Terungkap! Lumba-lumba di Laut Merah Menggunakan Karang untuk Mengobati Infeksi Kulit

Devi Setya - detikEdu
Kamis, 09 Jun 2022 07:30 WIB
Lumba-lumba di Laut Merah Menggunakan Karang untuk Mengobati Infeksi Kulit
ilustrasi lumba-lumba di laut Foto: Atlas Obscura
Jakarta -

Seorang penyelam yang juga ahli biologi kelautan, Angela Ziltener mencoba mengamati aktivitas lumba-lumba di Laut Merah. Pengamatan yang dilakukan selama 13 tahun ini menemukan fakta unik bahwa lumba-lumba bisa mengobati penyakit dengan mengandalkan karang.

Dilansir dari Atlas Obscura (8/6) Angela Ziltener sering menyelam di Laut Merah di lepas pantai Mesir. Ia mengamati sekelompok lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik saat mereka bermain di dalam dan di sekitar terumbu karang dengan kedalaman laut sekitar 45 kaki di bawah permukaan air. Ahli biologi kelautan dan presiden dari organisasi nirlaba Dolphin Watch Alliance ini menganggap aktivitas menyelam sudah menjadi rutinitas hariannya.

Salah satu temuan yang membuatnya takjub adalah saat lumba-lumba terlihat sering menggosokkan tubuhnya ke terumbu karang. "Tiba-tiba, mereka menjadi sangat terorganisir," kenangnya. Lumba-lumba berbaris, dengan sopan menunggu giliran dan satu per satu, menggosok tubuh mereka ke jenis karang tertentu. Jelas bahwa lumba-lumba tahu persis karang mana yang ingin mereka gunakan," kata Ziltener.

Lumba-lumba di Laut Merah Menggunakan Karang untuk Mengobati Infeksi KulitAngela Ziltener yang meneliti aktivitas lumba-lumba Foto: Atlas Obscura

Setelah lebih dari satu dekade mengamati sekitar 360 lumba-lumba di bawah air, serta analisis kimia dari karang tertentu yang mereka sukai, Ziltener dan rekan-rekannya kemudian dapat menyimpulkan bahwa lumba-lumba sedang menjalani 'pengobatan.'

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di iScience, para penyelam menggambarkan bagaimana hewan-hewan itu mungkin sedang mengobati diri sendiri menggunakan lendir yang dilepaskan karang ketika hewan-hewan itu bergesekan. Rekan penulis dan ahli kimia Universitas Giessen Gertrud Morlock, yang memimpin analisis sampel karang mengatakan bahwa karang ini mengandung senyawa antibakteri, antioksidan, hormonal, dan juga racun yang dapat digunakan lumba-lumba untuk mencegah atau mengobati infeksi kulit.

Meskipun sudah melewati beberapa penelitian, tetapi masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hal ini. Apalagi aksi lumba-lumba ini dilakukan di alam liar.

Tidak seperti para peneliti yang mengamati aktivitas lumba-lumba di sebuah penangkaran, Ziltener justru terjun langsung menikmati pemandangan lumba-lumba di laut lepas. Ziltener bahkan seolah sudah menjadi bagian dari kelompok lumba-lumba liar ini.

"Ada (lumba-lumba) yang penasaran, ada yang lebih pemalu. Yang pemalu akhirnya datang menghampiri. Lumba-lumba sering menyapa penyelam scuba dengan berenang melingkar di sekitar mereka. Sebagai seorang ilmuwan, Anda harus mencoba untuk bersikap netral dan hanya bertugas mengamati. Tapi terkadang kami juga harus menyapa mereka," beber Ziltener.

Hanya menggunakan jenis karang tertentu

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia