat akhir.

Mahasiswa tingkat akhir terutama yang tengah menyusun skripsi tergolong rentan mengalami stres. Biasanya, hal ini diakibatkan tekanan-tekanan yang diperoleh dari orang sekitar, aktivitas akademik maupun sehari-hari.

Selain itu, pemikiran-pemikiran berlebihan tentang masa depan yang menimbulkan rasa khawatir juga menjadi faktor pemicu stres.

Bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah mengalami stres, simak cara mengatasi stres berikut ini. Mengutip dari laman resmi Rumah Sakit Universitas Indonesia, berdasarkan gejala yang ditimbulkan, stres dibagi menjadi tiga tingkat, apa saja?

3 Tingkatan Stres

1. Stres Ringan

Biasanya, stres ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor yang menyebabkan stres ringan diantaranya kemacetan, terlalu banyak tidur, menerima kritik dan lain sebagainya.

2. Stres Sedang

Tingkatan stres sedang berlangsung lebih lama ketimbang stres ringan. Adapun faktor yang jadi pemicu stres sedang seperti perselisihan yang tak kunjung usai, hubungan kerja yang tidak baik dengan teman, dan masih banyak lagi.

3. Stres Tinggi

Stres tinggi bisa juga disebut dengan stres kronis. Pada tingkatan ini, stres terjadi dalam waktu yang sangat lama, bisa berminggu-minggu dan bahkan bertahun-tahun. Faktornya sendiri seperti kesulitan finansial.

Setelah mengetahui tingkatan stres, tentunya muncul pertanyaan bagaimana cara mengatasi stres? Terlebih bagi mahasiswa tingkat akhir, simak solusinya di bawah ini.

Atasi Stres bagi Mahasiswa Tingkat Akhir dengan Metode 'STRESS'

Metode STRESS ini merupakan salah satu strategi atasi stres bagi mahasiswa tingkat akhir. Kepanjangan dari STRESS sendiri yaitu Study Skills, Tempo - Time Management, Rest, Eating and Exercise, Self Talk dan Social Support.

Dikutip dari karya Gunarya, dkk yang berjudul Bersahabat Dengan Stress Modul MD10 Universitas Hasanudin, Study Skills berarti para mahasiswa diharapkan memiliki skill belajar yang sesuai dengan pribadi masing-masing. Tujuannya agar mahasiswa mampu belajar degan lebih efektif dan efisien.

Selanjutnya, Time Management. Mahasiswa harus mampu mengatur waktu sehingga apapun yang dikerjakan dapat selesai tepat waktu dan sasaran. Lalu yang ketiga ada Rest. Rest ini merupakan kata dari bahasa Inggris yang artinya istirahat, dengan beristirahat cukup maka mahasiswa dapat mengerjakan skripsi dengan lebih fokus.

Metode atasi stres selanjutnya ada Eating and Exercise. Kedua elemen ini dibutuhkan oleh tubuh, khususnya dalam menerima asupan yang seimbang. Olahraga yang cukup akan membuat tubuh lebih bugar.

Lalu ada Self Talk, yang berarti berbicara kepada diri sendiri dalam artian positif. Self Talk bisa dilakukan dengan memberi semangat kepada diri sendiri dan menanamkan keyakinan-keyakinan positif lainnya.

Yang terakhir ada Social Support. Social Support ini bisa diperoleh dari lingkungan sekitar, baik itu dari keluarga, teman maupun dosen. Dukungan dari kerabat terdekat tentunya akan memantik semangat dan mengurangi stres yang diderita.

Nah, detikers bagi kalian mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengalami stres, ada baiknya terapkan metode STRESS ini ya!



Simak Video "Siapa yang Lebih Rentan Alami Stres Saat Liburan?"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia