ADVERTISEMENT

KH Dimyati Rois Wafat Cak Imin Serukan Sholat Ghoib, Begini Tata Caranya

Anatasia Anjani - detikEdu
Jumat, 10 Jun 2022 08:49 WIB
Cak Imin berdoa bersama  Ketua Dewan Syura PKB yang baru KH Dimyati Rois
Foto: Cak Imin saat berdoa bersama Ketua Dewan Syura PKB yang baru KH Dimyati Rois beberapa waktu lalu. KH Dimyati Rois meninggal dunia pada Jumat 10 Juni 2022 dinihari tadi(Dok. PKB)
Jakarta -

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois meninggal dunia pada hari Jumat (10/6/2022) pukul 01.13 WIB. Kiai Dimyati meninggal dunia di Rumah Sakit Tlogoreja, Semarang, Jawa Tengah.

Kabar duka itu disampaikan melalui website NU Online.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois dikabarkan wafat di Rumah Sakit Tlogorejo, Semarang, Jawa Tengah," tulis PBNU dalam website NUonline.

Merespon kabar duka tersebut, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyerukan kepada masyarakat agar melakukan sholat ghoib. Selain Mustasyar, KH Dimyati Rois juga merupakan Ketua Dewan Syuro DPP PKB.

"Sehubungan dengan hal tersebut diinstruksikan kepada Seluruh Pengurus DPP, DPW, DPC, DPAC dan Kader PKB di Seluruh Indonesia untuk melaksanakan Sholat Ghoib dan menyelenggarakan pembacaan Yasin dan Tahlil untuk mendo'akan Beliau selama 7 Hari," tulis intruksi PKB dari keterangan yang diterima detikHikmah, Jumat (10/6/2022)

Tata Cara Sholat Ghoib

Sholat ghoib adalah ibadah yang dilaksanakan umat Islam untuk jenazah, namun jenazahnya tidak ada di hadapannya. Sholat ghoib bertujuan untuk mendoakan mayat agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Melansir dari Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib dan Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, berikut adalah tata caranya:

1. Niat

2. Takbir pertama yang dilanjutkan membaca surat Al Fatihah

3. Takbir kedua yang dilanjutkan membaca sholawat Nabi

اللّـٰهُمَّ صَلَّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Arab latin:

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad

Kamaa shollaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim

Wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad

Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim

Innaka hamidun majiid

Artinya: "Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.

Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia. Dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia."

4. Takbir ketiga yang dilanjutkan membaca doa untuk mayit

اللّـٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ باالْمَاءٍ وَالثَّلْجِ والْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ اْلجَنَّة وَأَعِدْهُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ وَعَذَابِ الناَّرِ

Arab latin:

Allaahummaghfir la-hu warham-hu waafi-hi wafu'an-hu, wa akrim nuzuula-hu, wawassi' madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal-baradi, wanaqqi-hi minal khathayaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyad-hu minal danasi, wa abdil-hu daaran khairan min daari-hi, wa ahlan khairan min ahli-hi, wa zaujan khairan min zau-ji-hi, waqi-hi fitnatal qabri wa'adzaban naari

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskanlah kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es.

Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau mebersihkan baju putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri yang lebih baik dari istrinya (atau suaminya) dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka."

5. Takbir keempat dilanjutkan membaca doa untuk keluarga yang ditinggal mayit

اللّـٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَ بِااْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فىِ قُلُوْبِنَا غِلاَّ لِّـلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُفٌ الرَّحِيْمٌ

Arab latin: Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba'dahu waghfirlanaa walahu. Waliikhwaninalladzinasabaquunabiliimaani walaa taj'al fii quluubina ghillallilladzina aamanuu robbanaa innaka rouufurrohiim

Artinya: "Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya."

6. Salam dengan menengok kanan lebih dulu.

Simak juga 'Gus Yahya: Jangan Gunakan NU Sebagai Senjata Politik!':

[Gambas:Video 20detik]



(atj/erd)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia