KH Dimyati Rois: Jadi Guru Jangan Hanya Transfer Pengetahuan, Google Lebih Cerdas

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 10 Jun 2022 10:01 WIB
KH Dimyanti Rois
KH Dimyanti Rois. Foto: NU Jatim
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois berpulang pada Jumat (10/6/2022) pukul 01.13 WIB di Rumah Sakit Tlogoreja, Semarang, Jawa Tengah. Semasa hidupnya, beliau merupakan Kiai Nahdliyin yang berpengaruh dan dihormati.

KH Dimyati Rois lahir di Brebes, pada 5 Juni 1945 dari pasangan Bapak Rois dan Ibu Djusminah. KH Dimyati Rois merupakan anak kelima dari 10 bersaudara. Ayahnya merupakan seorang santri petani, dan masih keturunan dari sesepuh dan pendiri Kabupaten Brebes.

Rekam Jejak Pendidikan KH Dimyati Ros

Melansir dari buku Ensiklopedia Khittah NU: NU dan Tokoh-Tokoh Penting karya Nur Khalik Ridwan, KH Dimyati Rois https://www.detik.com/tag/pbnu/ menempuh pendidikannya di pesantren. Hal itu dikarenakan karena beliau sangat suka mengkaji agama dan berkelana.

Kemudian pada tahun 1956, dia mengenyam ilmu agama Iskam di Pesantren APIK Kaliwungu diasuh oleh KH Ahmad Ru'yat. Setelah dari APIK Kaliwungu, Dimyati Rois menuju Pesantren Lirboyo di Jawa Timur dan berguru kepada KH Mahrus Ali.

Selanjutnya ia meneruskan ke pesantren Sarang yang dikelola oleh Mbah Imam, tidak kurang dari 5 tahun. Setelah berkelana, kemudian kembali lagi ke Kaliwungu. Selain mengajarkan ilmu keagamaan, KH Dimyati Rois juga dikenal sebagai seorang mubaligh dan orator handal.

Saat di Kaliwungu ia diangkat sebagai lurah pondok. Pada 1 Januari 1978, KH Dimyati Ros menikah dengan Tho'ah. Kemudian pada tahun 1985, ia mendirikan pesantren Al-Fadhlu wal Fadhlilah di Djagalan, Kutoharjo, Kaliwungu.

Pesan KH Dimyati Ros sebagai Pendidik

Dikenal sebagai seorang pendidik, KH Dimyati Rois mengatakan menjadi guru adalah seorang profesi yang luar biasa. Guru tidak hanya sekadar membuat peserta didik cerdas dan terampil namun juga harus mengembangkan pendidikan karakter agar peserta didik memiliki karakter serta kepribadian yang mulia.

"Jika anda menjadi seorang guru hanya sekadar transfer pengetahuan, akan ada masanya dimana anda tak lagi dibutuhkan karena Google lebih cerdas dan lebih tahu banyak hal daripada anda," tulis KH Dimyati Ros dalam buku 101 Kesalahan Guru dalam Pembelajaran karya Erwin Widiasworo.

"Namun jika anda menjadi guru juga mentransfer adab, ketaqwaan, dan keikhlasan, maka anda akan selalu dibutuhkan karena Google tak memiliki semua itu," lanjut KH Dimyati Rois.

Kiprah KH Dimyati Rois di NU

KH Dimyati Rois memulai kiprahnya di NU dimulai dari tingkat bawah sampai pusat. Dimulai dari PCNU Kendal, PWNU Jawa Tengah, dan PBNU. Setelah muktamar NU di Makassar, namanya masuk sebagai salah satu Mustasyar PBNU di tahun 2010 hingga 2015.

Setelah Muktamar NU di Jombang, namanya masuk menjadi salah satu Mustasyar PBNU di tahun 2015-2019. Dalam susunan pengurus pertama PKB, KH Dimyati Rois masuk menjadi anggota Dewan Syuro PKB yang diketuai oleh KH. Ma'ruf Amin.

Saat masa orde baru, KH Dimyati Ros pernah menjadi anggota MPR RI melalui jalur utusan golongan yang diajukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Setelah masa reformasi, ia menjadi salah satu kiai pendukung yang penting.

KH Dimyati Rois lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengasuh di pesantren. Namun pada tahun 2018, ia diminta kembali menjadi ketua Dewan Syuro PKB untuk menggantikan KH Aziz Mansyur yang meninggal dunia. KH Dimyati Rois menyanggupi permintaan tersebut.



Simak Video "Alasan Gus Yahya Libatkan Politikus di Kepengurusan PBNU"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia